Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPRD Jabar Janji Bawa Tuntutan Mahasiswa soal Karhutla-MBG ke DPR RI
Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • DPRD Jawa Barat menerima aspirasi mahasiswa Bandung saat aksi Sumpah Pemuda ke-98 dan berjanji meneruskannya sebagai rekomendasi kepada DPR RI.

  • Mahasiswa menuntut karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional, evaluasi program Makan Bergizi Gratis, serta pemisahan anggaran MBG dari anggaran pendidikan.

  • Rekomendasi akan ditandatangani pimpinan DPRD Jabar, dikirim ke DPR RI secara digital, dan diserahkan langsung oleh utusan dengan tanda terima.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
28 Oktober 2026

DPRD Jawa Barat menerima tuntutan mahasiswa dalam aksi peringatan Sumpah Pemuda di Bandung. Tuntutan mencakup penetapan karhutla sebagai bencana nasional serta evaluasi dan pemisahan anggaran program MBG dari anggaran pendidikan.

besok

DPRD Jabar akan mengirim utusan ke Jakarta untuk menyerahkan rekomendasi tuntutan mahasiswa kepada Sekretariat Jenderal DPR RI dengan tanda terima.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    DPRD Jawa Barat menerima tuntutan mahasiswa yang mencakup penetapan karhutla sebagai bencana nasional, evaluasi program Makan Bergizi Gratis, pemisahan anggaran MBG dari pendidikan, serta isu pendidikan, kesehatan, hukum, dan lapangan kerja.
  • Who?
    Puluhan mahasiswa dari STHB, Unisba, Unipi, gabungan enam BEM di Kota Bandung, dan Serikat Aksi Mahasiswa Jawa Barat menyampaikan tuntutan. Muhamad Sidkon Djampi dari Fraksi PKB DPRD Jabar menerima massa.
  • Where?
    Aksi dan penerimaan tuntutan berlangsung di depan Kantor DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Rekomendasi direncanakan dikirim dan diserahkan kepada Sekretariat Jenderal DPR RI di Jakarta.
  • When?
    Tuntutan diterima pada Rabu, 28 Oktober 2026, saat aksi peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. DPRD Jabar menyatakan utusan akan berangkat ke Jakarta pada hari berikutnya.
  • Why?
    Mahasiswa meminta pemerintah lebih serius menangani karhutla, mengevaluasi MBG, menjaga alokasi anggaran pendidikan 20 persen, serta memenuhi perhatian mereka terhadap pendidikan, kesehatan, hukum, dan pembukaan 19 juta lapangan kerja.
  • How?
    DPRD Jabar akan memasukkan tuntutan ke draf aspirasi, meminta tanda tangan pimpinan DPRD, lalu mengirimkannya dalam bentuk soft file melalui email dan WhatsApp. Utusan juga akan menyerahkan rekomendasi langsung dengan tanda terima.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa di Bandung datang ke kantor DPRD Jabar. Mereka minta kebakaran hutan dianggap bencana nasional. Mereka juga minta program Makan Bergizi Gratis diperiksa lagi. DPRD Jabar mendengar mereka dan berjanji mengirim semua permintaan itu ke DPR RI di Jakarta. Besok, utusan juga akan membawa suratnya langsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerimaan aspirasi mahasiswa secara langsung oleh DPRD Jabar menunjukkan ruang dialog tetap terbuka bagi kritik publik. Komitmen menyusun draf, memperoleh tanda tangan pimpinan, mengirimkannya ke DPR RI, hingga menugaskan utusan dengan bukti penerimaan memberi jalur yang jelas agar perhatian mahasiswa mengenai pendidikan, kesehatan, hukum, karhutla, dan MBG tidak berhenti di lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menerima tuntutan dari puluhan mahasiswa gabungan di Kota Bandung. Tuntutan ini diterima di sela aksi massa peringatan hari Sumpah Pemuda ke-98 di depan Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (28/10/2026).

Perwakilan DRPD Jabar yang menerima massa aksi mahasiswa ini yaitu dari Fraksi PKB, Muhamad Sidkon Djampi. Dia turun langsung ke tengah massa aksi dengan pendampingan aparat kepolisian dan pengamanan DPRD Jabar.

Sidkon pun sempat duduk bersama massa aksi untuk mendengarkan langsung tuntutan dari para mahasiswa. Secara bergantian, massa aksi menyampaikan semua kritiknya terhadap pemerintah.

1. Semua tuntutan akan dimasukkan ke draft rekomendasi

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Sidkon mengatakan, semua tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa Bandung ini nantinya akan diteruskan ke DPR RI untuk menjadi masukan terhadap kinerja pemerintah saat ini. Dia juga mencatat beberapa tuntutan, satu diantaranya soal Karhutla.

"Ada beberapa hal yang disampaikan, di antaranya, tuntutan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditetapkan sebagai bencana nasional," kata Sidkon setelah menemui massa aksi.

Selain itu, puluhan mahasiswa yang berada dari, Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), Universitas Islam Bandung (Unisba), dan Universitas Persatuan Islam (Unipi) meminta agar program MBG dievaluasi.

"Kedua, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), mereka meminta agar program tersebut dievaluasi. Teman-teman dari Universitas Persatuan Islam juga mengusulkan agar anggaran MBG segera dipisahkan dari anggaran pendidikan," katanya.

"Menurut mereka, anggaran pendidikan yang seharusnya dialokasikan sebesar 20 persen secara utuh justru terpakai untuk membiayai MBG," katanya.

2. Draft dikirimkan langsung ke DPR RI

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Lebih lanjut, Sidkon memastikan semua tuntutan ini akan dimasukkan dalam draft aspirasi dan ditandatangani langsung oleh pimpinan DPRD Jabar, setelah itu langsung dikirim ke DPR RI.

"Draf rekomendasi yang kami susun akan ditandatangani oleh pimpinan. Selanjutnya, dalam bentuk soft file, rekomendasi tersebut akan kami kirim melalui email dan WhatsApp ke Jakarta melalui Sekretariat Jenderal DPR RI," kata dia.

DPRD Jabar juga akan mengirimkan utusan untuk menyerahkan hasil rekomendasi tuntutan mahasiswa tersebut secara langsung ke DPR RI. Sehingga, tuntutan tersebut dipastikan diproses tidak berhenti begitu saja.

"Selain itu, besok akan ada utusan yang berangkat langsung ke Jakarta untuk menyerahkan rekomendasi tersebut kepada Sekretariat Jenderal DPR RI. Penyerahan ini akan disertai tanda terima," tuturnya.

3. Mahasiswa Bandung tagih janji pemerintah pusat

Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil

Sebelumnya, Ketua Senat Mahasiswa STHB, Alhady mengatakan, ada sejumlah persoalan yang menjadi perhatian massa aksi. Namun, secara garis besar, tuntutan yang diungkapkan mencakup tiga bidang utama.

"Secara keseluruhan, kurang lebih ada tiga poin tuntutan. Yang sudah disebutkan tadi sebelumnya, ada pendidikan, kesehatan, dan juga hukum sebenarnya," kata Alhady di sela aksi.

Sementara, massa aksi terus bergantian menyampaikan kritiknya kepada pemerintah selama dua tahun pemerintahan di rezim Prabowo-Gibran. Salah satunya meminta agar pemerintah serius menangani Karhutla dan juga evaluasi program MBG.

Mereka juga meminta agar pemerintah bisa membuka 19 juta lapangan kerja sesuai dengan janji presiden Prabowo-Gibran yang sebelumnya disampaikan saat kampanye.

Berdasarkan informasi yang didapatkan IDN Times, massa yang datang ke lapang berasal dari gabungan enam BEM Universitas di Kota Bandung dan Serikat Aksi Mahasiswa Jawa Barat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article