Dunia Bergejolak, Lemhannas Tekankan Kepemimpinan Negarawan

- Lemhannas menekankan 5 karakter pemimpin nasional di era geopolitik tak pasti
- Ketahanan nasional tak hanya soal militer, tapi juga kepemimpinan
- Lemhannas siapkan pemimpin strategis menuju Indonesia Emas 2045
Bandung, IDN Times — Eskalasi konflik geopolitik global, perang dagang, hingga ketidakpastian ekonomi internasional dinilai bukan sekadar isu luar negeri. Dampaknya merembet langsung pada stabilitas nasional dan kesejahteraan rakyat.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Tb. Ace Hasan Syadzily, menegaskan bahwa situasi dunia yang penuh tekanan saat ini menuntut hadirnya pemimpin nasional dengan karakter negarawan, bukan sekadar pengambil keputusan jangka pendek.
“Pemimpin bangsa tidak boleh reaktif. Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang berwawasan global, adaptif, dan konsisten berpihak pada kepentingan bangsa yang lebih besar,” ujar Ace Hasan di Jakarta, Rabu (28/1/2025).
Menurut Ace Hasan, agresivitas kebijakan luar negeri negara besar, konflik regional yang berlarut, hingga gejolak ekonomi global menjadi ujian serius bagi ketahanan nasional Indonesia. Dalam konteks itulah, kepemimpinan strategis menjadi faktor penentu.
1. Lemhannas petakan 5 karakter pemimpin nasional di era geopolitik tak pasti

Ace Hasan mengungkapkan, Lemhannas RI memandang ada lima karakter utama kepemimpinan nasional yang relevan dengan kondisi global saat ini.
Pertama, kepemimpinan yang berpijak pada nilai kebangsaan dan kepentingan jangka panjang negara. Kedua, pemimpin harus memiliki wawasan geopolitik global agar mampu membaca dampak dinamika internasional terhadap ketahanan nasional.
Ketiga, kemampuan solutif dan strategis, terutama dalam merespons isu konkret seperti energi, pangan, dan penguatan industri nasional. Keempat, keberanian menegaskan kedaulatan dan kepentingan nasional di tengah arus globalisasi. Kelima, kapasitas membangun kolaborasi lintas sektor, baik nasional maupun internasional.
2. Ketahanan nasional tak hanya soal militer, tapi juga kepemimpinan

Ace Hasan menekankan bahwa konsep ketahanan nasional tidak bisa dimaknai sempit sebagai pertahanan fisik atau militer semata. Lebih dari itu, ketahanan nasional bertumpu pada ketangguhan kepemimpinan dalam membaca zaman.
“Ketahanan nasional adalah kemampuan pemimpin mengambil keputusan strategis yang berpihak pada masa depan bangsa,” ujarnya.
Dalam situasi dunia yang serba tidak pasti, keputusan yang keliru atau terlalu reaktif justru bisa memperlemah posisi Indonesia di kancah global.
3. Lemhannas siapkan pemimpin strategis menuju Indonesia Emas 2045

Ace Hasan menambahkan, penguatan karakter kepemimpinan negarawan sejalan dengan arah pembangunan nasional dan visi besar Indonesia Emas 2045. Lemhannas RI, kata dia, terus berperan sebagai laboratorium gagasan kebangsaan untuk menyiapkan kader-kader pemimpin strategis bangsa.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga negara, dan seluruh elemen masyarakat agar Indonesia mampu menghadapi gejolak global secara bermartabat dan berdaulat.
“Kolaborasi nasional adalah kunci. Indonesia harus kuat, berdaulat, dan tetap berpijak pada kepentingan rakyat,” tutup Ace Hasan.

















