Wamenkeu Minta UMKM Naik Kelas, Bukan Sekadar Jualan di Pameran

Wamenkeu Luky Alfirman menegaskan UMKM perlu naik kelas melalui pendampingan, pembiayaan, peningkatan kualitas produk, dan jaringan pemasaran, bukan hanya mengandalkan pameran.
Pemerintah menyediakan fasilitas pajak, pembiayaan Ultra Mikro, KUR bersubsidi bunga, serta dukungan LPEI untuk ekspor; implementasinya diharapkan memberi manfaat langsung bagi UMKM.
Festival ROEANG KITA digelar 6–8 November 2026 di Bandung, mempertemukan berbagai pihak untuk memperluas kolaborasi dan peluang UMKM menembus pasar internasional.
Bandung, IDN Times - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman menilai pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya melalui kegiatan pameran. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan, akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga jaringan pemasaran agar bisa berkembang dan bersaing di pasar internasional.
"Ini bukan sekadar menambah jumlah UMKM, tetapi kita ingin UMKM kita itu naik kelas. Perbaikan kualitasnya, memperluas jaringannya, bagaimana mengakses pembiayaannya, dan seterusnya," ujar Luky saat membuka ROEANG KITA, UMKM Festival dan Trade Expo di Summarecon Mall Bandung, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, kegiatan pengembangan UMKM harus dilengkapi pelatihan dan pendampingan. Dengan begitu, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan kesempatan memasarkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
"Kita benar-benar ingin membantu UMKM itu bisa lebih baik lagi," katanya.
1. Pemerintah siapkan akses pembiayaan hingga fasilitas pajak

Dok. Istimewa Luky menjelaskan, pemerintah memiliki sejumlah instrumen fiskal untuk mendukung pengembangan UMKM. Salah satunya melalui kebijakan perpajakan yang memberikan kemudahan dan fasilitas dengan mempertimbangkan skala serta kemampuan pelaku usaha.
Selain itu, pemerintah menyediakan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mendapatkan subsidi bunga.
Dukungan juga diberikan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk membantu UMKM menjangkau pasar ekspor. Luky menegaskan, pengembangan UMKM tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
"Kami ingin UMKM itu tidak tumbuh sendirian, tapi tumbuh bersama suatu ekosistem usaha yang saling mendukung," tuturnya.
2. UMKM perlu dukungan ekosistem usaha

Dok. Istimewa Lebih lanjut, Luky juga mengingatkan agar berbagai program pemerintah tidak berhenti sebagai jargon atau sebatas kebijakan di atas kertas. Dia menginginkan semua bantuan oleh pemerintah berdampak langsung kepada UMKM.
"Kami ingin bukan sekadar jargon-jargon, kita ingin benar-benar bagaimana implementasi, bagaimana eksekusinya, sehingga manfaat itu benar-benar dirasakan oleh UMKM," katanya.
3. ROEANG KITA berlangsung selama tiga hari

Dok. Istimewa ROEANG KITA digelar pada 6–8 November 2026 di Summarecon Mall Bandung. Festival ini mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, investor, masyarakat, komunitas kreatif, dan generasi muda.
Luky mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi langkah konkret untuk mendorong perkembangan industri dalam negeri, baik UMKM maupun industri berskala lebih besar. Penyelenggaraan tahun ini juga memiliki cakupan lebih luas dan durasi lebih panjang dibandingkan kegiatan sebelumnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Keuangan berharap kolaborasi berbagai pihak dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk berkembang hingga menembus pasar internasional. Luky turut mengajak masyarakat berperan mendukung produk dalam negeri dengan membeli dan mempromosikan produk-produk UMKM.




















