Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dikeluhkan Warga, DLH Bandung Angkut Tumpukan Sampah di TPS Cijambe
Sampah di TPS Cijambe Menumpuk, DLH Lakukan Pembersihan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Tumpukan sampah di TPS Cijambe menimbulkan bau menyengat dan mengganggu warga, meski petugas DLH sudah melakukan pembersihan dengan alat berat dan truk pengangkut ke TPA Sarimukti.
  • Pemerintah Kota Bandung mengajukan status darurat sampah ke Pemprov Jabar akibat lonjakan volume sampah selama libur panjang yang memperberat sistem pengelolaan berbasis TPPA Sarimukti.
  • Wali Kota Bandung menegaskan upaya peningkatan pengolahan sampah mandiri tetap berjalan, sambil menunggu keputusan status darurat dan mendorong partisipasi masyarakat dalam memilah serta mengurangi sampah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) Cijambe, Kota Bandung, sudah menumpuk. Sampah bahkan sudah masuk ke badan jalan yang membuat masyarakat sekitar tidak nyaman ketika melintasi area tersebut.

Penumpukan sampah ini sudah terjadi berhari-hari di mana puncaknya pada Senin (1/6/2026), saat sampah sudah mulai masuk ke badan jalan. Bau menyengat dari sampah tersebut pun menyeruak hingga puluhan meter ke tempat berjualan hingga pemukiman masyarakat.

Namun hari ini, Selasa (2/6/2026), terlihat sebuah alat pengeruk besar berada di sana untuk membersihkan sampah. Puluhan petugas kewilayahan pun tampak membersihkan jalanan usai satu truk pengangkut sampah mengambil untuk kemudian dikirimkan ke TPA Sarimukti.

Meski demikian, tumpukan sampah masih terlihat menggunung. Bahkan peningkatakan volume sampah bakal kembali bertambah di TPS tersebut karena beberapa kendaraan pengangkut sampah dari warga di sekitar Cijambe masih mengantre untuk bisa membuang sampah ke TPS tersebut.

1. Warga keluhkan lamanya pengangkutan

Sampah di TPS Cijambe Menumpuk, DLH Lakukan Pembersihan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Salah satu warga yang membuang sampah ke Cijambe, Doni, menuturkan bahwa penumpukan sampah memang sudah terjadi beberapa hari ke belakang. Meski tidak setiap hari membuang sampah ke sana, tapi dia pulang pergi bekerja melintasi TPS ini dan melihat kondisinya sudah mengkhawatirkan.

"Dua hari sekali buang sampah, ya memang numpuk aja gitu kaya jarang diambil sama petugas ke TPA-nya," kata Doni.

Menurutnya, selama ini warga memang belum bisa secara maksimal membuang sampah residu saja ke TPS tersebut. Banyak warga yang juga membuang semua limbah dari rumah tangganya masuk ke TPS.

"Susah juga kan ga semua orang milih sampah, atau olah sampah organik. Jadi tetap banyak buang semua sampah ke sini," paparnya.

2. Pemkot Bandung angkat tangan, ajukan status darurat sampah

Sampah di TPS Cijambe Menumpuk, DLH Lakukan Pembersihan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Pemerintah Kota Bandung mengajukan permohonan penetapan status darurat sampah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu setelah meningkatnya tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah selama masa libur panjang yang berlangsung sejak Lebaran hingga rangkaian long weekend dalam beberapa pekan terakhir.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, lonjakan aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada peningkatan volume sampah yang harus ditangani setiap harinya.

Kondisi tersebut semakin memperberat sistem pengelolaan sampah Kota Bandung yang hingga saat ini masih bergantung pada Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPPA) Sarimukti.

Menurut Farhan, Kota Bandung tidak memiliki tempat pembuangan akhir sendiri sehingga kapasitas pengelolaan sampah sangat dipengaruhi oleh kuota yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembuangan residu ke Sarimukti.

“Selama musim liburan ini, mulai dari libur Lebaran sampai long weekend berturut-turut, beban terhadap daya dukung lingkungan sangat berat. Persoalan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi,” ujar Farhan.

3. Tetap maksimalkan pengolahan sampah mandiri

Sampah di TPS Cijambe Menumpuk, DLH Lakukan Pembersihan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah melalui berbagai fasilitas pengolahan yang ada. Namun demikian, residu hasil pengolahan tetap membutuhkan lokasi pembuangan akhir yang memadai.

“Kami bisa melakukan pengolahan semaksimal mungkin. Tetapi untuk sisa residu tetap memerlukan dukungan dari pemerintah provinsi karena kewenangan pengelolaan TPPA Sarimukti berada di tingkat provinsi,” katanya.

Saat ini Pemkot Bandung tengah menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait usulan penetapan status darurat sampah sesuai kriteria yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Jika status tersebut ditetapkan, pemerintah daerah dapat mengambil berbagai langkah kebijakan darurat guna mempercepat penanganan persoalan persampahan.

Farhan berpendapat persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pemilahan dan pengurangan sampah dapat terus meningkat demi menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan Kota Bandung.

“Ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks,” tuturnya.

Editorial Team

Related Article