Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Restoran 88 SEOUL di Bandung Tutup Sementara Usai Kasus Keracunan

Kota Bandung
3 min read
Restoran 88 SEOUL di Bandung Tutup Sementara Usai Kasus Keracunan
Restoran 88 SEOUL di Bandung Tutup Sementara Usai Kasus Konsumen Keracunan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Restoran 88 SEOUL di Mal 23 Paskal Bandung tutup sementara pada 7-8 Oktober 2026 untuk pembersihan, sanitasi menyeluruh, dan evaluasi standar operasional setelah dugaan keracunan.
  • Polisi mendalami laporan 24 konsumen yang mengalami sakit perut, mual, muntah, dan diare. Dinkes Bandung masih membuka kanal pelaporan serta memantau kondisi kesehatan pelapor.
  • Inspeksi Dinkes menemukan aspek higiene, sanitasi, penyimpanan bahan, dan SOP yang perlu diperbaiki. Investigasi terkendala karena restoran tidak menyimpan sampel makanan untuk diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Restoran 88 SEOUL di Mal 23 Paskal tutup sementara usai adanya dugaan kasus keracunan pada puluhan konsumennya. Marketing General Manager 88 SEOUL, Sarah Merci, mengatakan operasional restoran selama rentang tanggal 7 hingga 8 Oktober 2026.

"Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk melakukan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh, serta evaluasi terhadap proses dan standar operasional di gerai," kata dia, Rabu (7/10/2026).

Sarah pun menyampaikan permintaan maaf kepada para pembeli yang merasa tak nyaman atas layanan yang diberikan. Namun, dia menegaskan kualitas layanan selalu dikedepankan dalam melayani para pembeli.

"Kepada pelanggan yang mengalami kondisi dan pengalaman yang tidak menyenangkan setelah berkunjung ke 88 SEOUL Paskal, Bandung, kami menyampaikan permohonan maaf," ucap dia.

  1. 1. Polisi ikut dalami kasus dugaan keracunan

    WhatsApp Image 2026-10-06 at 6.55.32 PM (1).jpeg
    Dinkes Bandung Investigasi Kasus Diduga Keracunan di Sebuah Restoran. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Polisi mulai melakukan pendalaman terkait 24 orang yang melapor telah mengalami dugaan keracunan usai menyantap makanan di restoran 88 SEOUL, Kota Bandung. Kapolsek Andir, AKP Anggy Prasetyo.

    "Iya kami masih mendalaminya," kata Kapolsek Andir, AKP Anggy Prasetyo, singkatnya.

    Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pemkot Bandung, Dewi Primasari, mengatakan pihaknya masih membuka kanal bagi masyarakat yang hendak melapor. Dengan demikian, angka tersebut kemungkinan masih akan bertambah.

    Adapun dari laporan yang diterima, Dewi mengatakan, gejala yang dialami oleh masyarakat yaitu sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Saat ini, Dinkes masih memantau kondisi kesehatan mereka.

  2. 2. Dinkes sudah lakukan inspeksi

    WhatsApp Image 2026-10-06 at 6.02.02 PM.jpeg
    Ratusan Warga Diduga Keracunan Usai Makan di Restoran 88 Seoul Kawasan 23 Paskal, Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Selain itu, Dinkes juga telah melakukan inspeksi ke restoran 88 SEOUL. Hasil pemeriksaan awal, Dinkes menemukan sejumlah aspek higiene dan sanitasi restoran yang masih perlu diperbaiki.

    Aspek yang diperiksa mencakup penataan lokasi, peralatan, bahan makanan, hingga penerapan prosedur operasional standar (SOP). Dinkes juga menyoroti penerapan sistem first in first out (FIFO) maupun first expired first out (FEFO) dalam penyimpanan dan penggunaan bahan makanan.

    Dewi mengatakan, rekomendasi perbaikan telah disampaikan kepada pihak restoran. Selanjutnya, Dinkes akan melakukan pemantauan untuk memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti.

    "Biasanya kalau ada kasus seperti ini kita agak lebih intensif pemantauannya," kata dia.

  3. 3. Sampel makanan tidak tersedia untuk diperiksa

    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

    Proses investigasi dugaan keracunan makanan tersebut menghadapi kendala. Restoran yang diperiksa ternyata tidak menyimpan sampel makanan. Padahal, sampel makanan dapat membantu proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan penyebab gangguan kesehatan yang dialami konsumen.

    “Idealnya itu seharusnya ada pemeriksaan sampel, tetapi ternyata restoran ini tidak menyimpan sampel. Jadi tadi masih sebatas edukasi,” kata Dewi.

    Dinkes Kota Bandung telah memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola restoran. Pemantauan selanjutnya akan dilakukan bersama puskesmas untuk memastikan rekomendasi tersebut ditindaklanjuti.

    Pengawasan juga akan dilakukan secara lebih intensif mengingat adanya laporan dugaan kasus keracunan makanan. “Biasanya kalau ada kasus seperti ini kita agak lebih intensif pemantauannya,” ujarnya.

    Dewi mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari restoran tersebut agar segera melapor kepada puskesmas terdekat atau melalui kanal resmi Dinkes Kota Bandung. Dinkes masih membuka pelaporan dari masyarakat sembari melakukan penelusuran terhadap kasus yang telah dilaporkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More