Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dari PAUD hingga SMK, Inovasi Digital Ramaikan Rumah Pendidikan

IMG-20260131-WA0002.jpg
Dok IDN Times: Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Prabowo (baju putih) berfoto bersama para pemenang Hackhaton Rumah Pendidikan di Tangerang Selatan, Banten, baru-baru ini.
Intinya sih...
  • Ratusan proposal inovasi, dorong optimalisasi rumah pendidikan
    • 615 proposal karya diunggah peserta dari berbagai jenjang
    • 50 proposal terbaik melaju ke tahap wawancara dan penilaian akhir
    • Peserta berasal dari jenjang PAUD hingga SMK
    • Sekolah Jawa Barat unjuk gigi di ajang nasional
      • SDN 3 Sukahurip masuk jajaran pemenang nasional untuk jenjang SD
      • SMA Negeri 6 Bandung terpilih sebagai salah satu pemenang utama untuk jenjang SMA
      • SMK IT As-Syifa Board
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times — Upaya memperkuat transformasi digital pendidikan terus didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), ajang Hackathon Rumah Pendidikan sukses melahirkan beragam inovasi gim edukasi yang siap mengoptimalkan super aplikasi Rumah Pendidikan.

Tak hanya melibatkan pengembang profesional, hackathon ini justru membuka ruang luas bagi guru dan peserta didik dari berbagai jenjang, termasuk dari Jawa Barat, untuk ikut merancang solusi pembelajaran berbasis teknologi.

1. Ratusan proposal inovasi, dorong optimalisasi rumah pendidikan

IMG-20260131-WA0003.jpg
Dok IDN Times: Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Prabowo (baju putih) berfoto bersama para pemenang Hackhaton Rumah Pendidikan di Tangerang Selatan, Banten.

Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menjelaskan hackathon ini digelar untuk menjawab tantangan pemanfaatan ratusan aplikasi dan layanan digital pendidikan yang sudah tersedia.

“Jika tidak dioptimalkan, kualitas layanan publik bisa menurun dan biaya pengembangan menjadi mahal. Hackathon ini kami adakan agar berbagai kalangan bisa menciptakan solusi teknologi pendidikan yang berdampak nyata,” ujar Yudhistira.

Sebanyak 615 proposal karya diunggah peserta, dengan masing-masing proposal memuat dua karya. Setelah proses kurasi dan penilaian, terpilih 50 proposal terbaik yang melaju ke tahap wawancara dan penilaian akhir.

Peserta berasal dari jenjang PAUD hingga SMK, mencerminkan semangat kolaborasi lintas usia dan latar belakang dalam membangun ekosistem pembelajaran digital nasional.

2. Sekolah Jawa Barat unjuk gigi di ajang nasional

Ilustrasi game teka-teki (unsplash/ Ross Sneddon)
Ilustrasi game teka-teki (unsplash/ Ross Sneddon)

Dari hasil akhir, sejumlah sekolah di Jawa Barat berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Untuk jenjang SD, SDN 3 Sukahurip, Jawa Barat, masuk jajaran pemenang nasional. Di jenjang SMA, SMA Negeri 6 Bandung juga terpilih sebagai salah satu pemenang utama.

Sementara itu, pada jenjang SMK, SMK IT As-Syifa Boarding School, Jawa Barat, turut meraih kemenangan berkat inovasi gim edukasi berbasis kebutuhan pembelajaran vokasi.

Capaian ini menunjukkan potensi besar pendidik dan pelajar Jabar dalam beradaptasi dengan teknologi serta berkontribusi aktif dalam pengembangan pembelajaran digital berbasis gim.

3. Dari gim petualangan PAUD hingga IoT berbasis balapan

ilustrasi gamer (pexels.com/Yan Krukau)
ilustrasi gamer (pexels.com/Yan Krukau)

Salah satu karya yang menarik perhatian datang dari jenjang PAUD. TK Surya Buana, Jawa Timur, menghadirkan gim petualangan berlatar hutan untuk mengatasi masalah klasik pembelajaran anak usia dini yang mudah bosan.

“Anak belajar melalui suara, visual, dan gerakan tubuh. Konsepnya petualangan, bukan ceramah,” jelas Yudhistira.

Sementara itu, dari jenjang SMK, Tim Skatel Game Squad dari SMK Telkom Banjarbaru mengembangkan dua gim edukasi untuk materi Dasar-dasar TJKT, yakni IoT Survival dan Jukung Cyber Race. Gim ini mengemas materi teknis IoT dan jaringan LAN–WAN dalam format survival 3D dan balapan perahu khas Kalimantan Selatan.

Kemendikdasmen melalui Pusdatin menegaskan bahwa karya-karya terbaik dari Hackathon Rumah Pendidikan akan terus dikembangkan agar terintegrasi sebagai sumber belajar digital dalam super aplikasi Rumah Pendidikan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Dari PAUD hingga SMK, Inovasi Digital Ramaikan Rumah Pendidikan

31 Jan 2026, 07:08 WIBNews