Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Enam SD di Bandung Akan Uji Coba Program Makan Gratis
ilustrasi kegiatan wisuda siswa Happy Bear Preschool (youtube.com/Happy Bear Preschool Jogjakarta)

Bandung, IDN Times - Kota Bandung terpilih menjadi salah satu kota pilot project Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah yang dilaksanakan oleh Indonesia Food Security Review (IFSR). Rencananya, IFSR menyiapkan 2.500 porsi makanan bergizi gratis bagi siswa di enam sekolah di Kecamatan Arcamanik Kota Bandung selama 90 hari mulai Juli hingga September 2024 mendatang.

Keenam sekolah yang terpilih menjadi lokus program tersebut yakni:

1. SDS Rancakasumba, Kelurahan Cisaranten Kulon
2. SDN 004 Cisaranten Kulon, Kelurahan Cisaranten Kulon
3. SDN 244 Guruminda, Kelurahan Cisaranten Kulon
4. SDN 180 Prakasa Nugraha, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan
5. SMP Langlangbuana 2, Kelurahan Sukamiskin
6. SDN 181 Sukamiskin, Kelurahan Sukamiskin.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, Pemkot Bandung akan mendukung program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Menurutnya, kolaborasi ini sebagai upaya mempersiapkan anak didik yang berkualitas serta sehat secara jasmani, rohani dan keuangannya.

Hal ini juga sejalan dengan upaya pencegahan stunting.

"Atas nama Pemerintah Kota Bandung tentunya kami sangat mendukung program ini yang akan dilaksanakan oleh IFSR. Pemerintah sangat mengharapkan bagaimana kami bisa bekerja sama berkolaborasi dalam mempersiapkan anak-anak didik kita yang berkualitas sehat jasmaninya, sehat rohaninya, dan sehat keuangannya," kata Hikmat, Senin (13/5/2024).

1. Dikolaborasikan dengan kegiatan buruan sae

IDN Times/Debbie Sutrisno

Program ini juga dapat dikolaborasikan dengan program ketahanan pangan Kota Bandung yakni Buruan Sae. Nantinya masyarakat yang sudah menjalankan kegiatan Buruan Sae bisa ikut membantu pemenuhun makanan siswa.

"Ini juga berkorelasi dengan program stunting yang selama ini menjadi program nasional. Kami dari Pemkot Bandung berterima kasih, kami akan koordinasi berikutnya terkait teknis," ungkapnya.

Hikmat juga mendorong beberapa hal terkait program ini mulai dari higenitas, pengemasan hingga sanitasi. Dengan begitu program ini dapat berjalan maksimal.

"Makanan harus dijaga higienisnya. Saran menu dan tampilan harus kekinian sehingga anak antusias. Dari mulai penyajian dan tata kelola teknologi pangan harus menarik, karena program ini akan menasional," ujarnya

2. Sejalan dengan program presiden terpilih

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IFSR, Alfatehan Septianta mengungkapkan, Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah telah dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi. Ini juga merupakan uji coba program unggulan yang akan digulirkan presiden terpilih.

"Presiden terpilih sudah berkomitmen terkait Makan Bergizi Gratis di sekolah. Kami sudah running di Kecamatan Warungkiara Sukabumi sudah jalan hampir lima bulan," ujarnya.

Ia menerangkan, program ini merupakan salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM). Dalam program ini akan terdapat enam aktivitas utama yakni:

1. Pemberian makan dan susu gratis dan bergizi kepada siswa dan guru setiap hari ajar,
2. Penyuluhan terkait hidup sehat dan bergizi untuk keluarga,
3. Melakukan pengukuran dampak dan monitoring evaluasi,
4. Pemberdayaan komunitas sebagai pekerja pada program,
5. Pemberdayaan penyuplai bahan pangan lokal,
6. Manajemen daur ulang dan nol sampah.

"Sudah kurang lebih ada lima komoditas yang bisa diterima dari Buruan Sae," ujarnya.

3. Ada sepuluh daerah jadi prioritas

Pembagikan sepatu kepada siswa-siswi SD & SMP di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Secara teknis, tim IFSR akan membentuk dapur umum dan memasak makanan dengan bahan pangan lokal untuk seterusnya didistribusikan ke sekolah penerima manfaat.

Ia mengatakan, IFSR juga akan melakukan implementasi uji coba program makan siang di beberapa sekolah di sepuluh kabupaten/kota usulan prioritas. "Secara jangka panjang kami berharap program ini dapat meningkatkan derajat kesehatan dan peningkatan akademik siswa," katanya.

Editorial Team

Related Article