Tim SAR Perpanjang Pencarian Korban Longsor di Pasirlangu hingga 6 Februari

- Tim SAR Gabungan perpanjang pencarian korban longsor di Pasirlangu, Bandung Barat hingga 6 Februari 2026.
- Hingga hari ketujuh, berhasil menemukan 60 body pack dan teridentifikasi 44 jenazah dari total 158 warga yang dilaporkan hilang.
- Operasi SAR tetap berjalan selama 24 jam dengan dukungan modifikasi cuaca oleh BNPB untuk meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian.
Bandung, IDN Times - Tim SAR Gabungan memperpanjang pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat hingga 6 Februari 2026. Hingga hari ketujuh, pencarian masih ada puluhan korban tertimbun dan belum ditemukan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii secara resmi memperpanjang pencarian dengan menyesuaikan masa tanggap darurat yang sudah di tetapkan oleh SK Bupati Bandung Barat selama tujuh hari ke depan hingga tanggal 6 Februari 2026.
Ia menyebutkan, hasil evaluasi bersama BNPB, pemerintah daerah, Forkopimda, dan Pemerintah Provinsi menunjukkan bahwa kondisi cuaca pada hari ketujuh sangat mendukung proses pencarian.
“Alhamdulillah, dari pagi hingga sore cuaca sangat membantu pelaksanaan operasi SAR. Hari ini kami berhasil menemukan lima body pack dan langsung menyerahkannya ke tim DVI,” ujar Syafii, Jumat (30/1/2026).
Dengan penemuan jenazah hari ini total korban yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi SAR mencapai 60 body pack. Sementara itu, berdasarkan data DVI Polri, hingga saat ini 44 jenazah telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Syafii menjelaskan, berdasarkan laporan awal, jumlah korban yang dinyatakan hilang sebanyak 20 orang. Namun, seiring berjalannya waktu dan proses asesmen lapangan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), serta DVI, data korban terus mengalami dinamika.
“Informasi awal menyebutkan 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan angka 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Ini menjadi bagian dari dinamika operasi di lapangan,” jelasnya.
Meski menghadapi tantangan medan berat dan kondisi cuaca yang tidak selalu stabil, Basarnas memastikan operasi SAR tetap berjalan tanpa henti. Operasi dilakukan selama 24 jam dengan dukungan berbagai unsur, termasuk upaya modifikasi cuaca oleh BNPB untuk meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian.
“Kondisi medan dan cuaca memang belum maksimal, tetapi kami tetap berupaya semaksimal mungkin. Tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari, dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan,” ungkap Syafii.
Ia pun meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar proses pencarian dapat berjalan lancar serta memberikan kepastian bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.
“Operasi ini akan terus kami lanjutkan selama masih ada harapan menemukan korban. Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.


















