Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekosistem Pariwisata Jabar Tetap Menarik di Tengah Tekanan Ekonomi
Kegiatan Danamon Travel Fair di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times – Perlambatan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat dinilai belum menghilangkan minat untuk berwisata bari di dalam negeri mapun ke luar negeri. Di tengah tekanan daya beli, kebutuhan untuk beristirahat sejenak atau healing masih menjadi salah satu alasan masyarakat tetap menyisihkan anggaran untuk melakukan perjalanan, terutama ke destinasi wisata yang dekat dan menawarkan pengalaman berbeda.

Potensi tersebut dinilai masih dimiliki Jawa Barat yang mempunyai beragam destinasi alam maupun wisata buatan. Melihat kondisi itu, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menggelar Danamon Travel Fair di Bandung sebagai salah satu dari tujuh kota penyelenggara, dengan menghadirkan berbagai penawaran perjalanan dan solusi transaksi bagi nasabah.

"Di situasi seperti ini, di kondisi ekonomi kayak gini, mereka tetap butuh healing. Dan kebetulan kalau di Jawa Barat ini kan banyak tempat-tempat yang cantik. Even saya kalau datang lagi ke Ciumbuleuit saja sekarang sudah bentuknya sudah berubah. Even mau ke Punclut pun tempatnya masih rapi, Lembang juga masih bagus. Jadi banyak sekali tempat-tempat wisata di Jawa Barat," ujar Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, Jumat (24/7/2026).

1. Pariwisata bisa menjadi penopang ekonomi domestik

Kegiatan Danamon Travel Fair di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ivan mengatakan, sektor pariwisata masih memiliki peluang besar untuk terus tumbuh karena tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi ekonomi global. Menurutnya, ketika aktivitas ekonomi dunia mengalami perlambatan, perjalanan wisata domestik tetap berpotensi menjadi salah satu penggerak perputaran ekonomi di dalam negeri.

"Dan kalau melihat bahwa aduh di situasi ekonomi ini seperti apa, salah satu sebenarnya yang bisa mendukung perekonomian Indonesia yang tidak tergantung dengan hiruk-pikuk di luar itu adalah pariwisata," katanya.

Menurutnya, Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut. Selain memiliki destinasi wisata alam yang beragam, sejumlah kawasan wisata di Bandung Raya juga terus berkembang sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan.

2. Tren bepergian masih tumbuh meski masyarakat lebih selektif

Kegiatan Danamon Travel Fair di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Optimisme terhadap sektor perjalanan, kata Ivan, juga terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Ia mencontohkan tren kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

"Kalau secara nasional dulu saya ambil contoh misalnya data untuk jumlah wisatawan Indonesia yang ke Jepang. Tahun 2024 itu setahun sekitar 500 ribu. Pada 2025 angka itu naik lebih dari 650 ribu orang. Dan di tahun 2026 ini diprediksi 750 ribu sampai 800 ribu, jadi kenaikannya itu di atas 15 persen terus," katanya.

Meski demikian, Ivan mengakui perubahan kondisi ekonomi membuat masyarakat kini lebih selektif dalam menentukan perjalanan. Menurutnya, kelompok masyarakat menengah hingga atas masih memiliki kemampuan untuk berwisata, sementara kelompok lain cenderung lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Karena itu, Danamon menilai kebutuhan terhadap layanan maupun solusi keuangan untuk mendukung aktivitas perjalanan masih tetap terbuka.

3. Travel Fair jadi sarana mengenalkan solusi transaksi perjalanan

Kegiatan Danamon Travel Fair di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dalam kegiatan Danamon Travel Fair, perusahaan tidak hanya menawarkan berbagai promo perjalanan, tetapi juga memperkenalkan layanan transaksi yang dinilai dapat mempermudah masyarakat saat bepergian ke luar negeri.

Salah satunya melalui Danamon Global Currency Card yang memungkinkan nasabah bertransaksi menggunakan 12 mata uang asing dalam satu kartu debit. Dengan fasilitas tersebut, nasabah dinilai tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar maupun menukarkan uang di money changer sebelum berangkat.

"Jadi kartu debit Global Currency Card itu satu kartu dengan buka satu rekening saja langsung terbuka otomatis 12 mata uang asing, termasuk ada US Dollar, Japanese Yen, Saudi Riyal itu juga terbuka. Jadi tujuannya di sini juga kami juga ingin mengenalkan terus mengenalkan solusi dari kami kepada para nasabah, kepada masyarakat bahwa sekarang ini dunianya sudah berubah," ujar Ivan.

Selain memperkenalkan layanan tersebut, Danamon Travel Fair yang digelar pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2026 di tujuh kota juga menghadirkan sejumlah penawaran perjalanan, termasuk potongan harga paket wisata, haji dan umrah, serta berbagai promo transaksi yang berlaku selama kegiatan berlangsung.

Editorial Team

Related Article