Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fortusis Bandung Dukung Pembatasan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun

Fortusis Bandung Dukung Pembatasan Medsos bagi Anak di Bawah 16 Tahun
ilustrasi promosi di medsos (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Fortusis Bandung mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun untuk mengurangi ketergantungan digital dan memperkuat interaksi sosial nyata.
  • Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan aturan larangan akun medsos bagi anak di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026 guna melindungi dari risiko pornografi, perundungan, dan kecanduan digital.
  • Beberapa siswa menyambut positif kebijakan ini karena dinilai dapat mencegah penyalahgunaan media sosial serta mendorong aktivitas produktif di dunia nyata bersama keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung Barat, IDN Times - Koordinator Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Kota Bandung, Saeful Rohman, mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap dunia digital yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Saeful mengatakan, saat ini banyak anak yang menghabiskan waktu terlalu lama di media sosial sehingga interaksi di dunia nyata menjadi berkurang. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kesiapan generasi muda menghadapi tantangan kehidupan.

“Kami takutnya penerus bangsa kita tidak memahami pertarungan di luar yang sesungguhnya. Akhirnya daya saing mereka kurang, mentalnya rapuh,” ujar Saeful.

Kebijakan pembatasan akses media sosial ini rencananya mulai berlaku pada 28 Maret 2026 dan diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

1. Makin banyak anak tergantung dengan medsos

ilustrasi menggunakan ponsel sambil berbaring
ilustrasi sedang scroll medsos (pexels.com/cottonbro studio)

Saeful menilai kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun merupakan langkah tepat. Menurut Saeful, fenomena ketergantungan anak terhadap media sosial saat ini sudah cukup memprihatinkan.

Banyak anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya dibandingkan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kemampuan sosial dan kesiapan anak menghadapi kehidupan nyata.

“Kami takutnya penerus bangsa kita tidak memahami pertarungan di luar yang sesungguhnya. Akhirnya daya saing mereka kurang, mentalnya rapuh,” katanya.

2. Risiko di ruang digital makin besar

ilustrasi medsos
ilustrasi medsos (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

Pelaksana Tugas Direktur Direktorat Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital, Marroli J. Indarto, mengatakan aturan tersebut melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun di berbagai platform media sosial.

Beberapa platform yang dimaksud antara lain YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, hingga Roblox.

Menurut Marroli, kebijakan ini diambil karena risiko yang dihadapi anak di ruang digital semakin besar, mulai dari pornografi, perundungan siber, penipuan daring hingga kecanduan digital.

“Tujuannya untuk melindungi supaya adik-adik tercegah dari risiko kejahatan di dunia digital, seperti perundungan,” kata Marroli saat sosialisasi di Pondok Pesantren Darul Falah Cihampelas, Jumat (6/3/2026).

3. Sebagian siswa mengaku tidak keberatan

ilustrasi orang bermain medsos
ilustrasi orang bermain medsos (unsplash.com/@creativechristians)

Sementara itu, salah seorang siswa SMP Darul Falah, Rizki Raditia, mengaku tidak mempermasalahkan jika nantinya tidak lagi bisa memiliki akun media sosial.

Menurutnya, kebijakan tersebut justru dapat mencegah anak-anak menyalahgunakan media sosial, misalnya untuk menyebarkan informasi hoaks.

Selama ini Rizki biasanya menggunakan media sosial untuk mengisi waktu luang setelah pulang dari pondok pesantren. Jika aturan tersebut mulai berlaku, ia berencana mengganti aktivitasnya dengan membantu orangtua di rumah.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More