Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

50 Peti Jenazah Disediakan untuk Korban Tertimbun Longsor Cisarua

IMG-20260127-WA0016.jpg
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya sih...
  • Dinkes Kabupaten Bandung Barat sediakan 50 peti jenazah untuk korban longsor di Cisarua.
  • Pemkab Bandung Barat bantu proses identifikasi korban dan siagakan tiga rumah sakit untuk penanganan korban.
  • Ada 80 orang hilang, Dinkes juga siapkan sterilisasi bagi tim SAR gabungan dan cairan anti tetanus.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat menyediakan sebanyak 50 peti jenazah untuk korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal karena tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia Nurliana Sukandar mengatakan, peti jenazah yang disiapkan ini diberikan sudah dengan dilengkapi kain kafan.

"Saat ini Dinas Kesehatan sudah menyiapkan sekitar 50 peti jenazah, yang mana di dalamnya sudah ada kain kapan, juga kantong jenzah," ujar Lina saat ditemui di Posko Pengungsian Kantor Desa Pasirlangu, Rabu (28/1/2026).

Pemkab Bandung Barat juga membantu jalannya proses identifikasi korban tertimbun yang dilakukan oleh tim DVI Polri. Lina memastikan, sebanyak tiga rumah sakit disiagakan untuk penanganan korban.

"Kami, alhamdulillah, karena ada tiga rumah sakit di KBB ini, RSUD Lembang, Cililin, dan Cikalong, saat ini distribusi 50 peti jenazah itu berasal dari rumah sakit Cikalong Wetan," ucapnya.

Pemkab Bandung Barat menyatakan ada sebanyak 80 orang dinyatakan hilang dalam bencana ini. Lina menegaskan, selain peti jenazah Dinkes Bandung Barat juga menyediakan sterilisasi bagi tim SAR gabungan.

"Insya Allah disiapkan, disiapkan. Jangankan untuk jenazah, untuk petugas saja kami menyiapkan untuk sterilisasi, bagi relawan yang ingin, tapi memang bahannya belum datang, disinfektan," katanya.

Penanganan jenazah longsor, kata Lina harus dilakukan dengan standar operasional prosedur, sehingga para petugas sudah diberikan cairan anti tetanus.

"Kemudian yang sudah dari hari kemarin adalah penyuntikan anti tetanus, bagi relawan TNI Pori dan BPBD Basarnas yang langsung di lokasi kejadian mengangkut jenazah. Karena SOP-nya harus di hari ketiga sudah mereka mendapat suntikan anti tetanus," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Masuk Wilayah Terpencil, PP Persis Dorong Kemandirian Umat

28 Jan 2026, 16:54 WIBNews