Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hilal di Bandung Belum Terlihat, Lebaran Hari Sabtu

Hilal di Bandung Belum Terlihat, Lebaran Hari Sabtu
Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Hilal di Bandung dan tujuh titik pemantauan Jawa Barat belum terlihat jelas karena cuaca hujan serta ketinggian hilal yang masih di bawah satu derajat.
  • Kemenag Jabar melaporkan hasil rukyat ke Menteri Agama untuk dibahas dalam sidang isbat malam ini sebagai penentu resmi tanggal Idulfitri 1447 Hijriah.
  • Berdasarkan kriteria MABIMS, posisi hilal belum memenuhi syarat sehingga Ramadan diprediksi genap 30 hari dan Idulfitri kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat turut melakukan pemantauan hilal di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Kamis (19/3/2026). Hasilnya, hilal dipastikan belum terlihat secara jelas.

Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman mengatakan, tidak hanya di Unisba pantauan hilal di tujuh titik lainnya di wilayah Jawa Barat juga dipastikan belum memenuhi aturan.

"Hasil dari rukyat hilal Jawa Barat dari tujuh titik, hilal itu tidak terlihat dan tadi sudah disampaikan apa yang terjadi hari ini, sebetulnya di Unisba ini bahwa hilal ini masih jauh dari satu derajat," ujar Dudu saat ditemui di lokasi.

1. Cuaca hujan turut menjadi faktor

IMG-20260319-WA0035.jpg
Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dudu menjelaskan, ada berbagai faktor yang menyebabkan hilal belum terlihat salah satunya kondisi cuaca yang mana di wilayah Kota Bandung pada hari ini diguyur hujan dengan intensitas ringan.

"Terutama cuaca, kedua juga berkaitan dengan karena ketinggian hilalnya belum memenuhi syarat," katanya.

Dengan begitu, Dudu mengimbau agar masyarakat tetap bersabar menunggu keputusan sidang isbat dari Kemenag pusat. Sebab yang menjadi penentu Idulfitri yaitu sidang isbat.

"Tentunya hasil dari rukyatul hilal di Jawa Barat dari tujuh titik ini termasuk Unisba ini akan dilaporkan kepada menteri agama, dan malam ini akan sidang isbat di Jakarta," katanya.

2. Idulfitri jatuh pada Sabtu besok

IMG-20260319-WA0048.jpg
Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ohan Burhan mengatakan, berdasarkan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) posisi hilal tidak memenuhi kriteria yaitu tinggi hilal di tiga derajar sudut elongasi 6,4 drajat. Dengan begitu ada kemungkinan akan digenapkan menjadi 30 hari.

"Sehingga di prediksi bulan Ramadan 1447 Hijriah akan digenapkan menjadi 30 Hari dan 1 syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026. Tapi kepastiannya kita tunggu sidang Isbat nanti," kata dia.

3. Jarak bulan dan matahari memang belum dekat

IMG-20260319-WA0040.jpg
Pemantauan hilal Idulfitri 2026 di Unisba, Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kepala Observatorium Albiruni, Encep Abdul Rojak menjelaskan, bahwa secara astronomis ijtimak atau konjungsi geosentris terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 08.23 WIB. Konjungsi merupakan posisi saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis astronomis.

"Pengamatan hilal dimulai saat matahari terbenam, yakni pukul 18.00 WIB dan hilal pada ketinggian +1˚52’53, sementara Bulan diperkirakan terbenam pada pukul 18.10 WIB," katanya.

Pada saat matahari terbenam, posisi Bulan berada pada azimuth 274°00’26 dan Matahari pada azimuth 269°20’26. Nilai elongasi atau jarak sudut antara Bulan dan Matahari tercatat sebesar +5°42’15.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More