Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran di Sukabumi: 18 Hektare Lahan Perhutani Hangus gegara 'Tangan' Jahil
Kebakaran lahan Perhutani di Sukabumi (IDN Times/dok BPBD)
  • Kebakaran melanda sekitar 18 hektare lahan bekas tebangan Perhutani di Bojongjengkol, Jampangtengah, Sukabumi, sejak Sabtu 8 Agustus 2026.
  • BPBD Sukabumi menduga api dipicu pembakaran sengaja oleh pihak tak bertanggung jawab; hingga Minggu malam, api belum sepenuhnya padam dan berpotensi merembet.
  • Tim gabungan dikerahkan untuk pemadaman yang membutuhkan tambahan personel dan alat; kebakaran terpisah di Simpenan sempat mengancam 30 rumah, namun sudah dipadamkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Nasib naas menimpa kawasan lahan Perum Perhutani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Si jago merah melalap habis belasan hektare area hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, insiden kebakaran di kawasan hutan ini disinyalir kuat bermula dari ulah oknum tidak bertanggung jawab. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (8/8/2026) itu dilaporkan masih belum dapat dipadamkan hingga Minggu (9/8/2026) malam.

Berikut adalah lima fakta penting terkait musibah kebakaran lahan di Sukabumi tersebut.

1. Terjadi di area bekas tebangan Perhutani Jampangtengah

Kebakaran lahan Perhutani di Sukabumi (IDN Times/dok BPBD)

Insiden kebakaran melanda wilayah Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah.

Peristiwa ini pertama kali terdeteksi pada Sabtu (8/8/2026) sekira pukul 18.00 WIB. Lahan seluas kurang lebih 18 hektare yang berisi area kosong bekas tebangan hangus dilalap api. Informasi ini pertama kali dikonfirmasi oleh petugas Polter Nangka Tepus, Kosasih (52 tahun).

2. Pemicu utama diduga akibat pembakaran sengaja oleh 'tangan jahil'

Ilustrasi kebakaran

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat penyebab utama mengamuknya si jago merah di Jampangtengah diduga berasal dari unsur kesengajaan.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, membenarkan adanya indikasi pembakaran liar yang sengaja dilakukan di lokasi tersebut.

"Penyebab kejadian diduga ada kesengajaan akibat pembakaran orang tidak bertanggung jawab," kataManager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, Senin (10/8/2026).

3. Petugas gabungan berkejaran dengan waktu memadamkan api

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Howard)

Guna mengendalikan pergerakan api agar tidak kian meluas, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah langsung menggalang koordinasi bersama tim gabungan.

Aksi tanggap darurat melibatkan personel Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, Damkar Pos Cikembar, Perangkat Desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, hingga para relawan dan warga sekitar. Tim difokuskan untuk melakukan penilaian (assessment) serta upaya pemadaman di area terdampak.

4. Api berpotensi merembet, kebutuhan alat pemadam mendesak

ilustrasi kebakaran hutan (pixabay.com/fish96)

Hingga laporan resmi diterbitkan, kondisi kobaran api di lahan Perhutani Jampangtengah dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Api dikhawatirkan terus merembet ke area lahan Perhutani lainnya jika tidak segera dijinakkan.

Daeng Sutisna menjelaskan bahwa prioritas penanganan saat ini berada pada penguatan personel dan armada pemadam.

"Kebutuhan mendesak saat ini yaitu personel dan alat pemadaman, mengingat kondisi api masih belum bisa dipadamkan dan masih berpotensi merembet ke lahan Perhutani lainnya," ujar Daeng.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil berupa pemukiman dalam insiden ini.

5. Karhutla juga melanda Simpenan, 30 rumah warga sempat terancam

ilustrasi kebakaran rumah (freepik.com/partystock)

Di hari yang sama, Minggu (9/8/2026) sekira pukul 18.00 WIB, insiden karhutla akibat "tangan jahil" serupa juga melanda Kp. Lembur Sawah, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan.

Kebakaran di Simpenan melalap lahan kosong seluas 5.000 meter persegi milik warga. Kebakaran ini sempat mencekam karena jarak titik api hanya berkisar 5 meter dari pemukiman dan mengancam sedikitnya 30 rumah warga.

"Penyebab kejadian di Simpenan diduga adanya oknum tangan jahil tidak bertanggung jawab. Api saat ini sudah berhasil dipadamkan oleh pemadam kebakaran dan masyarakat sekitar yang bergotong royong," kata Daeng Sutisna

Curated For You

Editorial Team

Related Article