Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KDM Beri Nama Taman Gedung Sate Jadi Pasanggrahan Pancarasa
Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Revitalisasi taman Gedung Sate di Bandung rampung dan resmi dibuka untuk masyarakat dengan nama baru Pasanggrahan Pancarasa.
  • KDM menjelaskan nama tersebut melambangkan lima indera, sementara pasanggrahan bermakna tempat berkumpul yang memiliki nilai sejarah.
  • Warga diminta menjaga fasilitas dan tidak menginjak rumput; KDM juga mengapresiasi kritik serta meminta maaf atas penutupan jalan saat upacara 17 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
17 Agustus 2026

Jalan di sekitar Gedung Sate ditutup untuk upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan penurunan bendera Merah Putih.

Selasa (18/8/2026)

Revitalisasi taman Gedung Sate rampung dan kawasan tersebut resmi dibuka untuk masyarakat. KDM menamai kawasan itu Pasanggrahan Pancarasa serta meminta warga tidak menginjak rumput yang baru ditata.

kini

Pelataran Gedung Sate kini dikenal sebagai Pasanggrahan Pancarasa dan dapat digunakan masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Revitalisasi taman Gedung Sate di Bandung telah rampung, dibuka untuk masyarakat, dan dinamai Pasanggrahan Pancarasa.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat KDM meresmikan pembukaan kawasan dan menyampaikan penjelasan nama serta permohonan maaf kepada pengguna jalan terdampak penutupan akses.
  • Where?
    Kawasan taman atau pelataran Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Kawasan dibuka pada Selasa, 18 Agustus 2026. Penutupan jalan terjadi saat upacara peringatan Proklamasi dan penurunan bendera pada 17 Agustus 2026.
  • Why?
    Nama Pasanggrahan Pancarasa diberikan karena merujuk tempat berkumpul dan makna lima indera manusia. Penutupan jalan dilakukan untuk mendukung rangkaian upacara serta kenyamanan warga hadir.
  • How?
    Kawasan ditata melalui revitalisasi lalu dibuka untuk penggunaan masyarakat. KDM meminta warga menjaga fasilitas dan tidak menginjak rumput yang baru ditata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Taman di Gedung Sate, Bandung, sudah diperbaiki dan sekarang namanya Pasanggrahan Pancarasa. Pak Gubernur KDM bilang ini tempat orang berkumpul. Taman ini sudah boleh dipakai semua orang, tapi rumput baru tidak boleh diinjak. KDM juga bilang terima kasih untuk pujian dan kritik, lalu minta maaf karena jalan sempat ditutup saat upacara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rampungnya revitalisasi dan pembukaan Pasanggrahan Pancarasa memberi masyarakat ruang berkumpul yang memadukan fungsi publik, makna filosofis lima indera, serta jejak sejarah kawasan. Sikap KDM yang menerima dukungan maupun kritik, disertai imbauan merawat rumput baru dan permohonan maaf atas gangguan lalu lintas, mencerminkan perhatian pada fasilitas dan kenyamanan warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Revitalisasi kawasan taman Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, telah rampung dan resmi dibuka untuk masyarakat. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai pelataran Gedung Sate tersebut kini diberi nama Pasanggrahan Pancarasa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengatakan, Pasanggrahan Pancarasa memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan lima indera manusia.

"Pasanggrahan Pancarasa. Pancarasa, kita ini punya lima rasa. Punya mata harus melihat, punya telinga harus mendengar, punya hidung harus menghisap, punya lidah harus berucap, punya hati harus ikhlas," kata KDM, Selasa (18/8/2026).

1. Taman baru ini sudah dibuka untuk umum

Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Menurut dia, istilah pasanggrahan merujuk pada tempat berkumpul. Pada masa lalu, kawasan tersebut menjadi tempat berkumpul masyarakat dengan menggunakan kuda dari berbagai daerah kerajaan.

"Pasanggrahan itu tempat berkumpul, alun-alun. Dulu berkumpulnya di Pasanggrahan itu orang pakai kuda daerah kerajaan," ujarnya.

KDM mengatakan, kawasan yang telah ditata tersebut kini sudah dibuka dan dapat digunakan masyarakat. Namun, dia mengingatkan warga untuk menjaga fasilitas dan tidak menginjak rumput yang baru ditata.

"Dibuka, sudah dibuka. Ini dibuka per hari ini, tapi rumputnya jangan diinjak," katanya.

2. Revitalisasi sempat menjadi pro kontra

Wajah baru Gedung Sate di era kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Penataan kawasan tersebut mendapat beragam respons dari masyarakat. KDM mengaku telah mengapresiasi seluruh tanggapan warga, baik yang memberikan dukungan maupun kritik terhadap hasil revitalisasi di mana sebelumnya juga turut muncul pro dan kontra.

"Ya hatur nuhun. Saya juga mengucapkan terima kasih bukan hanya yang merespons positif, pada yang mengkritik pun saya mengucapkan terima kasih," ujarnya.

3. KDM juga menyampaikan permohonan maaf karena proses pengerjaan sempat mengganggu lalu lintas

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Dalam kesempatan tersebut, KDM juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan di sekitar Gedung Sate yang aktivitasnya terdampak penutupan jalan saat pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan upacara penurunan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.

"Saya menyampaikan ucapan permohonan maaf pada seluruh pengguna jalan di sekitar Gedung Sate pada hari kemarin mengalami penutupan karena kegiatan upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dan upacara penurunan bendera merah putih," kata KDM.

Dia memahami penutupan akses tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Namun, kebijakan itu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan rangkaian upacara sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga yang hadir di kawasan Gedung Sate atau Pasanggrahan Pancarasa.

"Pasti ada yang merasa terganggu aktivitasnya, kami menyampaikan permohonan maaf dan semua dilakukan demi kenyamanan seluruh warga yang hadir di areal halaman Gedung Sate atau Pasanggrahan Pancarasa," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article