Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ribuan Warga Cirebon Bergulat dengan Gangguan Jiwa

Ilustrasi orang yang sedang bingung (pexels.com/Mental Health America)
Ilustrasi orang yang sedang bingung (pexels.com/Mental Health America)
Intinya sih...
  • ODGJ berat masuk target wajib pelayanan
  • Puskesmas jadi garda terdepan penanganan
  • Kendala BPJS dan pendataan masih dihadapi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 10.522 orang di wilayah kerjanya mengalami berbagai bentuk gangguan kesehatan jiwa. Data tersebut mencakup gangguan jiwa ringan hingga berat.

Dari jumlah tersebut, 3.484 jiwa masuk kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat, sementara sisanya tergolong gangguan jiwa ringan hingga sedang. Pemerintah daerah menegaskan bahwa isu kesehatan jiwa masih menjadi tantangan serius, seiring meningkatnya beban sosial dan ekonomi masyarakat.

1. ODGJ berat masuk target wajib pelayanan

ilustrasi orang bingung (pexels.com/Mental Health America (MHA))
ilustrasi orang bingung (pexels.com/Mental Health America (MHA))

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2TM) Bidang P2P, Rita Herawati, menjelaskan penanganan ODGJ berat merupakan bagian dari standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan yang wajib dipenuhi pemerintah daerah.

“ODGJ berat termasuk indikator SPM yang target pelayanannya 100 persen. Ini menjadi tanggung jawab langsung kepala daerah dan seluruh jajaran terkait,” kata Rita, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, meskipun secara umum jumlah ODGJ menunjukkan tren fluktuatif, kasus ODGJ berat justru mengalami peningkatan sekitar 3 hingga 4 persen. Kondisi ini menuntut penguatan layanan kesehatan jiwa secara berkelanjutan di tingkat fasilitas kesehatan dasar.

Rita menyebutkan, gangguan jiwa yang ditemukan di masyarakat tidak hanya terbatas pada skizofrenia atau gangguan psikotik berat. Dalam kategori gangguan jiwa ringan, Dinkes mencatat berbagai diagnosis seperti depresi, gangguan kecemasan (ansietas), demensia, gangguan psikosomatik, hingga ADHD.

“Masalah kesehatan jiwa itu sangat kompleks dan variatif. Tidak semua terlihat secara kasat mata, tetapi berdampak besar terhadap fungsi sosial dan produktivitas seseorang,” ujarnya.

Faktor pemicu gangguan jiwa juga beragam, mulai dari tekanan ekonomi, konflik keluarga, kekerasan, hingga faktor lingkungan dan genetik. Bahkan, dalam beberapa temuan lapangan, terdapat lebih dari satu ODGJ dalam satu keluarga.

2. Puskesmas jadi garda terdepan penanganan

mental health
mental health

Saat ini, seluruh 60 puskesmas di Kabupaten Cirebon telah memiliki pengelola program kesehatan jiwa. Mereka bertugas melakukan pendataan, pemantauan, serta memastikan ODGJ mendapatkan pengobatan rutin.

Setiap ODGJ yang ditemukan akan diberikan layanan kesehatan sesuai kebutuhan. Untuk kasus tertentu, pasien dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan lanjutan. Setelah kondisi dinyatakan stabil, pasien dikembalikan ke keluarga dengan pendampingan berkelanjutan dari petugas puskesmas.

“Petugas kami wajib memantau agar pasien rutin minum obat dan kondisinya stabil di lingkungan keluarga,” jelas Rita.

3. Kendala BPJS dan pendataan masih dihadapi

ilustrasi scrabble huruf mental health (pexels.com/Foto oleh Anna Tarazevich)
ilustrasi scrabble huruf mental health (pexels.com/Foto oleh Anna Tarazevich)

Meski demikian, Dinkes mengakui masih menghadapi kendala, terutama dalam proses aktivasi kepesertaan BPJS bagi ODGJ berat yang masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Proses administrasi yang melibatkan Dinas Sosial, Disdukcapil, dan Puskesos dinilai belum sepenuhnya berjalan optimal.

Rita memastikan, seluruh 3.484 ODGJ berat yang telah terdata saat ini sudah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kepesertaan BPJS. Namun, di luar data tersebut, masih terdapat ODGJ yang belum terjangkau pendataan dan layanan kesehatan.

“Tujuan utama penanganan bukan soal sembuh total, tetapi memastikan kondisi pasien stabil, tidak membahayakan diri sendiri maupun lingkungan,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Terkait Kasus Korupsi Erwin dan Awangga, Farhan Siap Diperiksa Kejari

28 Jan 2026, 12:07 WIBNews