Cirebon, IDN Times – Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tak hanya mengandalkan kerajinan rotan untuk menembus pasar internasional. Industri sepatu justru menjadi penyumbang terbesar perdagangan luar negeri daerah tersebut dengan nilai ekspor mencapai US$89,50 juta sepanjang Januari–September 2026, mengungguli komoditas rotan dan furnitur rotan yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, nilai ekspor seluruh komoditas daerah mencapai US$285,51 juta selama sembilan bulan pertama 2026. Dari jumlah tersebut, sepatu menyumbang sekitar 31,35 persen, disusul rotan dan furnitur rotan sebesar US$74,33 juta atau sekitar 26 persen, serta benang senilai US$66,23 juta dengan kontribusi 23,20 persen.
Ketiga komoditas tersebut menghasilkan nilai ekspor sekitar US$230,06 juta atau setara 80,55 persen dari keseluruhan perdagangan luar negeri Kabupaten Cirebon. Dominasi ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekspor daerah tidak hanya ditopang industri kerajinan, tetapi juga sektor alas kaki dan tekstil yang memiliki kontribusi besar terhadap perdagangan internasional.
Kepala Bidang Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Dagdalbapokting) Disperdagin Kabupaten Cirebon, Peni Sigiarsih, mengatakan angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi ekspor gabungan hingga September 2026.
“Berdasarkan data tersebut, nilai ekspor sepatu mencapai US$89,50 juta. Sementara itu, ekspor rotan dan furnitur rotan tercatat sebesar US$74,33 juta, disusul benang senilai US$66,23 juta,” ujarnya dikutip pada Senin (2/11/2026).