Akhir Januari di Cirebon, Harga Pangan Naik Diam-diam

- Kenaikan harga cabai dan bumbu dapur dominan
- Beras stabil, daya tahan konsumsi terjaga
- Pedagang waspada, konsumen mulai mengurangi belanja
Cirebon, IDN Times - Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menghadapi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional pada akhir Januari 2026. Data pemantauan harga menunjukkan lonjakan paling signifikan terjadi pada kelompok cabai, sementara beras dan sebagian besar bahan pokok lainnya masih relatif stabil. Kondisi ini mulai dirasakan langsung oleh konsumen dan pedagang di Pasar Sumber.
Berdasarkan panel harga pangan harian per Jumat (30/1/2026), cabai rawit merah tercatat sebagai komoditas dengan kenaikan tertinggi. Harga jual di tingkat pasar tradisional mencapai Rp60.550 per kilogram, naik sekira 20,26 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan tajam ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya harga jenis cabai lain.
1. Cabai dan bumbu dapur mendominasi kenaikan

Selain cabai rawit merah, cabai rawit hijau naik menjadi Rp51.750 per kilogram atau meningkat 3,71 persen. Cabai merah keriting tercatat di level Rp39.850 per kilogram, naik 6,55 persen, sementara cabai merah besar berada di Rp37.500 per kilogram, naik 5,04 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok bumbu dapur lain. Bawang merah ukuran sedang tercatat Rp 40.550 per kilogram, naik 3,58 persen, sedangkan bawang putih ukuran sedang mencapai Rp 39.850 per kilogram, naik 0,76 persen.
Pedagang menilai lonjakan harga cabai terjadi akibat pasokan yang mulai berkurang. “Barangnya datang sedikit, tapi permintaan tetap jalan. Cabai rawit merah paling terasa naiknya,” ujar Dedi (45), pedagang sayuran di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/1/2026).
2. Beras stabil, daya tahan konsumsi terjaga

Di tengah kenaikan harga hortikultura, beras masih menunjukkan stabilitas harga di seluruh segmen kualitas. Beras kualitas bawah tercatat di kisaran Rp 13.250–Rp 13.800 per kilogram. Sementara beras kualitas medium berada di rentang Rp 14.450–Rp 15.100 per kilogram, dan kualitas super dijual antara Rp 15.700–Rp 16.650 per kilogram.
Stabilnya harga beras menjadi penyangga utama konsumsi rumah tangga. “Kalau beras masih aman, pembeli masih bisa menahan belanja. Tapi kalau cabai sama bawang terus naik, belanja harian pasti terasa berat,” kata Dedi.
Komoditas protein hewani di Kabupaten Cirebon terpantau relatif stabil. Daging ayam ras segar berada di level Rp37.300 per kilogram tanpa perubahan harga. Daging sapi kualitas I tercatat Rp145.550 per kilogram, hanya naik tipis sekitar 0,1 persen, sementara kualitas II dijual Rp136.800 per kilogram dengan harga tetap.
Sementara itu, telur ayam ras segar justru mengalami penurunan menjadi Rp28.300 per kilogram atau turun 0,35 persen. Untuk kelompok pemanis dan minyak goreng, gula pasir premium berada di Rp18.950 per kilogram, gula pasir lokal Rp 17.900 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah naik tipis menjadi Rp19.700 per kilogram.
3. Pedagang waspada, konsumen mulai mengurangi belanja

Pedagang Pasar Sumber mengaku mulai merasakan perubahan pola belanja masyarakat. “Pembeli sekarang lebih banyak nanya harga dulu. Kalau cabai rawit mahal, biasanya beli seperempat kilo atau ganti jenis,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, jika harga cabai terus naik dalam beberapa hari ke depan, daya beli masyarakat diperkirakan semakin tertekan, terutama bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kecil makanan.
Kondisi ini menunjukkan tekanan harga pangan di Kabupaten Cirebon mulai menguat, dengan cabai sebagai pemicu utama. Stabilnya beras dan protein hewani masih menjadi penahan, namun kenaikan beruntun pada komoditas harian berpotensi mempersempit ruang konsumsi masyarakat jika tidak diimbangi dengan perbaikan pasokan.

















