Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Keenam Pencarian Korban Longsor Cisarua Dilanjutkan di Tiga Titik

IMG-20260127-WA0017.jpg
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya sih...
  • Pencarian korban longsor di Cisarua dilanjutkan pada tiga sektor area longsor.
  • Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan fokus pada sektor A1, A2, dan B2.
  • Alat berat yang diterjunkan ada 17 unit, namun masih kurang khususnya ekskavator berukuran besar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (29/1/2026). Pencarian hari keenam ini dilanjutkan pada tiga sektor area longsor.

Diketahui dalam proses pencarian ini Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah membagi lima sektor yaitu sektor B-1 dan A-1 di area bawah longsor, sementara sektor B-2 A-2 di bagian tengah, terkahir A-3 di area atas dekat dengan mahkota longsor.

"Untuk hari ini kami melanjutkan kegiatan seperti kemarin. Fokus di sektor A1, A2, kemudian menyeberang ke B2. Rencana ini sudah dibagi ke masing-masing tim," ujar Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Y. Bramantyo N, Kamis (29/1/2026).

Branantyo menyampaikan, seluruh unsur SAR telah tergabung dalam operasi dari personel TNI, Polri, hingga relawan atau potensi SAR. Semua anggota itu, dipastikan akan kembali melanjutkan pencarian dan evakuasi seperti hari sebelumnya.

Meski begitu, dia mengakui, kondisi alam dan cuaca masih menjadi tantangan utama hingga akhirnya pelaksanaan operasi belum dapat berjalan maksimal.

"Harapan kita hari ini bisa lebih baik. Tadi sempat panas, tapi sekarang sudah gelap lagi. Kita berdoa bersama-sama agar cuaca mendukung sehingga kegiatan bisa berjalan maksimal untuk membantu saudara-saudara kita," ungkapnya.

Adapun alat berat yang diterjunkan ada sebanyak 17 unit, namun masih kurang khususnya alat berat ekskavator berukuran besar dengan kapasitas 200 PC.

"Mudah-mudahan hari ini ada penambahan alat berat, terutama ekskavator yang lebih besar," katanya.

Jumlah personel yang terlibat dalam operasi disebut mencapai sekitar 2.300 hingga 3.000 orang. Seluruh personel terus didata dan diorganisir agar pelaksanaan tugas di lapangan berjalan tertib dan efektif.

"Kami terus lanjutkan apa yang sudah kita lakukan kemarin. Faktor cuaca memang masih menjadi kendala utama. Mohon doa dari semuanya," kata dia.

Sebagai informasi, total korban hilang ada sebanyak 80 orang dan berdasarkan data pencarian pada Rabu 28 Januari 2026, pukul 20.00 WIB, tim SAR gabungan sudah mengevakuasi 53 korban jiwa, 37 di antaranya sudah berhasil teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Sementara, 16 korban jiwa lainnya masih dalam tahap indentifikasi. Artinya masih ada 27 korban yang tertimbun material longsor, saat ini masih dalam tahap pencarian oleh tim SAR gabungan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Dampak Keracunan Tahu Berjamur MBG Meluas, Dinkes Fokus Tangani Korban

29 Jan 2026, 12:04 WIBNews