Bocah Cianjur Meninggal Diduga Malapraktik, Bey Minta Dinkes Telusuri

Bandung, IDN Times - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengungkap kasus DAN (10 tahun) bocah yang meninggal usai menjalani perawatan di Puskesmas Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.
Kasus ini sendiri diduga malpraktik dari pihak puskesmas. Atas kondisi itu, Bey meminta agar Dinkes mengungkap semua peristiwa yang merenggut nyawa satu orang anak kecil ini.
"Nanti kami koordinasi dengan dinkes untuk mengungkap kasus ini," ujar Bey usai kegiatan Penandatanganan RoD (Record Of Discussion) Kerjasama DPRD Prov Chungcheongnam-Do, Republik Korea Selatan, dengan DPRD Jabar, di Kantor DPRD Jabar, Rabu (22/5/2024).
1. Dinkes pastikan kasus ditangani Komnas KIPI Cianjur

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar, Rochady Hendra Setia Wibawa mengatakan, mengenai kasus ini nantinya akan ditangani langsung oleh Komnas KIPI Cianjur.
"Sedang dilaporkan ke Komnas KIPI. Awalnya Komnas KIPI Cianjur nanti akan dipresentasikan ke Jabar. Kalau perlu Komnas KIPI Jabar akan turun tangan," kata Rochady, Rabu (22/5/2024).
2. Dinkes baru akan bersikap setalah ada hasil Komnas KIPI

Faktor penyebab kematian korban, menurut Rochady, bisa terjadi karena beberapa hal. Seperti dari kondisi korban atau kemungkinan ada kesalahan prosedur dari perawat yang menangani. Dia memastikan Dinkes Jabar menunggu laporan dari Komnas KIPI Cianjur.
"Nantinya hasilnya dari Komnas KIPI dilihat apakah betul ada kelalainan manusia atau apakah ada penyakit lain. Itu saat ini sedang diteliti dulu sama ahlinya," jelasnya.
3. Petugas yang menanggani korban masih bertugas

Lanjut Rochady, petugas perawat yang menangani korban kini masih bertugas di Puskesmas Sindangbarang. Mengenai sanksi atau teguran, dijelaskannya, nantinya diputuskan berdasarkan hasil penelitian Komnas KIPI.
"Kalau tiba-tiba dinonaktifkan kan jadi indikasi tidak baik. Komnas KIPI nanti yang akan memutuskan dan sedang diteliti juga penyebabnya," kata dia.
Untuk diketahui, korban sebelumnya dirawat di Puskesmas Sindangbarang untuk menjalani pemeriksaan karena mengalami sakit demam. Saat korban hendak dibawa pulang, perwat puskesmas memberikan suntikan antibiotik.
Setelah itu, korban memengalami kejang dan kembali diberikan suntikan ke dua dan ketiga. Saat itu kondisi sudah membaik. Lantas petugas memberikan lagi suntikan ke tiga langsung koma hingga akhirnya meninggal.



















