ilustrasi garis polisi (pexels.com/@siobhan-howerton-178250/)
Petaka terkuak saat I kembali ke lokasi setelah selesai mengantarkan penumpangnya. Langkah I terhenti tatkala disambut teriakan histeris seorang petugas kebersihan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Ketika dihampiri, I mendapati rekannya sudah tergeletak tak berdaya dengan luka parah di bagian kepala belakang. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat berupa tindakan operasi.
"Pas I balik lagi ke TKP, ternyata korban sudah terkapar berlumuran darah di leher belakang. Tukang sampah di situ teriak-teriak sambil manggil I yang baru datang. Informasinya iya (akibat) senjata api. Sekarang pasien baru mau ditindak operasi," ungkap Hata.
Hingga saat ini, sosok pelaku penembakan masih misterius. Di kalangan pengemudi ojol Sukabumi, beredar spekulasi bahwa penembakan tersebut menduga aksi brutal geng motor yang salah sasaran. Para komunitas ojol pun kini bergerak membantu menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Menanggapi peristiwa berdarah ini, pihak komunitas mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini serta meningkatkan patroli dan fasilitas pencahayaan di titik-titik rawan Kota Sukabumi.
"Informasi selentingan ada yang bilang masih geng motor, ada juga yang sebut salah sasaran. Kami berharap pelaku segera ditangkap. Perlu adanya patroli yang lebih giat lagi dari kepolisian, pastikan di tempat-tempat gelap seperti itu dipasang pencahayaan lampu," kata Hata.