Dedi Mulyadi Desak Polisi Ungkap Meninggalnya 11 Penambang di Bogor

- Dedi Mulyadi mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penambangan emas ilegal di Gunung Pongkor, Bogor.
- Sebanyak 11 penambang meninggal dunia akibat terpapar gas karbon monoksida di lorong tambang, dengan dugaan ada pihak yang mengkomandoi dan menikmati keuntungan terbesar dari aktivitas ilegal tersebut.
- Kepolisian telah berkomitmen untuk memburu pihak-pihak yang berperan sebagai bandar atau pengepul emas hasil tambang ilegal, karena praktik ini hanya menguntungkan segelintir orang sementara risiko terbesar ditanggung para pekerja.
Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penambangan emas ilegal di kawasan PT Aneka Tambang (Antam), kawasan Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Diketahui ada sebanyak sebelas orang penambang meninggal dunia diduga terpapar gas karbon monoksida (CO) di lorong tambang. Dari peristiwa ini, Dedi menduga ada pihak yang mengkomandoi dan menikmati keuntungan terbesar dari aktivitas ilegal tersebut.
1. Sebelas orang meninggal ini merupakan korban dari komplotan tambang ilegal

Dedi meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas inside ini, karena sebelas warga yang tewas merupakan korban dari praktik penambangan emas liar yang melibatkan komplotan.
"Pak Kapolda sudah bicara ke saya, untuk buru pelakunya. Pelakunya kan yang nyuruh dong, yang membeli. Mereka yang paling menikmati keuntungan dibanding orang yang melaksanakan tambang ilegalnya," ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026) malam.
2. Polisi berkomitmen akan mengusut kasus ini

Dedi mengatakan, kepolisian telah berkomitmen untuk memburu pihak-pihak yang berperan sebagai bandar atau pengepul emas hasil tambang ilegal. Praktik itu menurut Dedi, hanya menguntungkan segelintir orang, sementara risiko terbesar justru ditanggung para pekerja.
"Pak Kapolda sudah menyampaikan ke saya akan fokus memburu pelaku, bandar dari tambang emas liar," kata Dedi.
3. Keluarga sudah memberikan keterangan kepada Dedi Mulyadi

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan telah bertemu dengan keluarga korban yang meninggal dunia di Gedung Pakuan pada Jumat siang. Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan keluarga korban, mulai anak hingga orangtua.
Adapun dari pertemuan itu, dirinya memperoleh informasi sebagian korban disebut baru bekerja sekitar satu bulan, sementara yang lain telah bertahun-tahun menekuni penambangan emas ilegal sebagai sumber penghidupan.
"Mereka kan secara umum ya walaupun ada yang mengatakan baru satu bulan, ada yang sudah biasa," kata Dedi.
















