Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Bulan Lagi Bebas, Napi di Sukabumi Malah Kabur Saat Asimilasi
Lapas Sukamiskin (jabar.kemenkumham.go.id)
  • Narapidana pencurian dengan pemberatan, Patah alias Acil, kabur dari Lapas Kelas IIB Warungkiara, Sukabumi, pada 17 Agustus 2026 saat menjalani program asimilasi.
  • Acil yang dijadwalkan bebas dua bulan lagi bekerja di lahan SAE. Ia diduga kabur setelah ditegur petugas karena bermain ponsel saat asimilasi.
  • Petugas lapas bersama kepolisian masih mencari Acil. Sementara itu, petugas jaga diperiksa dan akan dikenai sanksi bila terbukti lalai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
17/8/2026

Patah alias Acil melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani asimilasi.

20/8/2026

Kakanwil Ditjenpas Jabar Yudi Suseno mengonfirmasi pelarian tersebut. Petugas kepolisian dilibatkan untuk mencari Acil, sementara petugas jaga diperiksa.

dua bulan lagi

Acil seharusnya akan bebas dari lapas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Narapidana pencurian dengan pemberatan, Patah alias Acil, melarikan diri saat menjalani program asimilasi di Lapas Kelas IIB Warungkiara.
  • Who?
    Patah alias Acil sebagai narapidana yang kabur; Yudi Suseno selaku Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat; petugas lapas dan kepolisian terlibat dalam pencarian serta pemeriksaan.
  • Where?
    Pelarian terjadi di area Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Kelas IIB Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
  • When?
    Acil melarikan diri pada Senin, 17 Agustus 2026. Kejadian tersebut dikonfirmasi Yudi Suseno pada Kamis, 20 Agustus 2026.
  • Why?
    Acil diduga kabur setelah mendapat teguran petugas karena bermain ponsel saat asimilasi, dengan kekhawatiran pelanggaran itu memengaruhi penilaian Tim Pengamat Pemasyarakatan.
  • How?
    Saat bekerja dalam kegiatan SAE, Acil memanfaatkan kesempatan untuk meninggalkan lapas. Petugas bersama kepolisian masih melakukan pencarian, sementara petugas jaga diperiksa terkait kemungkinan kelalaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Patah alias Acil, seorang napi pencurian, kabur dari penjara Warungkiara di Sukabumi saat ikut kegiatan kerja. Ia tinggal dua bulan lagi bebas. Petugas menegurnya karena bermain ponsel. Acil diduga takut nilainya jadi jelek lalu lari. Polisi dan petugas sekarang sedang mencarinya. Petugas jaga juga sedang diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meski insiden pelarian terjadi, respons pihak pemasyarakatan menunjukkan adanya mekanisme pengawasan dan akuntabilitas. Narapidana tersebut sedang mengikuti kegiatan kerja dalam program asimilasi, sementara pencarian melibatkan kepolisian dan petugas jaga diperiksa secara terbuka. Penegasan bahwa kelalaian akan dikenai sanksi mencerminkan komitmen menjaga aturan program.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Seorang narapidana atau warga binaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan bernama Patah alias Acil melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (17/8/2026). Terpidana tersebut lari saat sedang menjalani asimilasi.

Kabar ini pun dibenarkan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Jabar, Yudi Suseno. Dia memastikan informasi tersebut benar adanya di mana salah seorang warga binaan di Lapas Sukamiskin kabur saat masa asimilasi.

"Iya (betul ada narapidana melarikan diri)" kata Yudi, ketika dikonfirmasi pada Kamis (20/8/2026).

Yudi menyebut Acil sebenarnya akan bebas dari lapas dua bulan lagi dan sedang menjalani program asimilasi di Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang ada di Lapas IIB Warungkiara.

"Napi yang lari sebetulnya sudah kerja di kegiatan sarana asimilasi dan edukasi di lahan SAE," ujar dia.

Ketika sedang menjalani asimilasi, Acil didapati petugas sedang bermain ponsel dan mendapat teguran. Diduga, dikarenakan khawatir teguran itu berpengaruh terhadap penilaian asimilasi yang dilakukan oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Acil memutuskan untuk kabur dari lapas.

"Mungkin karena kepikiran terus, jadinya galau karena komitmen yang kerja di program tersebut kan tidak boleh melanggar aturan, jadi ambil kesempatan untuk kabur," ujar dia.

Yudi memastikan Acil sedang dicari dengan melibatkan petugas dari kepolisian. Diharapkan, Acil dapat segera ditemukan.

Di sisi lain, sambung Yudi, petugas jaga sedang diperiksa. Apabila nantinya ditemukan ada unsur kelalaian, dipastikan akan ada sanksi yang dikenakan.

"Untuk kesalahan, jika terbukti ada, sekecil apapun pasti ada sanksi," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article