Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fiskal Jabar Tertekan, Pemprov Berpotensi Tunda Bayar Proyek
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai melantik Asep Surya jadi Bupati Bekasi. Dok Istimewa
  • Gagalnya rencana utang Rp3,4 triliun ke PT SMI menekan fiskal Jawa Barat dan membuka potensi tunda bayar proyek 2026, terutama akibat penundaan dana bagi hasil pusat.

  • Gubernur Dedi Mulyadi memilih opsi tunda bayar dibanding pinjaman berbunga atau menunda proyek; infrastruktur kebutuhan masyarakat tetap berjalan, sementara belanja nonurgen digeser.

  • DPRD mencatat kas Jabar sekitar Rp9,6 triliun, tetapi Rp2,1 triliun kegiatan berkontrak harus segera dibayar. Presiden Prabowo menjanjikan penyaluran dana pusat ke daerah akan meningkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Kandasnya rencana Pemprov Jawa Barat meminjam Rp3,4 triliun dari PT SMI memicu tekanan fiskal dan potensi tunda bayar proyek.

19/10/2026

DPRD Jabar menyebut kas Pemprov masih relatif normal, tetapi banyak kegiatan belum direalisasikan. Pemprov harus segera membayar kegiatan berkontrak senilai sekitar Rp2,1 triliun.

22/10/2026

Presiden Prabowo Subianto berjanji aliran dana pemerintah pusat ke kabupaten dan provinsi akan lebih besar selama masa pemerintahannya.

24/10/2026

Gubernur Dedi Mulyadi membenarkan kemungkinan tunda bayar proyek sebagai opsi menghadapi tekanan fiskal. Ia memastikan proyek infrastruktur untuk masyarakat tetap berjalan.

tahun mendatang

Prabowo menyatakan penyaluran dana ke daerah akan ditingkatkan.

tahun depan

Pemprov Jabar berencana menggeser belanja yang dinilai tidak urgen ke tahun depan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Barat berpotensi menunda pembayaran sejumlah proyek pada 2026 setelah rencana pinjaman Rp3,4 triliun kepada PT SMI kandas dan tekanan fiskal meningkat.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pemprov Jabar, DPRD Jabar melalui Wakil Ketua Ono Surono, TAPD, Kemendagri, PT SMI, serta Presiden Prabowo Subianto terlibat dalam informasi terkait kondisi anggaran daerah.
  • Where?
    Penundaan pembayaran berpotensi terjadi pada proyek Pemprov Jawa Barat. Presiden Prabowo menyampaikan komitmen penyaluran dana daerah di JIEXPO Convention Centre, Jakarta.
  • When?
    Potensi tunda bayar disebut untuk proyek tahun 2026. Dedi Mulyadi dikutip pada 24 Oktober 2026, Ono Surono menyampaikan kondisi kas pada 19 Oktober 2026, dan Prabowo berbicara pada 22 Oktober 2026.
  • Why?
    Tekanan fiskal dipicu penundaan penyaluran dana bagi hasil dari pemerintah pusat dan gagalnya rencana pinjaman daerah. Pemprov perlu membayar kegiatan berkontrak senilai sekitar Rp2,1 triliun.
  • How?
    Proyek infrastruktur yang menyangkut kebutuhan masyarakat tetap dilaksanakan, sementara pembayarannya dapat ditunda. Pemprov berencana menggeser belanja yang tidak urgen ke tahun berikutnya dan kemungkinan memakai kas tersedia untuk kewajiban proyek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Barat mungkin membayar proyek lebih lambat pada 2026. Rencana pinjam uang Rp3,4 triliun tidak jadi. Gubernur Dedi Mulyadi bilang proyek jalan dan bangunan untuk warga tetap dikerjakan. Uang dari pusat masih ditunda. Ada proyek Rp2,1 triliun yang harus segera dibayar. Presiden Prabowo janji dana untuk daerah akan lebih banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan fiskal, Pemprov Jawa Barat tetap menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas dengan memastikan proyek infrastruktur berjalan, sementara belanja yang kurang mendesak dapat digeser. Opsi tunda bayar juga dipandang sebagai cara menjaga pembangunan tanpa menambah beban bunga pinjaman, didukung kondisi kas yang masih relatif normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kandasnya rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat menarik utang Rp3,4 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), membuat tekanan fiskal dan memunculkan potensi tunda bayar sejumlah proyek di tahun 2026.

Kondisi tersebut dibenarkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM. Dia mengatakan, alokasi belanja untuk beberapa kebutuhan infrastruktur berjalan, namun pembayarannya akan ditunda terlebih dahulu.

"Ya, mungkin terjadi tunda bayar, kan enggak ada masalah. Tunda bayar itu cermin bahwa pemerintah serius membelanjakan uangnya untuk kepentingan pembangunan," ujar Dedi, dikutip Sabtu (24/10/2026).

1. Bukan karena faktor tidak ada pendapatan daerah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

KDM mengungkapkan, tunda bayar menjadi salah satu opsi yang bisa dipilih dibandingkan mengambil pinjaman yang disertai kewajiban membayar bunga atau menunda proyek infrastruktur yang berkaitan dengan masyarakat.

"Pilih mana, pilih tunda bayar, pilih pinjam ada bunganya?" katanya.

Menurut KDM, persoalan tunda bayar proyek ini bukan semata-mata karena rencana pinjaman daerah ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melainkan tekanan fiskal daerah yang berkurang akibat penundaan penyaluran dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

"Sebenarnya kan bukan karena faktor pendapatan yang tidak meningkat. Faktornya kan karena dana DBH-nya ditunda pembayarannya. Ya, nanti mungkin suatu saat akan diberikan," ucapnya.

2. Infrastruktur tidak digeser

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Di sisi lain, KDM juga memastikan, proyek infrastruktur yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat tidak akan digeser. Namun, untuk keperluan lain yang tidak begitu penting akan dilakukan pergeseran.

"Enggak, infrastruktur enggak digeser. Tetap dilaksanakan sekarang. Belanja-belanja lain yang menurut kami itu tidak urgen, itu digeser tahun depan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono mengatakan, berdasarkan laporan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kondisi kas Pemprov Jabar masih relatif normal. Namun, kondisi itu dipengaruhi banyaknya kegiatan yang belum direalisasikan, dengan sisa kas daerah sekitar Rp9,6 triliun.

"Ya, kalau dari laporan arus kas ya, informasi yang disampaikan oleh TAPD kondisi saat ini sebenarnya masih normal-normal saja. Tapi dengan catatan banyak kegiatan yang belum dijalankan," ujar Ono, Senin (19/10/2026).

3. Total proyek yang sudah berkontrak dan berjalan mencapai Rp12,1 triliun

Ono Surono (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Di sisi lain, Pemprov Jabar harus segera membayar kegiatan senilai sekitar Rp2,1 triliun yang sudah berkontrak dan berjalan. Kegiatan tersebut sebelumnya direncanakan dibiayai melalui pinjaman daerah.

Ono mengatakan, kewajiban yang sudah berjalan itu kemungkinan akan dibayar menggunakan kas yang tersedia. Kondisi tersebut, berpotensi mempersempit ruang anggaran untuk membiayai program lain yang belum terlaksana.

"Tinggal tadi, ada beberapa kegiatan yang sudah berkontrak dan sudah berjalan yang nilainya Rp2,1 triliun, itu yang tentunya harus dibayarkan segera," ucapnya.

Sementara itu Presiden Prabowo Subianto berjanji aliran dana dari pemerintah pusat ke kabupaten-provinsi akan lebih besar selama masa pemerintahannya dibandingkan periode sebelumnya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

"Dan para bupati dan para gubernur, ya, jangan khawatir, saudara-saudara, ya, bukan, bukan kita kurangi uang ke kabupatenmu," kata Prabowo dalam sambutannya.

Dia juga menyatakan akan membuktikan dana yang mengalir ke kabupaten dan provinsi pada masa pemerintahannya lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, penyaluran dana ke daerah pada tahun mendatang juga akan ditingkatkan.

"Ya, nanti saya buktikan uang yang mengalir ke kabupatenmu, ke provinsimu itu jauh lebih di zaman saya memerintah daripada sebelumnya, betul? Dan tahun akan datang, saya yakini akan lebih banyak lagi kita salurkan, seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat rakyat," ujar Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article