Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jelang Mudik, Ditlantas Polda Jabar Simulasi Antisipasi Kepadatan Lalin

Jelang Mudik, Ditlantas Polda Jabar Simulasi Antisipasi Kepadatan Lalin
Jelang Mudik, Ditlantas Polda Jabar Simulasi Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Ditlantas Polda Jabar bersama Korlantas Polri menggelar simulasi rekayasa lalu lintas untuk antisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa, termasuk skenario one way dan contra flow.
  • Pengaturan lalu lintas dilakukan sesuai arahan Kakorlantas Polri dengan penerapan SOP ketat, mencakup jalur tol hingga arteri melalui metode Tactical Floor Game agar penanganan lebih responsif.
  • Kemenhub memprediksi sekitar 30 juta pemudik berasal dari Jawa Barat, dengan total pergerakan nasional mencapai 143 juta orang, mayoritas menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mulai mematangkan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Melalui simulasi rekayasa lalu lintas bersama Korlantas Polri dan pemangku kepentingan terkait, polisi menyiapkan skenario one way hingga contra flow guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di Tol Trans Jawa.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menyatakan bahwa simulasi ini melibatkan Satlantas dari 6 hingga 7 Polres jajaran yang tergabung dalam Rayon 2. Kolaborasi lintas wilayah ini menjadi kunci keberhasilan pengaturan lalu lintas di titik-titik krusial.

“Latihan bersama Bapak Kakorlantas hari ini sangat berarti. Kami di Polda Jabar sudah siap melaksanakan rekayasa, mulai dari KM 47 hingga KM 70,” ujar Raydian di Bandung, Jumat (5/3/2026).

1. Siapkan skema lalin saat arus mudik melonjak

WhatsApp Image 2026-03-05 at 6.58.10 PM (1).jpeg
Jelang Mudik, Ditlantas Polda Jabar Simulasi Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas. IDN Times/Debbie Sutrisno

Raydian menjelaskan, Ditlantas Polda Jabar telah memetakan skema rekayasa bertahap. Jika terjadi lonjakan volume kendaraan, polisi akan menerapkan contra flow sepenggal hingga sistem one way (satu arah) nasional.

“Mulai dari kilometer 47 hingga 65 atau 70, kami siap melaksanakan contra flow hingga one way nasional sepenggal sampai ke wilayah Pejagan. Semua dilakukan berdasarkan bangkitan arus kendaraan yang terpantau di lapangan,” jelasnya.

2. Tetap ikut arahan Kakorlantas

Videoshot_20251225_173703.jpg
Lalu lintas Tol Cipali pada Hari H Natal 2026 KM 269 (IDN Times/Inin nastain)

Ia menegaskan bahwa pembukaan dan penutupan jalur rekayasa di Tol Trans Jawa sepenuhnya mengikuti instruksi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Kakorlantas Polri agar pergerakan kendaraan terpantau secara sinkron dari hulu ke hilir.

Selain jalur tol, Ditlantas Polda Jabar juga memberikan perhatian khusus pada jalur arteri yang kerap menjadi titik jenuh saat arus mudik maupun balik. Melalui metode Tactical Floor Game (TFG), polisi menyiapkan bebrapa skenario utama.

“Untuk rekayasa di jalur wisata dan Priangan Timur sudah sering kami simulasikan setiap akhir pekan (weekend), dan hari ini kami mantapkan lagi melalui TFG di Polda agar penanganannya lebih responsif,” pungkas Raydian.

Polda Jabar pun mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini mengenai jadwal rekayasa lalu lintas agar dapat merencanakan waktu mudik dengan lebih nyaman.

3. Pemudik dari Jabar bisa capai 30 juta orang

Para pemudik di deremaga eksekutif Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
Para pemudik di deremaga eksekutif Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Kementerian Perhubungan memprediksi bahwa pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta). Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta). Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.

Adapun menurut survei yang sama, prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang.

“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Menhub Dudy.

Pada level kabupaten-kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah. Daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Sementara itu, provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.

Masih berdasarkan hasil survei yang sama, Kemenhub mencatat moda transportasi yang akan paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebesar 76,24 juta orang, disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang). Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang, dan untuk pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif selain jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More