Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dampak MBG dan El Nino Bikin Harga Wortel, Jagung, hingga Buncis Naik
Penjualan ayam, telur, daging, hingga sayuran di Pasar Tradisional Cihapit, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • El Niño sangat kuat memicu kemarau panjang dan gagal panen, sementara kebutuhan program MBG mengurangi pasokan sayuran ke pasar tradisional Bandung.
  • Harga buncis, kacang panjang, jagung, wortel, dan timun naik dalam dua pekan terakhir; pembeli mulai mempertanyakan kenaikan tersebut kepada pedagang.
  • Pemkot Bandung menyatakan pasokan pangan aman, memantau distribusi dan harga, serta menyiapkan dukungan Bulog dan pengawasan Satgas Pangan terhadap penimbunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Bandung, harga wortel, jagung, buncis, timun, dan ayam naik. Cuaca panas dan kering membuat banyak petani gagal panen. Sayur juga banyak dipakai untuk makan bergizi gratis. Pembeli jadi bertanya kenapa mahal. Pak Wali Kota Farhan bilang makanan masih ada dan pasokannya aman. Pemerintah akan terus melihat harga di pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kenaikan sejumlah harga, kondisi pasokan pangan Bandung tetap terjaga tanpa laporan kelangkaan maupun keterlambatan distribusi dari pasar induk. Pemantauan pemerintah kota, dukungan Bulog untuk beras dan minyak goreng, serta pengawasan Satgas Pangan terhadap penimbunan menunjukkan adanya langkah nyata untuk menjaga distribusi dan kestabilan kebutuhan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Musim kemarau Godzilla, sebutan populer untuk fenomena El Niño sangat kuat memicu musim kemarau jauh lebih panjang, panas, dan kering dari biasanya di Indonesia, membuat sejumlah harga kebutuhan pokok khususnya sayuran meningkat. Kenaikan ini karena barang yang semakin langka ditambah hasil produksi banyak digunakan untuk keperluan program makan bergizi gratis (MBG).

Iin, salah satu pedagang sayuran di Pasar Cihapit, Kota Bandung, menuturkan bahwa harga sayuran memang mulai naik karena musim panas. Banyak petani gagal panen sehingga suplainya tidak banyak.

"Kacang panjang sama buncis naiknya ini tinggi. Biasa Rp40 ribu per kg (kilogram). Kalau biasa ma standar Rp30 ribu," kata Iin, Jumat (31/7/2026).

Untuk harga jagung pun alami kenaikan signifikan. Biasanya satu bonggol jagung itu di harga Rp4.000 sampai Rp5.000 sekarang naik bisa mencapai Rp7.500. Menurutnya, untuk sejumlah sayuran karena sekarang sedang banyak dipakai MBG maka suplai ke pedagang tradisional sedikit dan harganya jadi tinggi.

1. Para pembeli di pasar mulai mengeluh

Penjualan ayam, telur, daging, hingga sayuran di Pasar Tradisional Cihapit, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, pedagang sayur lainnya Eko menyebut harga sayur lain yang naik adalah wortel dan timun. Kenaikan ini sudah terjadi dalam dua pekan terakhir, di mana harga wortel per kg mencapai Rp23 ribu di mana sebelumnya ada Rp20 ribu hingga Rp21 ribu. Untuk timun harganya bahkan sudah menyentuh Rp25 ribu per kg.

Akibat kenaikan ini banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga sayuran walaupun memang tidak begitu tinggi. "Tetap pasti pembeli ma nanya kenapa naik, tapi kan sudah dari sananya jadi ikut aja kita," papar Eko.

Terkait kenaikan harga ini, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pasokan bahan pangan di Kota Bandung masih dalam kondisi aman meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Hal itu disampaikan usai memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Cihapit dan Pasar Cijerah.

Farhan mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan tidak ada komoditas yang mengalami kelangkaan. Namun, harga timun dan ayam potong menjadi dua komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan di tengah tingginya permintaan selama musim liburan.

"Suplainya sih semuanya aman, semua. Enggak ada yang kekurangan, tetapi ada dua komoditas yang harganya naik secara khusus. Yang pertama itu timun, kemudian juga harga ayam. Ayam potong itu harganya naik semua, sudah di atas Rp40 ribu sampai mendekati Rp50 ribu," ujar Farhan.

2. Harga timun dan ayam naik, dipicu tingginya permintaan

Farhan Ancam Segel Six Nine Padel Diduga Dalangi Pemangkasan 10 Pohon di Jalan Riau. IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan menjelaskan, harga timun yang biasanya berkisar Rp10 ribuan kini naik hingga dua kali lipat. Sementara harga ayam potong juga merangkak naik hingga mendekati Rp50 ribu per kilogram.

Menurut dia, kenaikan harga ayam lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan selama masa liburan. Meski demikian, ia memastikan pasokan ayam dari daerah pemasok di Jawa Barat masih dalam kondisi aman.

"Kalau ayam karena permintaan yang tinggi, apalagi sekarang kan wisata lagi tinggi. Saya cek ke hulu di daerah Jawa Barat bagian timur sampai ke arah selatan, suplai ayamnya aman-aman saja. Cuman memang permintaannya yang tiba-tiba meninggi terutama di masa liburan ini," katanya.

3. Pemkot siapkan pasokan Bulog untuk jaga harga

Penjualan ayam, telur, daging, hingga sayuran di Pasar Tradisional Cihapit, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Bandung akan terus memantau kondisi pasar sekaligus memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar. Farhan mengatakan, Bulog akan membantu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan beras dan minyak goreng di Kota Bandung.

Selain menjaga pasokan, Farhan menegaskan Satgas Pangan akan memperketat pengawasan terhadap potensi penimbunan bahan pokok yang dapat memicu lonjakan harga. Menurutnya, praktik penimbunan berpotensi melanggar hukum sehingga harus dicegah.

Ia memastikan pasokan pangan ke Kota Bandung masih berjalan normal. Sebagai kota konsumen, Bandung mendapat suplai bahan makanan dari 16 provinsi dan hingga kini tidak ada laporan keterlambatan distribusi dari tiga pasar induk, yakni Caringin, Gedebage, dan Ciroyom.

"Kalau stok dan suplai sih sejauh ini aman, alhamdulillah. Berdasarkan laporan dari pasar induk, suplainya bagus semua. Tidak ada indikasi barang dua hari tidak masuk. Kita bukan produsen, 16 provinsi mensuplai bahan makanan ke Kota Bandung," kata Farhan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article