Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Sita 151 Flare dan Petasan Jelang Persib vs Persijap di GBLA

Polisi Sita 151 Flare dan Petasan Jelang Persib vs Persijap di GBLA
Ilustrasi flare saat pertandingan sepakbola. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Polisi menyita total 310 barang berbahaya termasuk 151 flare dan petasan saat sweeping di Stadion GBLA jelang laga Persib Bandung vs Persijap Jepara.
  • Sebanyak 3.391 personel gabungan disiagakan untuk pengamanan pertandingan, ditambah ribuan lainnya guna mengawal euforia suporter dan pawai juara Persib.
  • Pihak kepolisian dan manajemen Persib mengimbau Bobotoh menjaga ketertiban agar tidak terulang pelanggaran yang pernah menyebabkan denda miliaran rupiah dari PSSI dan AFC.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Menjelang dimulainya pertandingan antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026) pukul 16:00 WIB, Aparat gabungan melakukan sweeping di kawasan stadion.

Hasilnya, ditemukan banyak barang-barang berbahaya. Pemeriksaan dimulai sejak pukul 07.30 WIB menyasar tribun, selasar hingga kamar mandi stadion.

Petugas menemukan ratusan barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan pertandingan. Barang yang diamankan meliputi 151 flare, 100 silver strobe, satu strong red flare, 11 mercon, 20 petasan, tujuh botol minuman keras, serta 20 kartu identitas (ID card).

Total barang yang diamankan mencapai 310 item.

1. Polisi melakukan pengamanan secara maksimal

Ilustrasi flare. (Unsplash.com/Christopher Campbell)
Ilustrasi flare. (Unsplash.com/Christopher Campbell)

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, jajaran kepolisian akan bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu jalannya pertandingan maupun keselamatan penonton.

"Pengamanan dilakukan secara maksimal untuk memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kami mengimbau seluruh suporter untuk tidak membawa flare, petasan, minuman keras maupun barang berbahaya lainnya ke area stadion," kata Hendra.

2. Ribuan personel dikerahkan mengamankan laga penutup Super League di GBLA

IDN Times/Debbie Sutrisno
Pertandingan Persib melawan Persik di Stadion GBLA. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain sweeping, ribuan personel gabungan juga dikerahkan untuk mengamankan pertandingan hingga rangkaian euforia pendukung Persib setelah laga berakhir. Sebanyak 3.391 personel disiagakan untuk pengamanan pertandingan Persib melawan Persijap di Stadion GBLA.

Selain itu, 1.010 personel dikerahkan untuk pengamanan euforia suporter di luar stadion. Sementara itu, untuk pengamanan pawai juara Persib, aparat menyiapkan sebanyak 2.883 personel gabungan.

Hendra menambahkan, koordinasi terus dilakukan dengan seluruh pihak terkait guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama pertandingan maupun perayaan berlangsung.

"Kami berharap masyarakat dan bobotoh dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan tertib demi kenyamanan bersama," katanya.

3. Umuh Muchtar minta Bobotoh tidak menyalakan flare

Umuh Muchtar Datang ke Latihan Pemain Suntik Mental Jelang Lawan PSM. IDN Times/Debbie Sutrisno
Umuh Muchtar Datang ke Latihan Pemain Suntik Mental Jelang Lawan PSM. IDN Times/Debbie Sutrisno

Diketahui, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar meminta agar Bobotoh tertib saat menonton langsung laga, Persib Bandung melawan Persijap Jepara.

Kesempatan emas untuk memenangkan laga tersebut, dikatakan Umuh, jangan sampai berbuntut sanksi karena ulah dari Bobotoh itu sendiri. Dia juga meminta agar euforia kemenangan dilakukan setelah pertandingan selesai.

"Jangan sampai juara kita hangus karena oknum, jangan ada flare (di dalam stadion), kalau sudah beres mungkin bisa. Kalau pertandingan jangan ada kejadian lagi seperti lawan Solo, kita sudah menang ada flare kita didenda," jelasnya.

Persib Bandung sempat dikenakan sanksi denda dari Rp200 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI usai laga penutup 2024/2025 melawan Persis Solo di Stadion GBLA. Denda diberikan karena terjadi penyalaan flare, smoke bomb, dan petasan dalam jumlah banyak yang membuat pertandingan sempat terhenti.

Selain itu, Persib juga dijatuhi sanksi berat oleh AFC berupa denda sekitar Rp3,5 miliar setelah laga AFC Champions League Two melawan Ratchaburi FC pada Februari 2026 di Stadion GBLA. Penyebab utamanya karena kerusuhan dan pelanggaran suporter, meski Persib saat itu menang 1-0.

"Waktu di AFC kita didenda 3,5 miliar, kasihan ke Persib. Bobotoh sejati harus mengerti dan menyayangi Persib. Saya yakin Bobotoh semua baik dan dewasa, cuma ada oknum yang tidak jelas," kata Umuh.

"Kalau Bobotoh asli seperti saya, selama 16 tahun tidak manager 16 tahun saya bertahan demi Persib," ucapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Jawa Barat

See More