Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenag Jabar Pastikan Keputusan Waktu Salat Id Ditentukan Hari Ini

Kemenag Jabar Pastikan Keputusan Waktu Salat Id Ditentukan Hari Ini
ilustrasi hilal bagian dari tradisi dan ilmu astronomi (pexels.com/Jay Brand)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kemenag Jabar melakukan pemantauan hilal di tujuh titik termasuk Unisba dan hasilnya akan dilaporkan ke pusat sebagai dasar sidang isbat malam ini.
  • Ohan Burhan menegaskan keputusan resmi awal Syawal dan Idulfitri ditentukan melalui sidang isbat, serta mengimbau masyarakat menghormati perbedaan waktu lebaran.
  • Muhammadiyah Jabar menetapkan salat Id pada 20 Maret 2026 di berbagai lokasi Bandung, sementara pemerintah kemungkinan menetapkan 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat memastikan akan menggelar pemantauan hilal pada sore hari ini, Kamis (19/3/2026). Pemantauan dilakukan di tujuh titik salah satunya termasuk di Universitas Islam Bandung (Unisba).

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ohan Burhan mengatakan, setelah pemantauan mereka akan melaporkan hasil dari pengamatan ke Kemenag pusat sebagai bahan sidang isbat.

"Pemerintah sendiri akan melakukan rukyatul hilala pada hari Kamis dan akan melakukan Sidang Isbat pada pukul 19:00 WIB. Kita tunggu hasil keputusan isbat tersebut yang akan diumumkan hasilnya oleh Menteri Agama RI dan kita hormati dan pedomani keputusannya," ucap Ohan, Kamis (19/3/2026).

1. Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil sidang isbat

ilustrasi hilal yang punya tradisi penetapan berbeda
ilustrasi hilal yang punya tradisi penetapan berbeda (freepik.com/wirestock)

Dalam pemantauan hilal, Ohan menyampaikan, kegiatan tersebut melibatkan Pengadilan Agama, ormas Islam dan komunitas pencinta astronomi. Mengenai ada beberapa warga yang menggelar salat Idulfitri lebih dulu, dia memastikan hal tersebut tidak menjadi soal dan meminta untuk saling menghargai.

"Imbauan kepada masyarakat agar saling menghargai perbedaan ketika ada perbedaan waktu lebaran karna perbedaan itu adalah rahmat dan masalah keyakinan. Negara menjamin kebebasan untuk warganya berkeyakinan," katanya.

Dia menegaskan, pemerintah akan memutuskan waktu hari raya dan awal tahun baru Islam pada hari ini setelah sidang isbat. Dengan begitu, Ohan meminta masyarakat untuk tetap bersabar.

"Kemenag Jabar menilai Isbat sebagai wadah musyawarah organisasi masyarakat Islam, pakar falak dan astronomi dalam menentukan bersama penentuan awal bulan dan memulai ibadah hari raya untk kemaslahatan dan ukhuwah islamiyah," tuturnya.

2. Muhammadiyah Jabar gelar salat id lebih dulu

muhammadiyah flag
muhammadiyah flag

Berdasarkan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) posisi hilal tidak memenuhi kriteria yaitu tinggi hilal di tiga derajat sudut elongasi 6,4 derajat. Dengan begitu, Ramadan 2026 bisa jadi digenapkan menjadi 30 hari.

"Sehingga diprediksi jumlah hari bulan Ramadan 1447 Hijriah akan digenapkan menjadi 30 Hari dan 1 syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026. Tapi kepastiannya kita tunggu sidang Isbat nanti," kata dia.

Sementara itu warga Muhammadiyah di Jabar dipasihkan menggelar salat Id tepat pada 20 Maret 2026. Pengurus daerah Muhammadiyah di seluruh wilayah Jabar diminta segera mematangkan persiapan salat besok.

"Insya Allah Jumat ini, berarti tanggal 20 Maret 2026, sesuai edaran dari pimpinan pusat. Kami sudah bersiap, informasi juga sudah disebar-luaskan untuk pelaksanaannya di semua daerah," ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jabar, Iu Rusliana saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026).

3. Minta umat saling menghargai perbedaan

Ilustrasi salat taraweh di bulan ramadan.
Jamaah Muhammadiyah melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Ridha Muhammadiyah, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (17/2/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/foc.

Untuk PW Muhammadiyah Jabar, nantinya akan menggelar salat Id di lapangan depan Masjid Raya Mujahidin Bandung di mana sudah dipersiapkan untuk perizinan dan urusan-urusan lainnya.

"Lapangan Lodaya sudah dipersiapkan, meski kami juga memanfaatkan tempat-tempat umum. Misalkan Insya Allah di banyak daerah sih menggunakan lapangan-lapangan pemerintah, entah, biasanya punyanya TNI, Polri, tapi tentu proses perizinan terlebih dahulu dilakukan," katanya.

Selain itu, ada juga di beberapa titik lainnya di Kota Bandung, seperti di Universitas Muhammadiyah Bandung, Komplek Pendidikan Muhammadiyah Antapani, dan di lapangan daerah Sukajadi, Kota Bandung.

Meski Muhammadiyah menggelar salat Id lebih dulu, Iu berharap agar warga bisa saling menghargai dan menjaga toleransi antar sesama.

"Semuanya bisa saling menghargai, saling menghormati apapun keputusannya. Jika memang besok Idulfitri itu berbeda, ada yang Jumat 20 Maret, ada yang Sabtu 21 Maret, mari jadikan sebagai momentum untuk saling menghargai, saling menghormati," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More