Kapolri Pastikan Negara Bergerak Hadirkan Perdamaian Global

- Kapolri Listyo Sigit menegaskan pentingnya persatuan nasional di tengah ancaman konflik global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada stabilitas ekonomi serta keamanan Indonesia.
- Pemerintah diminta tetap menjalankan program prioritas untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sambil memperkuat konsolidasi lintas sektor menghadapi dinamika global.
- Eskalasi konflik Timur Tengah memicu gangguan perdagangan, kenaikan biaya logistik, serta tekanan inflasi impor yang berpotensi memengaruhi harga energi dan kebutuhan pokok di dalam negeri.
Bandung, IDN Times - Keamanan global saat ini sedang terancam akibat perang di Timur Tengah yang dipicu Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Kondisi ini membuat banyak hal terdampak termasuk perekonomian di banyak negara.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Indonesia menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi dampak dinamika global. Hal itu dia sampaikan saat menghadiri kegiatan buka bersama di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).
"Saya berterima kasih acara ini merupakan bentuk bagaimana masyarakat Jawa Barat bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Tentunya selalu menjadi pesan kita bahwa situasi yang sedang kita hadapi, dampak global yang kita hadapi ini membutuhkan kebersamaan. Persatuan itu kunci utama stabilitas kamtibmas tetap terjaga," kata Listyo.
1. Program pemerintah harus terus berjalan

Menurut dia, konflik global antara perang Iran - Amerika bukan sekadar isu luar negeri. Dampaknya bisa langsung dirasakan di dalam negeri, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan.
Listyo menekankan, apa pun situasi yang dihadapi, pemerintah harus tetap menjalankan program prioritas demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Apapun yang kita hadapi, Indonesia tentunya harus tetap bisa menjalankan program. Pemerintah harus bisa melaksanakan amanatnya untuk mendukung, mendorong terjadinya pertumbuhan, menyejahterakan masyarakat. Ini semua bisa kita lalui apabila kita bersatu," tegasnya.
2. Konsolidasi lintas sektor harus diperkuat

Jenderal bintang empat ini berharap konflik global segera berakhir dan perdamaian bisa terwujud. Pemerintah, kata dia, terus berupaya aktif mendorong penyelesaian konflik di berbagai forum internasional.
"Kita menginginkan situasi global ini segera selesai. Pemerintah saat ini terus berjuang untuk ikut aktif menyelesaikan konflik-konflik yang ada, sehingga perdamaian bisa muncul," ujarnya.
Namun, di sisi lain, Indonesia tetap harus waspada terhadap implikasi eskalasi di Timur Tengah. Potensi gangguan terhadap ketahanan energi dan ketahanan pangan menjadi perhatian serius pemerintah.
Karena itu, konsolidasi lintas sektor terus dilakukan. Pemerintah disebut aktif bertemu dengan berbagai tokoh masyarakat dan elemen bangsa untuk memperkuat soliditas nasional.
"Pemerintah terus melaksanakan konsolidasi, bertemu dengan seluruh tokoh-tokoh yang ada untuk bersama-sama menghadapi ini semua. Program ketahanan pangan dan ketahanan energi harus terus dikawal dan didorong sebagai bagian dari upaya menghadapi dinamika global," jelasnya.
Di tengah ketidakpastian global, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi fondasi utama agar Indonesia tetap tegak berdiri. "Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga negara kita tetap bisa tegak berdiri," pungkasnya.
3. Banyak hal mulai terganggu kinerjanya

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai eskalasi konflik berisiko mengganggu arus perdagangan menuju Timur Tengah dan sekitarnya. Selain mengganggu kelancaran perdagangan ke Timur Tengah, para pelaku usaha harus mengantisipasi kenaikan atau lonjakan biaya perdagangan, baik yang disebabkan oleh peningkatan beban asuransi perdagangan maupun karena penurunan volume kapal yang dapat melintas ke kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Afrika karena eskalasi konflik ini.
Penutupan atau pembatasan akses di sekitar Selat Hormuz meningkatkan biaya asuransi dan ongkos angkut laut. Riset NH Korindo Sekuritas juga mencatat tarif Very Large Crude Carrier (VLCC) berpotensi melanjutkan tren kenaikan seiring meningkatnya risiko pengiriman.
Dampak tidak langsung juga muncul dalam bentuk tekanan inflasi impor, khususnya produk dari Timur Tengah seperti minyak dan kurma, terlebih menjelang Ramadan dan Idulfitri ketika permintaan domestik meningkat. Kenaikan harga energi turut mendorong biaya produksi dan distribusi, yang pada akhirnya dapat diteruskan ke harga barang dan jasa.
Gangguan logistik juga terjadi di sektor penerbangan. Laporan internasional menyebut ribuan penerbangan global tertunda dan dibatalkan setelah sejumlah bandara di kawasan konflik ditutup sementara.


















