Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kebiasaan Pisahkan Uang Dinilai Bantu Kelas Menengah Atur Finansial

Kebiasaan Pisahkan Uang Dinilai Bantu Kelas Menengah Atur Finansial
Ilustrasi Uang Rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • Kelas menengah menghadapi tekanan ekonomi dan mulai disiplin mengatur keuangan dengan memisahkan pengeluaran serta memanfaatkan fitur digital untuk menjaga kestabilan finansial.
  • Survei menunjukkan mayoritas pengguna merasa lebih tenang dan mudah mengatur uang berkat fitur kantong digital yang membantu perencanaan serta kontrol pengeluaran.
  • Fitur kantong juga dinilai berguna bagi UMKM untuk memisahkan arus kas bisnis, meningkatkan transparansi, dan mendorong kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Tekanan ekonomi yang dirasakan kelas menengah membuat pengelolaan keuangan semakin menjadi perhatian. Di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian pendapatan, banyak masyarakat mulai menerapkan strategi finansial yang lebih disiplin agar kondisi ekonomi tetap terkendali.

Kelompok kelas menengah sendiri memegang peranan besar dalam perekonomian nasional. Data 2024 menunjukkan kelompok ini menyumbang 81,5 persen total konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Namun di sisi lain, jumlah kelas menengah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi 47,2 juta orang pada 2024. Kondisi itu membuat masyarakat tidak hanya berupaya naik kelas, tetapi juga bertahan agar tidak mengalami penurunan ekonomi.

Situasi tersebut mendorong masyarakat mulai lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran sehari-hari, termasuk dengan memanfaatkan fitur pengelolaan keuangan digital yang kini semakin banyak digunakan.

1. Masyarakat mulai terbiasa memisahkan pengeluaran

ilustrasi uang rupiah (unsplash.com/Muhammad Daudy)
ilustrasi uang rupiah (unsplash.com/Muhammad Daudy)

Survei Katadata Middle Class Insight (KIMCI) yang dirilis Katadata Insight Center (KIC) menunjukkan masyarakat kelas menengah memiliki sejumlah kebiasaan dalam mengatur keuangan.

Tiga kebiasaan yang paling banyak dilakukan yakni merencanakan pengeluaran dan pendapatan sebesar 68 persen, memisahkan uang untuk kebutuhan tertentu sebesar 51,8 persen, serta mencatat pengeluaran sebesar 44,9 persen.

Salah satu metode yang kini banyak digunakan adalah fitur “kantong” pada layanan keuangan digital. Fitur ini memungkinkan pengguna membagi dana ke beberapa pos seperti tagihan bulanan, tabungan, transportasi, hingga dana darurat.

“Sebenarnya bank digital ini lebih ke enabler dari yang amplop-amplop itu menjadi digital,” ujar Peneliti Pusat Ekonomi Digital dan UMKM INDEF, Fadhila Maulida.

Menurut survei KIC, sebanyak 86 persen masyarakat sudah mengetahui fitur kantong dan mayoritas mengenalnya melalui layanan bank digital.

2. Fitur digital disebut bantu keuangan lebih tertata

ilustrasi menggunakan smartphone (pexels.com/Adrienne Andersen)
ilustrasi menggunakan smartphone (pexels.com/Adrienne Andersen)

Penggunaan fitur kantong disebut tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga memberikan dampak psikologis terhadap pengguna.

Sebanyak 96,1 persen responden mengaku merasa lebih tenang karena perencanaan keuangan menjadi lebih jelas. Selain itu, 95,5 persen pengguna menyebut pengaturan keuangan menjadi lebih mudah dibanding dilakukan secara manual.

Direktur Program dan Kebijakan Center of Policy Studies, Prasasti Piter Abdullah, menilai layanan digital telah mengubah cara masyarakat mengelola keuangan sehari-hari.

“Sekarang tanpa ke bank bisa buka rekening, buka rekening bisa satu rekening kantongnya banyak. Berbagai ekosistem yang bergabung dalam keuangan ada sekarang,” kata Piter.

Ia juga menilai fitur kantong dapat membantu masyarakat mengontrol penggunaan uang agar tidak berlebihan sekaligus mempermudah pencapaian tujuan finansial.

3. Fitur kantong dinilai relevan untuk UMKM

ilustrasi cara transfer BCA ke DANA lewat m-banking (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi cara transfer BCA ke DANA lewat m-banking (pexels.com/Mikhail Nilov)

Selain digunakan untuk kebutuhan pribadi, fitur kantong juga dinilai bermanfaat bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam memisahkan arus keuangan bisnis.

Piter mengatakan fitur tersebut dapat membantu UMKM memantau kondisi keuangan usaha secara lebih rapi dan transparan karena setiap pemasukan dan pengeluaran bisa dialokasikan sesuai kebutuhan.

“Menurut saya, kantong-kantong yang ada di bank digital itu lebih dipromosikan ke pengusaha, khususnya UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Pengembangan Produk LPPI, Trioksa Siahaan, mengingatkan pentingnya disiplin dalam mengelola keuangan, terutama bagi kelas menengah yang rentan terdorong gaya hidup konsumtif.

“Ketika mendapatkan penghasilan, alokasikan mana yang untuk kebutuhan esensial, harus bisa membedakan mana yang esensial mana yang gaya hidup,” kata Trioksa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More