Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemacetan Mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi Pasca Lebaran

Kemacetan Mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi Pasca Lebaran
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)
Intinya Sih
  • Kemacetan parah terjadi di GT Parungkuda Tol Bocimi hingga jalan arteri Sukabumi pada Senin (23/3/2026) akibat lonjakan kendaraan pasca libur Idulfitri.
  • Pengendara mengeluhkan antrean panjang dan laju kendaraan yang sangat lambat, bahkan butuh lebih dari satu jam untuk keluar dari tol menuju jalan arteri.
  • Kapolres Sukabumi menjelaskan kemacetan dipicu bottleneck dan penyempitan jalur di jembatan proyek, sementara rekayasa lalu lintas hanya mampu mengurangi kepadatan secara terbatas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sukabumi, IDN Times - Sukabumi kembali dilanda kepadatan lalu lintas pada momen libur Idulfitri 2026. Arus kendaraan dilaporkan tersendat parah di kawasan Gerbang Tol (GT) Parungkuda hingga ruas jalan arteri pada Senin (23/3/2026), bahkan di beberapa titik kendaraan nyaris tak bergerak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan sudah terlihat mengular sejak pagi hari. Kepadatan tidak hanya terjadi di akses keluar tol, tetapi juga menjalar ke jalan arteri. Volume kendaraan yang tinggi membuat pengendara harus menghabiskan waktu cukup lama untuk bisa melintas, meski petugas terus melakukan pengaturan lalu lintas.

1. Beberapa titik kemacetan

IMG_2166.jpeg
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Lonjakan mobilitas masyarakat yang masih menikmati libur Lebaran menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, pertemuan arus dari jalan tol dan jalur arteri memperparah kondisi hingga memicu kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sukabumi.

Titik kemacetan juga terjadi di beberapa titik lainnya seperti Jembatan Angkrong, Pasar Cibadak, hingga kawasan Sundawenang.

2. Pengendara keluhkan macet parah

IMG_2168.jpeg
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Salah seorang pengendara asal Bogor, Andri (34), mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat melintas di kawasan tersebut. Ia bahkan menyebut kendaraan hanya bisa bergerak perlahan.

“Dari keluar tol sampai sini bisa lebih dari satu jam, nyaris nggak bergerak sama sekali. Macetnya parah,” ujarnya di jalan arteri Parungkuda, Senin (23/3/2026).

3. Bottleneck dan dampak Tol Bocimi Seksi 3 fungsional

IMG_2170.jpeg
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kapolres Sukabumi AKBP Samian sebelumnya menjelaskan, kepadatan terjadi akibat bottleneck setelah kendaraan keluar dari GT Parungkuda menuju jalan arteri. Penyempitan dari tiga lajur menjadi satu lajur di area jembatan yang masih dalam proses pembangunan menjadi salah satu pemicu utama.

Di sisi lain, pengoperasian Tol Bocimi Seksi 3-Karangtengah secara fungsional memberikan dampak ganda. Sebagian kendaraan menuju Kota Sukabumi dan Cianjur bisa terurai, namun di sisi lain muncul titik kemacetan baru, terutama di jalur alternatif Nagrak-Karangtengah.

Menurutnya, ketidakseimbangan antara volume kendaraan dan kapasitas jalan membuat rekayasa lalu lintas yang diterapkan saat ini hanya mampu mengurangi, bukan menghilangkan kemacetan.

"Saat ini termonitor beban jumlah kendaraan, kapasitas jalan tidak berbanding, sehingga rekayasa lalin hanya memperingan, mengurangi kepadatan," ujarnya.

Hingga kini, petugas kepolisian masih bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan. Masyarakat diimbau mengatur waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas guna menghindari kepadatan yang lebih parah. Rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More