Ilustrasi mengisi formulir asuransi kesehatan (freepik.com/rawpixel.com)
Sepanjang Semester I 2026, MSIG Life membayarkan total klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp545 miliar. Nilai tersebut terdiri dari Rp433,4 miliar untuk klaim kesehatan dan Rp111,8 miliar untuk klaim meninggal dunia.
Besarnya porsi klaim kesehatan menunjukkan bahwa kebutuhan perlindungan terhadap risiko medis masih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Sementara itu, pembayaran klaim meninggal dunia menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan keluarga nasabah tetap memiliki dukungan finansial ketika menghadapi risiko yang tidak terduga.
Director & Chief Operating & IT Officer MSIG Life, Elly Susanti, mengatakan keluarga yang kehilangan pencari nafkah membutuhkan kepastian manfaat agar rencana keuangan yang telah dibangun selama bertahun-tahun tetap dapat berjalan.
" Saat sebuah keluarga kehilangan pencari nafkahnya, yang mereka butuhkan adalah kepastian, kecepatan, dan kecukupan manfaat untuk melanjutkan rencana yang sudah mereka susun bertahun-tahun. Janji itu kami penuhi hari ini melalui pembayaran klaim, dan kami jaga untuk jangka panjang melalui fondasi finansial yang kuat," ujar Elly.
Menurut dia, kekuatan finansial tersebut tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) MSIG Life yang mencapai 1.382 persen, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.