Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jaga Pasokan Listrik, Kinerja PLN UP2B Jawa Barat Siaga 24 Jam
Jaga Pasokan Listrik, Kinerja PLN UP2B Jawa Barat Siaga 24 Jam (Dok. PLN)
  • PLN UP2B Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan operasional selama libur sekolah untuk menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan wisata, pusat belanja, hotel, dan permukiman.
  • Dispatcher bertugas memantau sistem kelistrikan secara real time, menyesuaikan beban sesuai pola konsumsi masyarakat, serta memastikan distribusi daya tetap stabil dan aman.
  • Kesiapsiagaan dilakukan 24 jam dengan dukungan teknologi digital dan koordinasi antarsatuan kerja agar potensi gangguan dapat diantisipasi cepat demi kenyamanan aktivitas masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Memasuki masa libur sekolah, kebutuhan listrik di sejumlah wilayah diperkirakan mengalami perubahan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat. Kawasan wisata, pusat perbelanjaan, hotel, fasilitas publik, hingga permukiman menjadi lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan konsumsi energi.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (UP2B Jabar) meningkatkan kesiapsiagaan operasional guna menjaga keandalan sistem kelistrikan. Pengoperasian sistem dilakukan selama 24 jam setiap hari agar pasokan listrik tetap aman dan stabil.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik di seluruh wilayah Jawa Barat, khususnya selama periode liburan ketika pola konsumsi masyarakat berubah.

Di balik operasional tersebut, terdapat personel dispatcher yang bertugas memantau kondisi sistem secara real time dan mengambil keputusan cepat apabila terjadi perubahan kondisi maupun potensi gangguan pada jaringan kelistrikan.

1. Dispatcher siaga mengawal sistem kelistrikan

Ilustrasi petugas PLN tengah mengecek peralatan listrik PLN. (Dok. PLN)

Sebagai unit yang mengatur operasi sistem tenaga listrik, PLN UP2B Jabar bertanggung jawab menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, mengendalikan aliran daya pada jaringan transmisi, serta memastikan sistem tetap berjalan dalam kondisi optimal.

General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, mengatakan keandalan sistem kelistrikan merupakan hasil kerja sama seluruh insan PLN, termasuk dispatcher yang menjadi garda terdepan dalam pengoperasian sistem.

"Tugas dispatcher tidak sekadar memantau layar komputer. Setiap keputusan yang diambil harus didasarkan pada analisis teknis yang akurat, koordinasi yang intensif, serta kolaborasi antarunit agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini dan proses pemulihan sistem dapat dilakukan dengan cepat apabila diperlukan," ujar Munawwar.

Menurutnya, setiap keputusan operasional harus dilakukan secara cepat dan tepat agar kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga.

2. Pengaturan beban disesuaikan dengan aktivitas masyarakat

Jaga Pasokan Listrik, Kinerja PLN UP2B Jawa Barat Siaga 24 Jam (Dok. PLN)

Selain memantau kondisi sistem secara real time, dispatcher juga melakukan pengaturan operasi untuk menjaga keseimbangan beban listrik ketika terjadi perubahan pola konsumsi, termasuk selama masa libur sekolah.

Langkah tersebut dilakukan agar distribusi daya tetap optimal, kualitas tegangan terjaga, serta kontinuitas pasokan listrik tetap berjalan tanpa gangguan di berbagai wilayah.

Manager PLN UP2B Jabar, Santo Kardono, mengatakan masa libur sekolah menjadi salah satu periode yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi karena adanya dinamika penggunaan listrik di sejumlah lokasi.

"Teknologi membantu kami memantau sistem secara menyeluruh, namun keputusan strategis tetap berada di tangan insan PLN yang memiliki kompetensi dan pengalaman. Perpaduan antara teknologi, sistem operasi yang terintegrasi, serta profesionalisme para dispatcher menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik," kata Santo.

3. Kesiapsiagaan dilakukan selama 24 jam

Ilustrasi Listrik PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)

PLN menyebut kesiapsiagaan personel dilakukan selama 24 jam dengan dukungan teknologi digital dan koordinasi operasional yang terintegrasi antarsatuan kerja.

Melalui sistem pemantauan tersebut, perusahaan berupaya memastikan potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal sehingga proses pemulihan dapat dilakukan dengan cepat apabila diperlukan.

Keandalan sistem kelistrikan dinilai menjadi faktor penting untuk mendukung aktivitas masyarakat selama masa libur sekolah, termasuk kegiatan di sektor pariwisata, perdagangan, maupun layanan publik.

"Teknologi membantu kami memantau sistem secara menyeluruh, namun keputusan strategis tetap berada di tangan insan PLN yang memiliki kompetensi dan pengalaman," ujar Santo.

Dengan kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi digital, serta koordinasi yang berkelanjutan, PLN berharap pasokan listrik tetap andal sehingga masyarakat dapat menjalani berbagai aktivitas selama masa liburan dengan nyaman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article