Bandung, IDN Times – Setelah berbulan-bulan berpacu dengan krisis sampah, Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan strategi yang berbeda. Jika selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada proyek besar seperti Tempat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), kini Pemkot Bandung juga mulai mendorong pengolahan sampah skala kecil dan menengah langsung di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Langkah tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan perkembangan terbaru penanganan sampah di Kota Bandung. Menurut dia, Pemkot akan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Pindad, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk membahas pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang dapat ditempatkan lebih dekat dengan sumber timbulan sampah.
"Sore ini saya akan rapat dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dirut Pindad, dan Rektor ITB untuk membahas teknologi-teknologi baru berkapasitas kecil dan menengah yang bisa ditempatkan di wilayah kelurahan dan kecamatan," kata Farhan.
Strategi tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Pemkot Bandung dalam menangani persoalan sampah. Alih-alih hanya mengandalkan fasilitas pengolahan berkapasitas besar, kota ini mulai membangun sistem yang lebih terdistribusi agar sampah bisa diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya.
Langkah itu dinilai penting karena Bandung masih menghadapi persoalan mendasar: menjadi satu-satunya kota di Jawa Barat yang tidak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) sendiri dan masih bergantung pada fasilitas di luar wilayahnya.
