Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung membutuhkan anggaran sekitar Rp800 miliar untuk penanganan banjir Bandung Timur dalam tiga tahun ke depan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, dana tersebut diperlukan untuk membangun kolam retensi dan sistem kanal banjir yang dilengkapi pompa, sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Rencana itu mencakup wilayah dari Ciwastra hingga Cinambo, dengan memperhatikan aliran Sungai Derwati dan sungai-sungai lainnya. Pemkot Bandung saat ini masih mengomunikasikan kebutuhan anggaran tersebut dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperoleh dukungan pendanaan.
Farhan mengatakan, penanganan banjir tidak cukup hanya dengan membersihkan saluran air atau menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas drainase. Pemerintah juga perlu mengatasi persoalan aliran air, menyediakan ruang penampungan, serta membangun sistem pengendalian banjir yang lebih menyeluruh.
Di sisi lain, sejumlah titik rawan banjir masih menjadi perhatian Pemkot Bandung. Kawasan Sukajadi–Setiabudi, Kopo, Cibaduyut, hingga sejumlah aliran sungai di pusat kota memerlukan penanganan yang berbeda sesuai karakteristik persoalannya.
