Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dedi Mulyadi Larang Mobil Dinas Pemprov Jabar Dipakai Mudik

Dedi Mulyadi Larang Mobil Dinas Pemprov Jabar Dipakai Mudik
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (IDN Times/Imam Faishal)
Share Article

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menggunakan kendaraan dinas untuk mudik lebaran 2025. Ia juga meminta kendaraan disimpan dengan aman, tidak dibiarkan begitu saja.

Menurutnya, hal ini penting agar peristiwa yang dulu sempat dialaminya semasa menjadi bupati di Purwakarta tidak terulang. Di mana kendaraan dinas raib dicuci.

"Disarankan tidak bawa mobil kendaraan dinas ke kampungnya. Tapi kendaraannya disimpan di rumah, itu yang pertama," ujar Dedi Mulyadi, dikutip, Senin (24/3/2025). 

1. Dianjurkan mudik pakai kendaraan pribadi

default-image.png
Default Image IDN

Menurutnya, dengan adanya larangan ini, otomatis para pegawai di lingkungan Pemprov Jabar harus menggunakan kendaraan pribadinya. Ia memastikan, mayoritas perangkat daerah di Jabar memiliki kendaraan pribadi untuk mudik.

"Tapi kalau tidak punya mobil pribadi, saya ada kalimat berikutnya, tidak mungkin juga Kepala Dinas tidak punya mobil pribadi. Ngerti kan?," katanya. 

Selanjutnya, dia meminta, agar mobil dinas tersebut diparkiran di tempat yang aman, dan tidak di disembarang tempat, karena beresiko kehilangan. 

"Ketika disimpan di rumahnya rawan enggak, karena banyak kejadian ketika lebaran kendaraan dinas tinggal di rumahnya, kendaraan dinasnya hilang," ucapnya.

2. Mobil dinas bisa dititipkan ke kantor polisi

(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi kemudian memberikan beberapa saran tempat yang aman menyimpan kendaraan dinas agar tidak dimaling. Seperti di kantor kepolisian, Kodim, Polda dan beberapa lainnya. Ia menegaskan, jangan sampai ada laporan kendaraan dinas hilang dicuri maling dalam masa angkutan lebaran 2025.

"Misalkan, disimpan di parkirnya di kantor Polres, di kantor Kodim, di kantor Kodam, di kantor Polda. Karena kalau di rumah takut tidak aman. Karena rumahnya, perumahannya sepi, semua orang mudik, mobilnya terparkir. Ini kejadian saya waktu jadi Bupati dulu," katanya.

3. Puncak arus mudik diprediksi pada 27-28 Maret

Ilustrasi lalu lintas (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Ilustrasi lalu lintas (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah bersiap menghadapi masa angkutan mudik lebaran 2025. Berdasarkan pprediksi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran atau di tanggal 27-28 Maret 2025.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdishub) Provinsi Jabar, Dhani Gumelar mengatakan, puncak arus mudik H-3 lebaran ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak beberapa waktu kemarin.

"Kami sudah mempersiapkan (arus mudik) jauh-jauh hari. Tapi tetap kalau misalkan dari kemarin kita survei, itu di H-3 tanggal 28 Maret karena tanggal terakhir kerja tanggal 27 Maret mendatang," kata Dhani, Kamis (20/3/2025).

Dhani mengungkapkan, ada beberapa titik yang rawan terjadinya kecelakaan, salah satunya di kilometer (KM) 70 Tol Cipularang. Bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut diharapakan untuk berhati-hati.

"Untuk rawan kecelakaan pertama di tol Cipularang di KM 70, karena titik lelah biasanya kalau yang berangkat dari Jakarta," ujar Dhani.

Selain di jalan tol, jalan arteri juga memiliki banyak titik rawan kecelakaan seperti di kawasan Puncak Bogor, Sukabumi Selatan dan Cianjur. Kemudian, titik rawan di Bandung dan sekitarnya ada di antara jalan Cagak kemudian Lembang karena konturnya cukup ekstrem.

Sementara di jalur selatan, kata dia, titik rawan kecelakaannya terletak di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Sama di daerah Pantura antara Indramayu dan Subang. 

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More

Libur Panjang Idul Adha, 61 Ribu Tiket Kereta Api dari Bandung Terjual

26 Mei 2026, 18:18 WIBNews