Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Humas Bandung Zoo Tegaskan Tetap Lakukan Perawatan agar Hewan Sehat

WhatsApp Image 2025-07-04 at 11.46.49 AM.jpeg
Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Tim medis pantau kondisi satwa di Bandung Zoo
  • Pemkot siapkan tiga skema untuk masa depan Bandung Zoo
  • Pemda ikut pantau kondisi satwa dan kawasan tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau publik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Organisasi konservasi, Geopix Indonesia, menilai bahwa terdapat hewan di Bandung Zoo yang kondisi kesehatannya menurun. Hal ini menjadi perhatian karena kebun binatang harus menjadi tempat konservasi yang menjaga kondisi setiap hewan.

Terkait hal ini, Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi'i mengatakan bahwa pengelola telah melakukan perawatan satwa agar selalu dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental.

"Kami lakukan rapat, treatment yang terbaik untuk satwa-satwa yang kami miliki, salah satunya seperti memberikan mainan," katanya, Senin (19/1/2026).

1. Ada tim medis yang pantau kondisi satwa

IMG-20251007-WA0023.jpg
Bandung Zoo. Dok Humas Pemkot Bandung

Dia menyebut kecil kemungkinan para satwa merasakan suasana seperti di alam aslinya. Meski demikian, ia berkomitmen memberikan perawatan yang terbaik terhadap satwa-satwa koleksi di Bandung Zoo.

Sulhan bilang, penanganan orangutan dan gajah yang diduga mengalami stres telah dilakukan. Sebab, selama ini terdapat tim dokter yang selalu memantau kesehatan seluruh satwa.

"Kami lakukan kegiatan-kegiatan yang memberikan enrichment-enrichment untuk pola makan, mengajak mereka jalan, itu kami lakukan," ujarnya.

Terkait pakan satwa, ia menyebut itu masih ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Dia berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan satwa di tengah konflik internal Bandung Zoo.

2. Pemkot siapkan tiga skema untuk Bandung Zoo

IMG_20250912_092954.jpg
Pegawai Bandung Zoo ingin tempat ini segera dibuka. IDN Times/Debbie Sutrisno

Masa depan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tengah berada di persimpangan. Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat saat ini sedang mendiskusikan arah pengelolaan kawasan tersebut, termasuk kemungkinan perubahan konsep secara menyeluruh.

Wali Kota Bandung M. Farhan menyebut, pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final. Namun, ada sejumlah opsi yang tengah dikaji bersama oleh tiga level pemerintahan.

Farhan mengungkapkan, ada tiga kemungkinan konsep yang sedang dibahas terkait masa depan Bandung Zoo. Pertama, kawasan tersebut tetap dipertahankan sebagai kebun binatang dengan konsep seperti saat ini.

Opsi kedua, kebun binatang tetap ada namun dengan jumlah koleksi satwa yang lebih sedikit, sementara porsi ruang terbuka hijau (RTH) diperbesar. Opsi ketiga bahkan lebih ekstrem, yakni kawasan tersebut tidak lagi berfungsi sebagai kebun binatang, melainkan sepenuhnya menjadi ruang terbuka hijau.

“Ini masih dalam pembicaraan ya,” ujar Farhan.

Ia menyebut, salah satu pertimbangan utama adalah target Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan luasan ruang terbuka hijau hingga dua kali lipat.

Farhan menjelaskan, kompleksitas pengelolaan Bandung Zoo tidak bisa dilepaskan dari status kewenangan yang terbagi. Secara aset, lahan kebun binatang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung.

3. Pemda ikut pantau kondisi satwa

IMG_20250912_091846.jpg
Pegawai Bandung Zoo ingin tempat ini segera dibuka. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di sisi lain, satwa yang berada di dalamnya, terutama satwa dilindungi berada di bawah kewenangan Pemerintah Pusat, sementara aspek konservasi dan kehutanan disupervisi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Satwa-satwa dilindungi itu merupakan titipan dari negara. Jadi mau tidak mau kami harus melibatkan tiga level pemerintah,” kata Farhan.

Saat ini, pengelolaan kawasan dilakukan bersama, dengan Pemkot Bandung sebagai pemegang aset, Pemprov Jabar melalui Dinas Kehutanan sebagai pengawas, dan Pemerintah Pusat yang menanggung 100 persen biaya pakan satwa.

Selama proses kajian berlangsung, Farhan memastikan Bandung Zoo tetap berfungsi sebagai ruang terbuka hijau publik. Masyarakat masih diperbolehkan berkunjung, selama mematuhi aturan yang ditetapkan untuk keluar-masuk kawasan.

“Sekarang tetap ruang terbuka hijau untuk publik yang di dalamnya ada satwa-satwa dilindungi,” ujarnya.

Terkait kepastian arah kebijakan, Farhan menargetkan keputusan akan diambil dalam waktu maksimal dua bulan. Ia mengakui, kajian awal sudah ada, namun belum bisa diputuskan secara menyeluruh.

“Kelihatannya sudah ada hasil kajiannya, tapi saya belum baca komplit,” kata Farhan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Trader Aktif Pintu Futures Melesat, Minat Derivatif Kripto Kian Menguat

19 Jan 2026, 12:47 WIBNews