Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengamat Dorong LUTD PLN Jabar Jadi Motor Ekonomi Masyarakat

Kota Bandung
4 min read
Pengamat Dorong LUTD PLN Jabar Jadi Motor Ekonomi Masyarakat
PLN meningkatkan kapasitas peralatan di dua gardu induk (GI) 150 kV di wilayah Salatiga untuk menghadapi lonjakan beban listrik di masa mendatang. (dok. PLN)
  • Pengamat Unpad menilai LUTD PLN Jabar perlu dilanjutkan dengan pemberdayaan agar akses listrik mendorong produktivitas, pendapatan, dan kemandirian ekonomi keluarga.
  • PLN disarankan menghubungkan LUTD dengan UMKM melalui pelatihan, fasilitas produksi, pembiayaan, digitalisasi, dan akses pasar, serta melibatkan pemerintah daerah sesuai potensi wilayah.
  • Pelanggan bisnis PLN Jabar tumbuh 11,32 persen pada semester I 2026 menjadi 1.054.347; PLN memperkuat jaringan, termasuk GI Jampang Kulon, untuk menopang ekonomi Selatan Sukabumi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa Barat dinilai memiliki potensi lebih besar dari sekadar menghadirkan sambungan listrik bagi masyarakat. Program tersebut dinilai bisa dikembangkan menjadi pintu masuk untuk mendorong produktivitas, penguatan UMKM, hingga peningkatan pendapatan keluarga penerima manfaat.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Bonti Wiradinata, mengatakan ketersediaan listrik merupakan tahap awal yang perlu dilanjutkan dengan berbagai program pemberdayaan agar manfaatnya bisa berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Stabilitas listrik adalah sebuah output, pintu awal untuk mendorong initial outcome dan ultimate outcome,” kata Bonti melalui siaran pers dikutip IDN Times, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, keberadaan listrik memungkinkan masyarakat menjalankan berbagai aktivitas yang sebelumnya terbatas. Selain kebutuhan sehari-hari, energi listrik dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif di tingkat keluarga.

Mulai dari menggunakan peralatan produksi, menyimpan bahan makanan, menjalankan usaha rumahan, hingga memanfaatkan perangkat digital bisa dilakukan setelah masyarakat memiliki akses listrik yang stabil. Karena itu, keberhasilan LUTD menurutnya tidak cukup hanya diukur dari jumlah rumah tangga yang mendapatkan sambungan listrik.

Dampak lanjutan seperti peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian ekonomi keluarga juga perlu menjadi perhatian. “Ketika listrik hadir di suatu daerah, harus ada program lanjutan untuk membangun ekosistem yang integratif,” ujarnya.

Bonti menilai ekosistem tersebut penting agar masyarakat tidak berhenti sebagai konsumen energi, tetapi dapat menjadikan listrik sebagai salah satu modal untuk menghasilkan pendapatan.

  1. 1. LUTD bisa terhubung dengan pengembangan UMKM

    pln, pln salatiga, transmisi pln, petugas pln, gardu listrik
    PLN meningkatkan kapasitas peralatan di dua gardu induk (GI) 150 kV di wilayah Salatiga untuk menghadapi lonjakan beban listrik di masa mendatang. (dok. PLN)

    Bonti mengatakan PLN UID Jawa Barat dapat mengembangkan LUTD dengan menghubungkan akses listrik dan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi di setiap daerah. Dukungan tersebut bisa diberikan melalui pelatihan, penyediaan fasilitas produksi, teknologi, pembiayaan, hingga akses pasar.

    Misalnya, pelaku usaha rumahan yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam produksi dapat memanfaatkan peralatan berbasis listrik untuk meningkatkan kapasitas usahanya. Dengan begitu, manfaat program tidak berhenti ketika listrik tersambung ke rumah warga. Ada aktivitas ekonomi yang tumbuh setelahnya.

    “Ekosistemnya bisa mencakup UMKM, alat produksi, pembiayaan, digitalisasi, pelatihan, hingga akses pasar,” kata Bonti.

    Menurut dia, pemerintah daerah juga perlu dilibatkan dalam pengembangan program. Sebab, pemerintah daerah memiliki informasi mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di masing-masing wilayah.

  2. 2. Akses listrik dan internet perlu berjalan beriringan

    WhatsApp Image 2026-09-23 at 14.29.24.jpeg
    Program Electrifying Agriculture menjadi bentuk dukungan PLN kepada Kelompok Tani Berkah Sakabeh di Desa Cicau, Kabupaten Bekasi, dengan memanfaatkan energi listrik untuk sistem pengairan lahan pertanian. Penggunaan pompa berbasis listrik membantu memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi, khususnya pada musim kemarau, sehingga kegiatan pertanian dapat berjalan lebih optimal dan efisien. (dok. PLN)

    Selain mendukung aktivitas produksi, Bonti menilai akses listrik perlu diikuti dengan akses internet dan teknologi digital. Keduanya dapat membuka peluang masyarakat untuk mendapatkan informasi, memperluas pasar, menggunakan layanan keuangan, hingga mengembangkan usaha secara digital.

    Namun, pemanfaatan teknologi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan literasi. Menurut Bonti, masyarakat perlu mendapatkan pendampingan agar teknologi tidak hanya digunakan untuk konsumsi, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas.

    Dalam konteks tersebut, LUTD dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem pemberdayaan yang lebih luas. Bonti menilai pendekatan itu dapat mengubah orientasi program dari sekadar “listrik masuk” menjadi “listrik menghasilkan”.

  3. 3. Jumlah pengguna listrik di Jabar terus meningkat

    IMG_20260827_121431.jpg
    Tempat penyimpanan (cold storage) milik Ade Farhrudin di Jampang Kulon. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Sebelumnya, Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan penguatan infrastruktur tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan seiring dengan kesiapan jaringan. PLN ingin memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan beriringan dengan kesiapan infrastrukturnya.

    Dengan sistem yang semakin kuat dan andal, PLN dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai potensi usaha di wilayah Selatan Jawa Barat.

    Joharifin menambahkan, karakter geografis Jawa Barat yang luas dan beragam membutuhkan perencanaan serta investasi infrastruktur yang berkelanjutan, termasuk untuk wilayah dengan tantangan geografis seperti Selatan Sukabumi.

    “Jawa Barat memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik yang beragam. Karena itu, membangun sistem kelistrikan yang andal membutuhkan perencanaan, investasi infrastruktur, dan kolaborasi dengan banyak pihak. Kami terus memperkuat jaringan agar kebutuhan listrik masyarakat dapat dilayani, termasuk hingga wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis,” kata dia.

    Menurutnya, jumlah pelanggan bisnis PT PLN UID Jawa Barat tumbuh 11,32 persen secara tahunan (yoy) pada semester I/2026 menjadi 1.054.347 pelanggan dari 947.135 pelanggan pada periode yang sama. pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri menunjukkan aktivitas sektor produktif di Jawa Barat terus berkembang. Ke depan, PLN UID Jawa Barat akan memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan produktivitas daerah.

    Dengan beroperasinya GI Jampang Kulon, PLN berharap penguatan sistem kelistrikan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan pelanggan, pengembangan usaha, dan investasi di Selatan Sukabumi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan energi dan ikut menggerakkan potensi ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More