Lonjakan Penumpang di KAI Commuter Bandung Layani 581 Ribu Pengguna

- KAI Commuter Area 2 Bandung mencatat 581.103 pengguna selama periode Angkutan Lebaran 11–21 Maret 2026, menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya.
- Stasiun Purwakarta menjadi titik dengan volume penumpang tertinggi, sementara Stasiun Cilame tercatat paling rendah; distribusi pengguna tersebar di berbagai rute seperti Cibatuan, Bandung Raya, Walahar, dan Jatiluhur.
- KAI Commuter memprediksi total pengguna mencapai 1,36 juta orang selama masa Angkutan Lebaran 2026 dengan pengoperasian 57 perjalanan harian dan kapasitas angkut lebih dari 930 ribu tempat duduk.
Bandung, IDN Times - Memasuki momentum Idulfitri 1447 H, KAI Commuter Area 2 Bandung mencatat tren positif dalam mobilisasi masyarakat di Jawa Barat. Berdasarkan data pantauan masa Angkutan Lebaran periode 11–21 Maret 2026, total volume pengguna di Area 2 Bandung telah menembus angka 581.103 orang.
Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line sebagai moda transportasi andalan untuk kebutuhan silaturahmi maupun wisata di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya pada momentum Lebaran tahun ini.
1. Banyak penumpang dari Purwakarta

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, selama periode angkutan Lebaran KAI Commuter mencatat pergerakan di sejumlah titik strategis. Berikut adalah lima stasiun dengan volume pengguna tertinggi di area aglomerasi Bandung dan sekitarnya, antara lain:
1. Stasiun Purwakarta : 3.380 orang;
2. Stasiun Cicalengka: 3.246 orang;
3. Stasiun Rancaekek : 2.938 orang;
4. Stasiun Cikampek : 2.563 orang;
5. Stasiun Bandung : 2.445 orang.
“Sementara itu hingga pukul 14.00 WIB tanggal (21/03) Stasiun Cikarang telah melayani 6.125 orang.Sebagai stasiun yang memiliki peran krusial sebagai titik transit utama dan integrasi yang terhubung dengan Commuter Line Jabodetabek dan kereta jarak jauh,” ucap Karina.
Di sisi lain, Stasiun Cilame mencatatkan sebagai stasiun dengan volume pengguna terendah, yakni sebanyak 8 orang. Adapun distribusi pengguna tersebar secara konsisten di berbagai rute layanan yang dioperasikan di Area 2 Bandung, dengan rincian sebagai berikut:
- Commuter Line Cibatuan : 25.641 orang;
- Commuter Line Bandung Raya: 18.833 orang;
- Commuter Line Walahar : 16.868 orang;
- Commuter Line Jatiluhur : 13.226 orang.
2. Atur jadwal keberangkatan agar kebagian tiket

Karina menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan inklusif di hari kemenangan ini.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan silaturahmi masyarakat Jawa Barat. Dengan total lebih dari 581 ribu pengguna yang telah dilayani hingga hari ini, kami terus memastikan kelancaran operasional, khususnya di stasiun-stasiun padat seperti Purwakarta dan Cicalengka, demi kenyamanan seluruh pengguna,” ujarnya.
KAI Commuter mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau jadwal keberangkatan secara real-time melalui aplikasi C-Access. Mengingat volume pengguna yang diprediksi akan terus meningkat pada siang hari, pengguna diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di peron stasiun serta selalu mengutamakan keselamatan selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta.
3. Jumlah pengguna diprediksi tembus 1,3 juta

Sebelumnya, KAI Commuter Area II Bandung memastikan kesiapannya dalam melaksanakan masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026 di wilayah Bandung dan sekitarnya. Diprediksi sebanyak 1.366.941 orang akan menggunakan Commuter Line di wilayah tersebut pada masa Angleb tahun ini. Angka tersebut diperkirakan naik sebanyak 2 persen jika dibandingkan dengan masa Angleb tahun 2025.
Selama masa Angleb (11 Maret – 1 April 2026), KAI Commuter akan mengoperasikan sebanyak 57 perjalanan Commuter Line setiap harinya, yang terdiri dari 37 perjalanan Commuter Line Bandung Raya, 10 perjalanan Commuter Line Walahar, 8 perjalanan Commuter Line Garut, dan 4 perjalanan Commuter Line Jatiluhur.
“Selama masa Angleb 2026 ini, KAI Commuter Area II Bandung menyediakan kapasitas angkut sebanyak 930.468 tempat duduk atau rata-rata 42.294 tempat duduk per harinya,” jelas Karina.

















