Cari 32 Korban Longsor Pasirlangu, Basarnas Tambah Operasional Alat Berat

- Tim SAR gabungan siap mencari 32 korban longsor di Pasirlangu, Bandung Barat.
- Pencarian fokus di tiga sektor A1, A2, dan B3 serta tambahan sektor A3 yang lebih dekat dengan Gunung Burangrang.
- Tim kesehatan memberikan suntikan vaksin dan vitamin kepada pencari korban untuk mengantisipasi masalah kesehatan selama pencarian.
Bandung, IDN Times - Tim SAR gabungan bersiap melakukan pencarian 32 korban yang hingga saat ini masih tertimbun longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo Rencana Operasi SAR menuturkan, pada pencarian korban hari ini akan fokus di tiga sektor dari lima sektor yang ada.
Adapun tiga sektor tersebut adalah A1, A2, dan B3. Selain itu ada tambahan sektor lain di A3 yang berada di ketinggian atau lebih dekat dengan kaki Gunung Burangrang.
"Kita sudah kita bagi untuk tim kegiatan pada bagian ini setelah apel, Kemudian juga dari tadi malam kita akan ada tambahan alat berat. Kemarin yang sudah ada 13 alat berat, dan tadi dini hari masuk lagi empat alat berat," ujar Bramantyo, Rabu (28/1/2026).
Dia menuturkan, pada pagi hari ini cuaca kurang mendukung karena kabut turun sangat tebal. Bahkan sejak Selasa malam hujan masih belum juga berhenti di kawasan Parislangu. Alhasil pergerakan tim pun masih disesuaikan melihat kondisi cuaca terbaru.
Hingga pagi ini jumlah korban yang belum ditemukan masih sama ada 32 jiwa di mana sebelumnya sudah ada 48 bodypack atau kantong jenazah yang diserahkan tim SAR ke tim DVI.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, saat ini tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian korban mulai mendapatkan suntikan vaksin dan pemberian vitamin agar mereka terhindar dari berbagai macam virus atau bakteri yang disebabkan dari jenazah korban longsor.
"Jadi kami dapat bantuan dari Kemenkes dan Dinkes terkait kesehatan kondisi tim SAR Gabunga. Artinya ada vitamin, vaksin, diberikan dan ini sangat berarti untuk para pencari," kata Ade.
Selain pemberian vaksin dan vitamin, tim kesehatan pun diterjunkan di setiap titik pencarian korban. Ini dilakukan demi mengantisipasi ketika ada pencari yang mengalami kurang sehat badan atau terjadi sesuatu saat mencari korban di Pasirlangu.
"Karena di lapangan ini ada potensi maka dari dinkes diterjunkan tim dokter atau kesehatan di setiap site pencarian sehingga ketika ada sesuatu bisa langsung turun membantu," kata dia.
Untuk durasi pencaraian korban, lanjut Ade, Pemerintah Daerah Bandung Barat sudah meminta agar dilakukan selama 14 hari. Meski demikian nanti setelah tujuh hari pencarian tepatnya pada Juma t (30/1/2026), akan ada evaluasi.
"Jadi kami dari tim SAR gabungan sesuai ketentuan ini ikuti akan ada perkembangan mungkin di hari ke-7 akan evaluasi apakah perpanjangan atau gimana. Kalau sebelum 7 hari sudah ada penemuan korban semua bisa dihentikan, jadi tergantung pencaraian dan penemuan korban," paparnya.

















