Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNPB Salurkan Bantuan Bencana di Jabar Capai Rp55 Miliar
Uang Rupiah (www.canva.com)

Bandung, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan ke berbagai provinsi dan kabupatan/kota. Di Jawa Barat, BNPB memberikan bantuan kepada seluruh daerah mencapai sekitar Rp55 miliar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto mengatakan, bantuan ini diberikan kepada seluruh daerah yang alami bencana. Jabar sendiri saat ini menjadi provinsi paling tinggi dalam kasus kebencanaan.

"Jadi kalau nanti terjadi bencana, banjir, tanah longsor di seluruh provinsi Jawa Barat, BPBD itu sudah bisa mengambil langkah duluan, karena sudah punya anggaran, sudah punya perlengkapan, sehingga dampak kepada masyarakatnya bisa diminimalkan," kata Suharyanto di Bandung, Jumat (29/11/2024).

Menurutnya, sejak masuk musim penghujan sudah banyak terjadi bencana mulai dari banjir, longsor, hingga angin puting beliung. Bencana tersebut pun membuat kerusakan di berbagai daerah.

1. Bisa digunakan hingga akhir tahun ini

Ilustrasi Tim SAR gabungan bersama warga mengevakuasi korban tanah longsor di Desa Semangat Gunung, Karo, Sumatera Utara, Minggu (24/11/2024). Tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (23/11) tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia, 11 warga luka-luka, beberapa bangunan rusak, dan enam warga lainnya masih dalam pencarian. (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)

Dia menuturkan, dalam dua bulan terakhir ini diperkirakan jumlah bencana akan meningkat khususnya pada Desember di mana curah hujan diprediksi bisa lebih tinggi. Dengan anggaran ini maka ketika ada bencana yang terjadi BPBD di setiap daerah bisa bergerak melakukan pekerjaannya.

"Sekali lagi kalau nanti tiba-tiba banjir BPBD itu sudah bisa bergerak karena sudah punya uang dan punya perlengkapan. Tentu saja itu tidak hanya cukup itu sesuai dengan nanti hasil kebutuhan di lapangan," paparnya.

Anggaran tersebut berbeda dengan persiapan kemungkinan bencana kekeringan yang biasa terjadi di awal hingga pertengahan tahun.

Suharyanto pun meminta masyarakat pada musim penghujan ini tetap waspada khususnya ketika berwisata di alam yang potensi bencananya cukup tinggi.

2. Hampir seluruh daerah di Jabar ada bencana

PGE Area Sibayak Bantu Proses Evakuasi Longsor Karo (Dok. IDN Times)

Sementara itu Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyebut dengan adanya bantuan ini diharapkan penangan bencana ke depan tidak terhalang persoalan dana. Dia menyebut bahwa hampir di seluruh daerah Jabar menghadapi persoalan bencana.

Khusus untuk daerah Bandung dan Kabupaten Bandung yang sekarang alami bencana banjir, Bey menilai bahwa kasus ini merupakan bencana tahunan yang sudah sering terjadi.

"Yang penting adalah penyelamatan dari warga pertama itu dan pengungsi juga harus kita perhatikan betul itu yang paling penting. Dan kalau masalah banjirnya kami kerja sama dengan BBWS, dengan Pemkab juga dan juga dengan BNPB," kata dia.

3. Ratusan bencana di Jabar

ilustrasi bencana (Freepik.com)

Provinsi Jawa Barat masih menjadi daerah dengan kejadian bencana alam tinggi. Mulai dari tanah longsor, banjir, hingga cuaca ekstrem lainnya seperti angin puting beliung kerap terjadi di proviinsi ini.

Dari data Badan Penanggalangan Bencana Daerah (BPBD), dari dar 1 sampai 23 November 2024 saja setidaknya ada 163 kejadian yang tercatat di mana tanah longsor mencapai 55 kejadian, banjir 33 kali, dan cuaca ekstrem 75 kali.

Kejadian paling sering ada di Kabupatem Bogor denga 44 kali kemudian Kabupaten Bandung 18 kali, dan Kabupaten Sukabumi capai 17 kali.

"Akibat kejadian ini ada 43.136 jiwa terdampak dan ada enam orang meninggal dunia," tulis siaran pers BPBD Jabar dikutip IDN Times, Minggu (24/11/2024).

Masih mengutip data BPBD Jabar, dari seluruh kejadian di Jabar tercatat ada 8.808 rumah yang terendam akibat banjir. Kemudian ada 995 rumah yang rusak ringan dan 326 rusak sedang, dan 105 rumah rusak berat. Selain itu ada juga 139 fasilitas umu, 3 fasilitas kesehatan, dan 15 sekolah yang harus alami kerusakan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kota Bandung pada Minggu, 24 November 2024, akan mengalami variasi mulai dari berawan tebal, cerah berawan, udara kabur, hingga hujan ringan di siang hingga malam hari.

Bandung pada Minggu ini akan menghadirkan kombinasi cuaca yang beragam, mulai dari pagi yang cerah berawan hingga siang dan malam yang didominasi hujan ringan. Udara kabur pada siang hari dan hujan ringan pada sore hingga malam menandakan perlunya persiapan ekstra, terutama bagi warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat pun disarankan untuk membawa payung atau jas hujan, serta tetap memperhatikan kondisi jalan yang mungkin licin akibat hujan. Pastikan juga memantau pembaruan cuaca dari BMKG untuk informasi yang lebih terkini.

Editorial Team

Related Article