Disparbud Jabar Pastikan Gunung Padang Bukan Sebuah Piramida

- Pemugaran Gunung Padang oleh Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih berjalan
- Hasil eskavasi menunjukkan bahwa Gunung Padang bukan berbentuk piramida, melainkan punden berundak atau teras berundak
- Pemugaran situs ini dilakukan untuk menata hingga muncul bentuk utuh dari situs yang berlokasi di Kabupaten Cianjur
Bandung, IDN Times - Pemugaran situs Gunung Padang oleh Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sampai saat ini masih berjalan. Berdasarkan data sementara, Gunung Padang bukan berbentuk pirmida seperti yang ramai dibicarakan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan mengatakan, pemugaran ini dilakukan untuk menata hingga muncul bentuk utuh dari situs yang berlokasi di Kabupaten Cianjur tersebut.
"Kemarin kan pemugaran ya, artinya hanya ditata agar lebih rapi lagi, misal batunya yang bengkok diluruskan, dan lain-lain" kata Iendra di Gedung Sate, dikutip Sabtu (3/1/2026).
1. Batu yang ada di Gunung Padang dangkal

Pemugaran situs dilakukan pada Desember 2025, namun proses rekonstruksi dan kajiannya sudah dilakukan sejak lama. Saat ini, Iendra menyampaikan, dari hasil eskavasi yang dilakukan batu yang ditemukan tidak terlalu dalam.
"Kemarin sudah di eskavasi batunya tidak sampai ke dalam jadi tidak ditemukan piramida, yang ada undak berundak. Dan setelah dieskavasi itu paling dalam 1-1,5 meter," kata Iendra.
2. Batu yang ditemukan tidak berbentuk piramida

Dengan begitu, Iendra mengatakan, Situs Gunung Padang bukanlah sebuah piramida seperti yang publik bicarakan. Dia memastikan, bentuk saat ini yang ditemukan seperti punden berundak atau teras berundak yang ada sejak zaman dahulu.
"Diperkirakan batu di dalam itu sebagai pondasi dan akan ditata bagian atasnya. Tidak akan banyak berubah dari yang sekarang tapi dirapikan dan akan semakin terlihat bentuknya," tutur dia.
3. Ditargetkan rampung dua sampai tiga tahun ke depan

Meski begitu, Iendra memastikan, hal itu masih sebatas penilaian awal, sehingga Pemprov Jabar masih menunggu hasil akhir nantinya akan seperti apa. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kebudayaan, pemugaran akan selesai dalam beberapa tahun ke depan.
"Dari kementerian itu targetnya dua sampai tiga tahun ke depan, jadi tema yang diambil di situ adalah ritual, bukan sebuah kerajaan," kata dia.













