Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BPBD, BNPB, dan BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca Tekan Curah Hujan Tinggi

Pohon hijau ditengah awan mendung
Ilustrasi awan mendung (unsplash.com/Elbert Lora)
Intinya sih...
  • Modifikasi cuaca dilakukan di daerah rawan hujan untuk meminimalisir curah hujan tinggi
  • Hujan dipindahkan ke waduk atau laut dengan mekanisme jumping proses
  • BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga 29 Januari 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan modifikasi cuaca untuk meminimalisir curah hujan tinggi di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jakarta.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, modifikasi cuaca sudah dilakukan sejak 18 Januari 2029.

“Kenapa masih tetap hujan? Karena memang awannya di atas sangat masif dan berdasarkan hasil perhitungan BMKG memang cuaca di Jawa Barat sampai tanggal 29 Januari 2026 curah hujannya sangat tinggi,” ujar Teten, Jumat (23/1/2026).

1. Lakukan di daerah yang rawan hujan

Ilustrasi awan lenticular cloud
Ilustrasi awan lenticular cloud (pexels.com/Marek Piwnicki)

Sebelum melakukan modifikasi cuaca, petugas dari BNPB akan melakukan analisis kondisi awan bersama BMKG untuk menentukan apakah perlu dilakukan modifikasi cuaca atau tidak.

Jika pertumbuhan awannya diprediksi dapat menghasilkan hujan yang relatif ekstrem atau hujan lebat dan berpotensi bencana, maka tim akan terbang menyebarkan bibit-bibit kimia yang sudah direkomendasikan oleh para ahli dari BMKG.

“Nanti kita lihat juga, apakah akan terus dilakukan sampai 29 Januari 2026 atau tidak, tergantung kondisi cuacanya. Nah, kemarin dari Halim Perdana Kusuma, ditambah dari Husein Sastranegara kita melakukan operasi modifikasi cuaca meng-cover wilayah-wilayah yang diperkirakan curah hujannya akan tinggi,” katanya.

2. Hujan dipindah ke waduk hingga laut

Hujan lebat di perumahan.
ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/A A)

Modifikasi cuaca ini, kata dia, secara teknik bertujuan memindahkan potensi hujan dari area pemukiman ke lokasi yang lebih aman, seperti laut atau waduk dengan mekanisme jumping proses, di mana awan hujan yang sedang bergerak menuju daratan dicegat di atas laut.

“Jadi, bibit kimia itu disebar di atas di awan agar awan tersebut pecah atau agar hujannya diturunkan misalnya di daerah-daerah seperti waduk atau laut itu, jadi seperti memindahkan awan hujan yang ekstrem ke laut,” ucapnya.

Modifikasi cuaca dengan cara ini akan terus dilakukan sampai kondisi hujan di wilayah Jakarta dan Jabar relatif terkendali.

“Jadi, satu kali penerbangan itu ada yang bawa satu ton (bibit kimia) tergantung pesawat dan kondisi awannya. Jadi dari BNPB sudah empat kali, dari Jakarta satu yang di Halim Perdanakusuma dan dari Jawa Barat satu,” katanya.

3. Ini daerah di Jabar yang diprediksi hujan sedang hingga lebat

ilustrasi hujan
ilustrasi hujan (pexels.com/Kaique Rocha)

Cuaca di Jawa Barat dalam sepekan ke depan diperkirakan tidak bersahabat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan berpotensi sangat lebat disertai kilat dan petir, akan mengguyur sejumlah wilayah hingga 29 Januari 2026. Kondisi ini dipicu kombinasi dinamika atmosfer global hingga lokal yang tengah aktif di wilayah Jawa Barat.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa pada skala global, indeks ENSO di wilayah Niño 3.4 saat ini berada pada fase negatif. Kondisi tersebut mengindikasikan La Nina lemah, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.

“Dinamika ini mendukung peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh, Jumat (23/1/2026).

Tak hanya itu, suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia terpantau relatif hangat. Kondisi ini berperan sebagai pemasok utama uap air ke atmosfer, sehingga memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.

BMKG mencatat sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi terdampak hujan lebat hingga sangat lebat dalam periode tersebut. Daerah-daerah itu meliputi Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Pangandaran.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan genangan.

“Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap aman dan lancar. Cuaca bersifat dinamis, jadi tetap tenang, waspada, dan pantau informasi terkini dari BMKG,” pungkas Teguh.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

BPBD, BNPB, dan BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca Tekan Curah Hujan Tinggi

23 Jan 2026, 18:03 WIBNews