- Pertengkaran Terus-Menerus: Penyebab nomor satu di banyak daerah, sering dipicu oleh masalah komunikasi dan ketidaksediaan untuk saling memahami.
- Masalah Ekonomi: Ketidakstabilan penghasilan, kurangnya nafkah, dan tuntutan gaya hidup memicu konflik finansial yang berujung perpisahan.
- Judi Online (Judol) dan Narkoba: Pengaruh judi online menjadi faktor pemicu baru yang meningkat pesat, menyebabkan krisis keuangan dan emosional.
- Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Tindakan kekerasan fisik atau psikologis.
- Pergeseran Pandangan dan Sosial: Kurangnya campur tangan keluarga dan otonomi perempuan yang lebih tinggi membuat gugatan cerai semakin umum.
- Pernikahan Usia Dini/Muda: Banyak kasus terjadi pada pasangan usia 17-21 tahun karena ketidaksiapan mental dan emosional.
Indramayu Paling Tinggi Angka Perceraian, Capai 7.400 dalam Setahun

Lonjakan perceraian terjadi sejak 2021, dengan angka perceraian di Indramayu mencapai 8.026 kasus pada tahun tersebut.
Data angka perceraian di Jawa Barat menunjukkan tingginya angka perceraian di beberapa daerah, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung.
Mayoritas penyebab utama perceraian di Jawa Barat adalah pertengkaran terus-menerus, masalah ekonomi, judi online (judol) dan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pergeseran pandangan dan sosial, serta pernikahan usia dini/muda.
Bandung, IDN Times - Angka perceraian di Provinsi Jawa Barat masih masih cukup tinggi di setiap daerah. Penyebab perceraian tercatat beraneka ragam, mulai dari ketidakcocokan usai pernikahan, perselingkuhan, hingga masalah ekonomi. Dari data beberapa tahun terakhir, Kabupaten Indramayu menempati urutan pertama jumlah angka perceraian paling tinggi.
Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat terakhir pada 2024, angka pernikahan di Indramayu mencapai 14.025. Namun, di tahun tersebut juga angka perceraiannya tinggi mencapai 7.460. Dari jumlah tersebut cerai talak mencapai 1.864 kasus, sedangkan cerai gugat mencapai 5.596 kasus.
Pada tahun tersebut angka jumlah cerai juga tinggi di Kabupaten Bogor mencapai 6.291 kasus, Kabupaten Bandung 6.916 kasus, Kota Bandung 4.934 kasus.
1. Lonjakan perceraian terjadi sejak 2021

ilustrasi perceraian (freepik.com/freepik) Bukan hanya pada tahun ini saja, tingginya angka percerian di Indramayu juga terjadi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2021 angka perceraian di kabupaten tersebut mencapai 8.026 kasus di mana pasangan yang menikah ada 16.741 kasus.
Kemudian pada 2022 angka perceraian di Indramayu bahkan meningkat drastis mencapai 9.152 orang di mana jumlah pernikahannya capai 17.044. Kasus tersebut didominasi olah cerai talak mencapai 2.506 kasus dan cerai gugat 6.646 kasus. Sementara pada 2023 angka perceraian sempat turun mencapai 8.827 kasus dengan cerai talak ada 2.409 kasus dan cerai gugat capai 6.418 kasus.
2. Berikut data angka perceraian di Jawa Barat
Angka perceraian di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat
Tahun/Daerah
2022
2023
2024
Bogor
8684
7376
6291
Sukabumi
3051
2974
2921
Cianjur
4420
4041
3885
Bandung
8706
7683
6916
Garut
6384
6075
5397
Tasikmalaya
5028
4385
4104
Ciamis
5364
4876
4168
Kuningan
3148
2753
2405
Cirebon
8084
7374
6036
Majalengka
4335
4025
3420
Sumedang
4574
3912
3623
Indramayu
9152
8827
7460
Subang
4554
3901
3759
Purwakarta
2344
1870
1674
Karawang
4342
4258
3570
Bekasi
4203
3795
3529
Bandung Barat
4012
3563
2881
Pangandaran
...
...
...
Kota Bogor
1759
1637
1387
Kota Sukabumi
968
857
771
Kota Bandung
6206
5861
4934
Kota Cirebon
949
824
645
Kota Bekasi
5097
4111
3105
Kota Depok
3956
3432
2727
Kota Cimahi
1345
1176
1048
Kota Tasikmalaya
2117
1906
1567
Kota Banjar
861
788
619
Jawa Barat
113643
102280
88842
3. Mayoritas penyebab utama perceraian

Ilustrasi perceraian (pexels.com/Karola G) Sementara itu, berikut ini adalah alasan utama perceraian terjadi di Jawa Barat:






















