Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bandung Zoo Masih Bisa Diakses Warga Sebagai RTH Perkotaan

IMG_20260104_092627.jpg
Kondisi tempat wisata Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat akhir pekan, Minggu (4/1/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya sih...
  • Masyarakat masih bisa mengakses Bandung Zoo sebagai ruang terbuka hijau
  • Kewenangan pemberian pakan hewan dan perawatan menjadi tanggung jawab Kementerian Kehutanan
  • Kebun Binatang Bandung masih diminati ribuan wisatawan setiap hari, dengan jumlah kunjungan mencapai 10 ribu orang selama libur Nataru
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung masih menunggu koordinasi lanjutan dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terkait kejelasan operasional Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) ke depan, termasuk kemungkinan dibuka kembali secara penuh.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pembahasan lanjutan dengan Kementerian Kehutanan akan dilakukan setelah situasi dinilai benar-benar kondusif.

“Jadi setelah ini kondusif tidak ada lagi pengunjung nanti kami akan bicara dengan Kemenhut untuk komitmennya sejauh apa,” kata Farhan di Bandung, Senin (5/1/2026).

1. Masyarakat dipersilakan jika mau berkunjung

IMG_20260104_094125.jpg
Kondisi tempat wisata Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat akhir pekan, Minggu (4/1/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan menjelaskan, untuk sementara waktu kawasan Bandung Zoo masih difungsikan sebagai ruang terbuka hijau untuk publik.

Menurutnya masyarakat tetap diperbolehkan mengakses area tersebut, meski operasional kebun binatang belum dibuka secara penuh.

“Sebagai ruang terbuka hijau untuk publik. Artinya masyarakat masih dipersilahkan. Anggota Satpol PP dan Dishub juga masih jaga,” kata Farhan.

2. Pakan hewan ditanggung Kemenhut

IMG_20251226_131524_1.jpg
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Farhan menyampaikan kewenangan pemberian pakan hewan dan seluruh aspek perawatan hewan adalah kewajiban Kementerian Kehutanan di bawah Ditjen Konservasi Kawasan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE)

“Yang disepakati itu bersama Kementerian Kehutanan bahwa pakan tanggung jawab mereka. Aset tanggung jawab pemerintah kota,” katanya.

Ia mengatakan para pekerja Bandung Zoo untuk sementara ini dipastikan menjadi tanggung jawab Pemkot Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan.

3. Masih jadi buruan wisata masyarakat

IMG_20260104_093240.jpg
Kondisi tempat wisata Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat akhir pekan, Minggu (4/1/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Akhir pekan kemarin, ribuan wisatawan masih memadati tempat wisata Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Dari pantauan IDN Times, Minggu (4/1/2026), sejak pukul 08.00 WIB masyarakat sudah mendatangi tempat ini. Mereka datang bersama sanak keluarga untuk melihat berbagai macam hewan yang ada di sini.

Parkiran kendaraan roda dua dan roda empat sudah ditutup dan masyarakat dipersilakan mencari tempat parkir lain sebelum masuk ke Bandung Zoo. Di depan pintu masuk, aparat dari kepolisian melakukan penjagaan agar masyarakat bisa tertib untuk masuk ke area kebun binatang.

Saking membludaknya, pintu masuk ke area parkiran pun harus dibuka tutup. Alhasil banyak masyarakat yang harus menunggu di jalan raya sebelum bisa antre masuk area Bandung Zoo.

Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi'i mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke Bandung Zoo selama libur Nataru mencapai 10 ribu orang setiap hari.

"Satu kata, luar biasa. Kami juga tidak menyangka antusiasme warga Bandung dan Jawa Barat itu luar biasa. Ini adalah kerinduan mereka karena ditutup lama. Setelah diumumkan oleh wali kota bahwa dibuka, mereka datang, pokoknya semua ke sini," kata Aan, sapaan akrab Sulhan Syafi'i.

"Kami sangat bahagia bahwa Kebun Binatang Bandung itu masih ada di hati warga Bandung, warga Jawa Barat, dan siapapun yang datang ke sini. Sekarang mungkin sudah 10 ribuan," tambahnya.

Aan menyebutkan, Bandung Zoo dibuka pukul 09.00 WIB dan ditutup pukul 13.00 WIB. Namun hari ini, karena pengunjung cukup banyak, pintu dibuka lebih awal, yakni pukul 08.45 WIB.

"Kami mengantisipasi penumpukan yang luar biasa yang dapat mengakibatkan kemacetan. Kami tidak ingin tempat ini justru mengganggu lalu lintas di sekitar area tersebut," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Diguyur Hujan Deras, Desa Kasturi Majalengka Terendam Banjir 1 Meter

07 Jan 2026, 21:57 WIBNews