Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sambangi Sekolah Rimba, Muhaimin Dorong Pesantren Mandiri Ekonomi

Kab. Bandung
4 min read
Sambangi Sekolah Rimba, Muhaimin Dorong Pesantren Mandiri Ekonomi
Sambangi Sekolah Rimba, Menko Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan. Dok Istimewa
  • Muhaimin Iskandar mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan, dengan membekali santri karakter, keterampilan, dan kemampuan menciptakan peluang dari potensi lokal.
  • Sekolah Rimba Indonesia memadukan kurikulum nasional, Al-Qur'an, permakultur, serta praktik pertanian, peternakan, maggot, pengolahan limbah, kopi, dan pembuatan produk.
  • Kawasan Kampung Pemuda mengembangkan kopi Arabika dan model kolaborasi anak muda yang diharapkan diperluas antardaerah, dengan dukungan akses serta pendampingan pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mendatangi Sekolah Rimba Indonesia yang dikembangkan Yayasan Pemuda Hijrah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). Dalam diskusi dengan para pengajar dan murid, dia mendorong pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga ruang pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, pesantren bisa membekali santri dengan keterampilan sekaligus kemampuan melihat peluang dari potensi yang ada di lingkungan sekitar.

"Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar. Pesantren bisa menjadi ruang untuk membangun manusia yang punya karakter, keterampilan, kemampuan melihat peluang, dan pada akhirnya mampu mandiri," ujar Muhaimin.

Kunjungan tersebut memperlihatkan model pendidikan yang memadukan kurikulum nasional, pendidikan Al-Qur'an, permakultur, dan pembelajaran berbasis keterampilan hidup. Para santri juga dilibatkan dalam pertanian, peternakan, pengolahan limbah, pengembangan kopi, hingga pembuatan produk

  1. 1. Harus banyak peluang bisa diciptakan

    WhatsApp Image 2026-10-06 at 6.51.40 PM.jpeg
    Sambangi Sekolah Rimba, Menko Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan. Dok Istimewa

    Muhaimin menilai, pendidikan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Pendidikan juga harus membantu anak-anak mengenali minat dan potensi, mengembangkan keterampilan, serta berani mencoba dan menciptakan sesuatu.

    "Yang penting dalam pemberdayaan adalah bagaimana anak-anak ini tidak hanya disiapkan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang dan mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya," katanya.

    Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat. Pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan potensi lokal.

    Di Pesantren konsep tersebut diterapkan melalui berbagai kegiatan produktif. Santri tidak hanya mengikuti pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga belajar mengelola sumber daya yang tersedia di kawasan tersebut.

    Kegiatan pertanian berkelanjutan, peternakan, budidaya maggot, pengolahan limbah menjadi kompos, hingga pengembangan produk menjadi bagian dari proses pembelajaran.

  2. 2. Kembangkan produk sesuai karakteristik daerah

    IMG_20260818_105136.jpg
    26 Ton Kopi Java Halu Bandung Barat Diekspor ke Benua Eropa. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Salah satu potensi ekonomi yang dikembangkan di kawasan Pesantren adalah komoditas kopi Arabika. Perkebunan kopi seluas sekitar 12,7 hektare ditambah 2 hektare lahan baru dikelola bersama Kelompok Tani Putra Manglayang yang beranggotakan 31 orang.

    Pada 2026, produksi kopi dari kawasan tersebut mencapai sekitar 50 ton. Namun, baru sekitar 14 ton yang diserap untuk diolah menjadi berbagai produk. Sementara sekitar 36 ton lainnya masih dijual dalam bentuk bahan mentah.

    Kondisi itu menunjukkan masih terbuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi melalui penguatan pascapanen, pengolahan, pengemasan, hingga perluasan akses pasar.

    "Di sini kita melihat bagaimana potensi lokal bisa menjadi sumber pemberdayaan. Bukan hanya menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk mengolah, meningkatkan nilai tambah, dan mendapatkan manfaat yang lebih besar," ujar Muhaimin.

    Menurut Muhaimin, model tersebut dapat dikembangkan sesuai karakteristik masing-masing daerah. Tidak harus selalu berupa komoditas kopi, tetapi bisa melalui pertanian, peternakan, usaha kreatif, pengelolaan lingkungan, maupun sektor lain yang memiliki potensi ekonomi.

  3. 3. Kampung Pemuda ingin diperluas ke berbagai daerah

    WhatsApp Image 2026-10-06 at 6.51.40 PM (1).jpeg
    Sambangi Sekolah Rimba, Menko Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan. Dok Istimewa

    Penggagas dan Pendiri kawasan Kampung Pemuda, Ustaz Hanan Attaki, mengatakan pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari perjalanan gerakan Pemuda Hijrah sejak 2015. Menurut Hanan, gerakan tersebut telah melewati sejumlah tahap, mulai dari membangun tren hingga menciptakan model ruang kolaborasi bagi anak muda.

    "Periode pertama kami membuat tren, alhamdulillah pada 2015 sampai 2020 lahir tren hijrah di Indonesia. Periode kedua kami membuat model dan lokasi. Kawasan ini salah satunya, sebuah kawasan kolaboratif anak muda. Kalau di kota namanya youth space, karena kami di pegunungan, kami menyebutnya Kampung Pemuda," ujar Hanan.

    Ia mengatakan model tersebut ke depan diharapkan dapat dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Bentuknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter wilayah, seperti melalui Islamic center, masjid, maupun lingkungan kampung.

    "Harapan kami setelah ini bisa scale up di seluruh Indonesia. Ini bukan franchise, tetapi movement. Silakan ditiru dan dikembangkan secara gratis sesuai kebutuhan daerah masing-masing," katanya.

    Muhaimin pun menilai gerakan pemberdayaan yang telah tumbuh di masyarakat tidak perlu diambil alih pemerintah. Menurutnya, pemerintah justru perlu memberikan akses, pendampingan, dan membuka ruang kolaborasi agar dampaknya semakin luas.

    "Pemberdayaan itu bukan membuat masyarakat bergantung, tetapi membuat masyarakat punya kemampuan untuk berdiri sendiri. Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu ruang tumbuhnya kemandirian itu," kata Muhaimin.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More