Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KDM Targetkan Pemadaman Karhutla Gunung Ciremai Tuntas Hari Ini
Dok. Istimewa
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan pemadaman karhutla Gunung Ciremai tuntas hari ini melalui pengerahan warga, metode manual, dan water bombing helikopter.

  • Area terbakar berdasarkan pemantauan mencapai 30 hektare, dengan sekitar 20 persen titik api tersisa; medan sulit dan minim sumber air menghambat pemadaman manual.

  • Pemprov Jabar mengerahkan 500 orang membersihkan kanal alami serta mendapat dukungan helikopter dari sejumlah instansi; pemerintah juga berencana memiliki helikopter penanganan karhutla tahun depan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (23/10/2026)

Pemantauan helikopter menunjukkan luas area terbakar di Gunung Ciremai mencapai 30 hektare.

sehari sebelumnya

Penanganan kebakaran dilakukan sehingga titik api yang tersisa diperkirakan tinggal 20 persen.

Sabtu (24/10/2026)

KDM menyatakan pemadaman dilakukan dengan pendekatan manual, water bombing, dan doa agar hujan turun.

hari ini

KDM menargetkan pemadaman karhutla tuntas. Helikopter water bombing dioptimalkan untuk menyiram titik-titik api dan ia akan memantau pelaksanaannya langsung.

Tahun depan

Pemprov Jawa Barat berencana memiliki helikopter untuk menangani kebakaran hutan agar dapat siaga setiap saat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Ciremai masih ditangani. Luas area terbakar tercatat 30 hektare, dengan titik api tersisa diperkirakan sekitar 20 persen.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, warga, petugas lapangan, TNI, BNPB, Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI AU, serta Pemprov Jawa Barat terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di kawasan Gunung Ciremai, yang disebut berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terutama pada titik-titik api di medan pegunungan.
  • When?
    Pemadaman ditargetkan tuntas pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Pemantauan luas kebakaran dilakukan menggunakan helikopter pada Jumat, 23 Oktober 2026.
  • Why?
    Helikopter dikerahkan karena akses menuju puncak sulit dan sumber air terbatas. Pembersihan kanal alami dilakukan karena saluran tertutup sampah, bambu, dan kayu kering.
  • How?
    Pemadaman dilakukan secara manual dengan membuat parit dan alat tradisional, water bombing dari helikopter, serta pengerahan 500 orang membersihkan kanal alami. Doa dipanjatkan agar hujan turun dan angin mereda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api masih membakar hutan di Gunung Ciremai, Ciamis. Dedi Mulyadi ingin api padam hari ini. Banyak warga dan petugas membantu. Mereka membuat parit dan memadamkan api. Helikopter juga menyiram air dari langit. Hutan yang terbakar sekitar 30 hektare. Sekarang api yang tersisa kira-kira 20 persen. Mereka juga berharap hujan turun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan kebakaran Gunung Ciremai menunjukkan koordinasi lintas pihak yang kuat, dengan pemadaman manual, water bombing, dan pengerahan 500 warga untuk memulihkan kanal alami. Berkurangnya titik api menjadi sekitar 20 persen serta luas terdampak yang terverifikasi 30 hektare memberi dasar optimisme bahwa upaya terpadu ini sedang mengendalikan situasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Ciamis, masih belum selesai. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menargetkan proses pemadaman tuntas hari ini melalui pengerahan warga dengan peralatan manual.

Selain itu, pemadaman juga menggunakan penyiraman air dari helikopter (water bombing), serta dukungan doa agar hujan segera turun. KDM mengatakan, penanganan karhutla dilakukan melalui pendekatan manual dan teknokratik secara bersamaan.

"Penanganannya menggunakan tiga hal. Yang pertama adalah penanganan manual, menggerakkan rakyat membuat parit, memadamkan api secara langsung dengan menggunakan alat-alat tradisional," kata KDM dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

1. Helikopter water bombing dioptimalkan

Heli water bombing lakukan pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Strategi kedua dilakukan dengan mengerahkan helikopter untuk menyiramkan air dari udara ke sejumlah titik kebakaran. Menurut KDM, metode water bombing berjalan efektif dan akan terus dioptimalkan untuk membantu menjinakkan api.

"Hari ini adalah hari menurut saya terakhir helikopter water bombing akan terus melakukan kinerjanya, menyiram air di berbagai titik api. Saya pastikan saya akan memonitor langsung agar pelaksanaannya bisa berjalan efektif," kata dia.

2. Berharap hujan segera turun

Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB)

Strategi ketiga adalah memohon dukungan alam melalui doa agar hujan segera turun dan angin mereda. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu proses pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.

KDM juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari petugas lapangan, TNI, hingga unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak lainnya yang bahu-membahu memadamkan api di kawasan Gunung Ciremai.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, KDM menyebut Pemprov Jawa Barat berencana memiliki helikopter yang dapat digunakan untuk menangani kebakaran hutan mulai tahun depan.

"Tahun depan Pemprov Jabar ingin memiliki helikopter yang bisa menangani kebakaran hutan agar kita bisa siaga dalam setiap saat," katanya.

3. Luas area terbakar 30 hektare

ANTARA FOTO/Satgas Karhutla

Sebelumnya, KDM mengatakan berdasarkan pemantauan menggunakan helikopter pada Jumat (23/10/2026), luas area yang terbakar mencapai 30 hektare, bukan 60 hektare seperti informasi sebelumnya. Setelah penanganan sehari sebelumnya, titik api yang tersisa diperkirakan tinggal 20 persen.

"Bukan 60 hektare, itu 30 hektare. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan," kata KDM.

Untuk mempercepat pemadaman, Pemprov Jawa Barat mendapat dukungan helikopter dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI Angkatan Udara, dan BNPB.

Menurut KDM, pengerahan helikopter diperlukan karena kondisi medan Gunung Ciremai menyulitkan pemadaman secara manual. Selain akses menuju puncak yang sulit, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala bagi petugas.

"Kalau manual, naik ke gunungnya bagaimana? Kemudian di puncaknya memadamkan api pakai apa? Sumber airnya kan tidak ada. Andai kata pun punya alat, berapa orang yang punya kemampuan naik ke puncak gunung?" katanya.

Selain water bombing, KDM mengerahkan 500 orang untuk membersihkan kanal-kanal alami di kawasan hutan. Kanal tersebut selama ini tertutup sampah, bambu, dan kayu kering sehingga perlu dibersihkan agar kembali berfungsi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article