19 Guru-Siswa di Sukabumi Diduga Keracunan Tahu Berjamur MBG

- Pengakuan keluarga korbanAgus, salah satu keluarga korban mengatakan, keponakannya mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah. Menu tersebut terdiri dari daging olahan (nugget), jeruk, sayur wortel, dan tahu yang diduga sudah tidak layak konsumsi.
- Guru jadi korban keracunan usai test foodTak hanya siswa, guru pun jadi korban. Trikarsa Perba Rahayu, guru SDN Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi jadi korban keracunan usai mencicipi MBG sebelum dibagikan kepada para siswa.
- Temuan hasil sidak SPPGMenanggapi kondisi tersebut,
Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Sebanyak 19 orang guru dan siswa di Simpenan, Kabupaten Sukabumi diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Makanan pemicu keracunan bersumber dari tahu yang berjamur.
Data terbaru menunjukkan korban berasal dari PAUD Al-Hadi, SDN Gunung Biru, SDN Loji, SDN Sangrawayang, hingga SDN Cibutun.
"Update terkini jumlah pasien ada 19 orang. Yang sudah pulang ada tiga, hari ini ada satu yang dirujuk. Yang dirujuk itu pasien dengan indikasi thalasemia," kata Dokter Puskesmas Simpenan, dr Egi Iswanto, Kamis (29/1/2026).
1. Pengakuan keluarga korban

Agus, salah satu keluarga korban mengatakan, keponakannya mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah. Menu tersebut terdiri dari daging olahan (nugget), jeruk, sayur wortel, dan tahu yang diduga sudah tidak layak konsumsi.
"Pagi kemarin langsung dibawa ke puskesmas karena sudah muntah sampai enam kali. Sempat dibawa pulang, tapi muntah lagi, akhirnya sekarang dibawa kembali ke sini," kata Agus.
2. Guru jadi korban keracunan usai test food

Tak hanya siswa, guru pun jadi korban. Trikarsa Perba Rahayu, guru SDN Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi jadi korban keracunan usai mencicipi MBG sebelum dibagikan kepada para siswa.
"Saat anak-anak masih belajar, saya coba dulu MBG-nya. Saya makan tahunya. Waktu dikunyah rasanya asam, tapi sempat tertelan," kata Rahayu.
Selain itu, ia juga membuka food tray lain dan menemukan tahu dalam kondisi berjamur. Bahkan, ia menemukan stepler di dalam kotak MBG.
Dampaknya, Rahayu tak hanya mendapat perawatan di puskesmas, namun ia juga dirujuk ke RSUD Palabuhanratu karena kondisinya yang kian menurun.
3. Temuan hasil sidak SPPG

Menanggapi kondisi tersebut, Kasi Trantib Kecamatan Simpenan, Jamjuri melakukan inspeksi mendadak ke SPPG dan menemukan bahan makanan yang tidak higienis. Dalam pengecekan tersebut, ditemukan sebagian stok tahu dalam kondisi berjamur serta buah jeruk yang mulai membusuk.
"Memang benar ada tahu yang sudah berjamur. Saya langsung minta agar makanan itu tidak disalurkan karena tidak layak dikonsumsi," ujar Jamjuri.
Hingga saat ini, beberapa pasien sudah dipulangkan, sebagian lainnya dirawat dan enam pasien dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk tindakan lebih lanjut.














