Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cuaca Bandung Raya Panas, BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan

Kota Bandung
3 min read
Cuaca Bandung Raya Panas, BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan
Potret seorang pria menuangkan air ke wajahnya untuk mendinginkan diri dari cuaca terik. (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • BMKG memprakirakan Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang-lebat secara lokal pada 9–15 November 2026 meski siang hari terasa panas.
  • Kabupaten Bandung dan Bandung Barat berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat pada 9–13 November, sementara Bogor, Cianjur, dan Sukabumi diprakirakan terdampak 15 November.
  • Hujan dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat; BMKG mengingatkan risiko banjir, longsor, serta pohon tumbang dan meminta warga memantau informasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Cuaca panas disertai angin yang terasa cukup kencang belakangan ini mewarnai aktivitas masyarakat di wilayah Bandung Raya. Meski hujan belum turun secara merata di sejumlah kawasan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Jawa Barat masih berpotensi mengalami hujan selama periode 9–15 November 2026. Bahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpeluang terjadi secara lokal.

Kepala BMKG Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan kondisi cuaca panas pada siang hari perlu dilihat dari dinamika atmosfer yang memengaruhi pembentukan awan hujan. Ketika pertumbuhan awan hujan tidak merata, beberapa wilayah dapat mengalami periode tanpa hujan sehingga paparan sinar matahari terasa lebih dominan.

Dalam prospek cuaca mingguan BMKG Jawa Barat periode 9–15 November 2026, hujan ringan diprakirakan masih terjadi di sebagian wilayah. Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan hanya terjadi di sejumlah daerah pada waktu tertentu.

"Kondisi tersebut memungkinkan adanya perbedaan cuaca antardaerah, termasuk kawasan Bandung Raya," kata Suaidi melalui siaran pers, Minggu (8/11/2026).

  1. 1. Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

    Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras di kawasan Thamrin, Jakarta.
    Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras di kawasan Thamrin, Jakarta.

    Masyarakat Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat selama sepekan ke depan. Kedua wilayah tersebut masuk dalam daftar daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tersebut pada beberapa hari.

    Berdasarkan prospek cuaca mingguan BMKG, potensi hujan di kedua wilayah itu tersebar mulai Senin hingga Jumat, 9–13 November 2026. Rinciannya, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat berpotensi mengalami hujan pada Senin, 9 November, serta Selasa, 10 November 2026.

    Selanjutnya, pada Rabu, 11 November 2026, potensi hujan diprakirakan terjadi di Kabupaten Bandung. Sementara pada Kamis, 12 November 2026, Kabupaten Bandung Barat masuk dalam daftar wilayah yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat.

    Pada Jumat, 13 November 2026, potensi hujan kembali tercatat di Kabupaten Bandung. Adapun pada Sabtu, 14 November 2026, tidak ada wilayah yang masuk dalam daftar potensi hujan sedang hingga lebat.

    Sementara itu, pada Minggu, 15 November 2026, potensi hujan tersebut diprakirakan terjadi di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

  2. 2. Hujan berpotensi disertai petir dan angin kencang

    Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras
    Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras

    Selain hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi kilat, petir, dan angin kencang. BMKG mengingatkan fenomena tersebut dapat terjadi secara lokal dengan durasi singkat.

    Kondisi ini memungkinkan perubahan cuaca berlangsung dalam waktu relatif cepat. Wilayah yang sebelumnya mengalami cuaca panas dan cerah dapat mengalami hujan ketika kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan hujan.

    Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan perkembangan cuaca. Terlebih bagi warga yang melakukan perjalanan darat atau beraktivitas di kawasan terbuka ketika angin mulai bertiup kencang.

  3. 3. Waspadai risiko banjir, longsor, hingga pohon tumbang

    ilustrasi musim hujan
    ilustrasi musim hujan (Pexels.com/NguyễnHữuNhã)

    BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk terus memperhatikan perkembangan informasi cuaca karena kondisinya dapat berubah sewaktu-waktu. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang menjadi sejumlah risiko yang perlu diantisipasi.

    Masyarakat yang melintasi kawasan rawan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Begitu pula warga yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun kawasan dengan pepohonan besar, terutama ketika angin kencang terjadi.

    Pemantauan informasi cuaca resmi BMKG secara berkala dapat membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas dan merencanakan perjalanan. Dengan begitu, warga Bandung Raya tetap dapat mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer meskipun cuaca pada siang hari belakangan terasa panas.

Related Articles

See More