Perajin tahu Cibuntu Kota Bandung. IDN Times-Azzis Zulkhairil.
Farhan menyebut, keberlangsungan industri tahu dan tempe tidak boleh terganggu, mengingat perannya yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menyerap tenaga kerja.
Ia pun berharap para pelaku usaha tetap optimistis dan mampu beradaptasi dengan kondisi pasar yang fluktuatif. Pemerintah, kata dia, akan terus hadir untuk memastikan ekosistem usaha tetap berjalan.
"Yang paling penting produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya di IDN TImes, sebanyak 140 Perajin tahu di Sentra Industri Tahu Cibuntu, Kota Bandung berencana mogok operasional dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini diambil setelah nilai rupiah terhadap dolar AS terus naik.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar ini sangat berpengaruh karena mayoritas perajin menggunakan kedelai impor dari Amerika, Kanada, dan Brazil. Jika dolar naik, otomatis harga kedelai pun naik dan berdampak signifikan terhadap industri tahu.
"Ya dampaknya harga kedelai sekarang mahal. Dulu sebelum puasa itu Rp9 ribuab per kilogram lah, Rp8 ribu sampai Rp9 ribu sekarang sudah nyampai ada yang Rp11 ribu per kilogram," ujar M. Zamaludin, Ketua Paguyuban Perajin Tahu dan Tempe Jawa Barat, sekaligus perajin tahu Cibuntu, Sabtu (6/6/2026).
Pria yang akrab dengan panggilan Zamal ini mengungkapkan, perajin tahu Kota Bandung dan beberapa daerah lainnya di Jawa Barat sudah mengeluhkan dan was-was terhadap melemahnya rupiah terhadap dolar AS.
"Kami perajin khawatir, khawatirnya ya kedelai terus naik, terus diikuti juga dengan bahan-bahan yang lain bisa jadi naik juga. Jadi ya kalau dolar naik otomatis lah (terdampak) karena kita pakai impor, bukan pakai lokal," ucapnya.
Perajin tahu di Cibuntu dan Jawa Barat memang sangat ketergantungan dengan kedelai impor karena ketersediaan dari dalam negeri sangat terbatas. Sehingga, mau tidak mau mengandalkan dari impor.
"Kalau harga kedelainya naik terus, mungkin kejadian 2023 kita akan terulang lagi. Kita akan demo, kita ya ingin menaikkan harga ya susah kan kalau menaikkan harga untuk tahu dan tempe, makanya kita ya solusinya salah satunya ya kita demo mogok," tutur Zamal.