Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Jemaah Haji Asal Cirebon Wafat di Tanah Suci

Dua Jemaah Haji Asal Cirebon Wafat di Tanah Suci
ilustrasi orang melakukan tawaf (pixabay.com/ekrem)
Intinya Sih
  • Dua jemaah haji asal Cirebon, Moh Ali Karman dan Yani Ramayani Abas, meninggal dunia di Madinah dan Mekkah akibat kondisi kesehatan yang menurun selama menjalankan ibadah.
  • Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon berkoordinasi dengan keluarga serta memastikan seluruh hak, administrasi, dan pemulasaraan jenazah kedua jemaah berjalan sesuai prosedur resmi.
  • Pemerintah mengimbau jemaah lain menjaga stamina di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi dengan memperbanyak minum air putih dan mengikuti arahan petugas kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Cirebon, IDN Times - Dua warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang sedang menunaikan ibadah haji di Arab Saudi dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian ibadah di Madinah dan Mekkah. Keduanya diduga wafat akibat kondisi kesehatan yang menurun selama berada di Tanah Suci.

Pelaksana Tugas Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon, Ahmad Khotib Haryanto, mengatakan pihaknya telah menerima laporan resmi dari petugas penyelenggara haji mengenai wafatnya dua jemaah tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia. Semoga almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik,” ujar Haryanto, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, kedua jemaah sempat mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan haji sebelum akhirnya meninggal dunia.

1. Wafat di Madinah dan Mekkah

ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)

Jemaah pertama yang meninggal adalah Moh Ali Karman (73), warga Desa Guwa Kidul, Kecamatan Kaliwedi. Ia tergabung dalam Kloter 5 Kabupaten Cirebon dan dilaporkan meninggal dunia di Madinah pada 9 Mei 2026.

Sementara itu, jemaah kedua bernama Yani Ramayani Abas (61), warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon. Ia merupakan bagian dari Kloter 25 Kabupaten Cirebon dan meninggal dunia di Mekkah pada Rabu (21/5/2026) sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Haryanto menjelaskan, laporan yang diterima dari petugas haji menyebutkan keduanya mengalami gangguan kesehatan ketika menjalani ibadah di Arab Saudi.

Namun, pihaknya belum dapat menyampaikan detail penyakit yang diderita karena seluruh penanganan dilakukan oleh tim medis di lokasi.

“Kondisi kesehatan keduanya memang menurun sebelum wafat. Penanganan sudah dilakukan oleh petugas kesehatan haji,” katanya.

2. Pendampingan keluarga dan proses administrasi

ilustrasi haji (pexels.com/Mido Makasardi ©️)
ilustrasi haji (pexels.com/Mido Makasardi ©️)

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cirebon disebut telah berkoordinasi dengan pihak keluarga masing-masing jemaah untuk menyampaikan informasi resmi terkait kabar duka tersebut.

Selain komunikasi dengan keluarga, petugas haji di Arab Saudi juga masih mendampingi proses administrasi serta pemulasaraan jenazah sesuai ketentuan pemerintah setempat.

Haryanto memastikan hak-hak jemaah yang meninggal tetap dipenuhi, termasuk proses pelayanan ibadah yang menjadi kewajiban penyelenggara haji. Apabila diperlukan, pelaksanaan badal haji juga akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

“Seluruh proses pelayanan terhadap jemaah yang wafat tetap menjadi tanggung jawab petugas haji dan kami pastikan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

3. Jemaah dimintai waspadai cuaca ekstrem

ilustrasi haji (pexels.com/Aamir Nazir)
ilustrasi haji (pexels.com/Aamir Nazir)

Di tengah meningkatnya suhu udara di Arab Saudi, Kemenhaj Kabupaten Cirebon mengingatkan jemaah lain agar menjaga kondisi fisik selama menjalani ibadah.

Haryanto mengatakan cuaca panas berisiko memicu kelelahan hingga dehidrasi, terutama bagi jemaah lanjut usia. Karena itu, para jemaah diminta mengatur aktivitas ibadah dan tidak memaksakan diri.

Ia juga mengimbau jemaah memperbanyak konsumsi air putih serta mematuhi arahan petugas kesehatan maupun pembimbing haji di lapangan.

“Kami terus mengingatkan agar jemaah menjaga stamina dan tidak terlalu memforsir aktivitas ibadah, karena suhu di Arab Saudi saat ini cukup tinggi,” tutupnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More